Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Karya Sastra

Posted on

Kalian pasti pernah kan membaca suatu novel atau cerpen maupun suatu karya sastra lainnya. Di dalam suatu karya sastra seperti novel, cerpen, maupun dalam pementasan suatu drama terdapat berbagai macam unsur yang terdapat di dalamnya. Beberapa unsur yang ada di dalam sebuah karya sastra yaitu secara umum dibedakan menjadi 2 (dua) bagian yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur inilah yang dapat membuat sebuah karya sastra menjadi terlihat lebih indah, lebih rapi, dan lebih hidup atau lebih nyata.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

@materibahasa.com

Tanpa adanya kedua unsur tersebut, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik maka sebuah karya satra tidak akan menjadi hal yang menarik. Sebab kedua unsur inilah yang membangun karya sastra menjadi sebuah karya yang indah untuk dapat dinikmati oleh para pembaca ataupun orang yang melihatnya.

Lalu tahukah kalian semua dengan apa itu yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik itu sendiri. Dan hal-hal apa saja yang termasuk ke dalam unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik di dalam suatu karya satra? Disini akan saya jelaskan mengenai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang ada di dalam suatu karya sastra.

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik merupakan sebuah unsur yang terdapat di dalam suatu karya sastra dan menyusun karya sastra tersebut yang berasal dari dalam karya sastra itu. Berikut beberapa penyusun yang ada di dalam unsur intrinsik di dalam suatu karya sastra beserta dengan penjelasannya.

  • Tema

Tema dapat dikatakan sebagai sebuah nyawa dari suatu karya sastra ini. Tema inilah yang menjadi sebuah ide dasar dalam pengembangan seluruh isi dari sebuah karya sastra. Berdasarkan tema inilah nantinya akan menentukan bagaimana jalan cerita dan konflik yang terjadi dalam karya sastra tersebut.

Artikel Terkait : Sejarah 34 Provinsi di Indonesia

Tema ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu tema mayor dan tema minor. Perbedaan antara tema mayor dan tema minor ini yaitu adalah tema mayor yaitu merupakan sebuah tema utama yang ditekankan oleh sang pembuat karya sastra dalam proses pembuatan karya sastranya. Sedangkan tema minor merupakan tema latar yang biasanya digunakan untuk melengkapi tema mayor.

Karena merupakan sebuah ide gagasan pokok dalam suatu karya sastra, maka tema ini biasanya memiliki sifat yang general atau umum. Contohnya yaitu seperti percintaan, pendidikan, persahabatan, keluarga, dan lain-lain.

 

  • Tokoh atau Penokohan

Sebenarnya tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaannya yaitu tokoh adalah pemain atau orang yang terlibat di dalam suatu cerita dalam karya sastra tersebut. Sedangkan penokohan merupakan penentuan watak atau sifat yang dimiliki oleh para tokoh yang terdapat di dalam cerita dalam karya sastra tersebut.

Di dalam karya sastra biasanya terdapat 3 macam tokoh yang ada, yaitu sebagai berikut:

  1. Protagonis : merupakan tokoh yang ada di dalam suatu cerita karya sastra biasanya sebagai tokoh utama dalam cerita tersebut. Tokoh protagonis ini biasanya memiliki watak atau sifat yang berperilaku baik hati, jujur, setia dan biasanya selalu mengalah.
  2. Antagonis : merupakan tokoh di dalam suatu cerita karya sastra yang berperan sebagai tokoh yang jahat. Tokoh antagonis ini biasanya akan terlibat konflik dengan tokoh utama yaitu sang tokoh protagonis. Biasanya tokoh antagonis ini memiliki watak dan sifat yang buruk dan jahat seperti angkuh, sombong, jahat, pembohong, dan lain sebagainya.
  3. Tritagonis : merupakan tokoh yang ada di dalam suatu cerita karya sastra yang bertindak sebagai penengah konflik antara sang tokoh protagonis dan tritagonis. Tokoh tritagonis ini biasanya memiliki watak dan sifat seperti bijaksana, penolong, dan lain sebagainya.

Cara penggambaran watak tokoh dalam karya sastra pun biasanya dapat disampaikan oleh sang penulis karya sastra melalui 2 (dua) cara yaitu sebagai berikut:

  1. Dramatik : cara penyampaian watak tokoh yang tersirat. Biasanya di sampaikan atau ditunjukkan oleh sang penulis lewat tingkah laku dan perilaku sang tokoh yang ada di dalam cerita tersebut.
  2. Analitik : cara penyampaian watak tokoh yang disampaikan dan dijelaskan secara langsung oleh sang penulis cerita karya sastra tersebut.

 

  • Plot atau Alur

Plot atau alur merupakan urutan jalan cerita yang ada di dalam sebuah cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat sehingga akan menjadi suatu peristiwa cerita yang utuh. Secara umum terdapat 3 jenis alur yang sering kita kenal selama ini, yaitu:

  1. Alur maju : alur ini menceritakan suatu kejadian atau peristiwa secara urut dari awal hingga sampai kepada akhir penyelesaian masalah tersebut.
  2. Alur mundur : alur ini menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak secara urut, yaitu biasanya dimulai dari tahapan konflik terlebih dahulu kemudian kembali pada peristiwa penyebab konflik tadi terjadi. Oleh karena itu alur ini biasa juga disebut dengan alur flashback.
  3. Alur campuran : alur ini menceritakan suatu kejadian atau peristiwa tidak urut seperti pada alur maju maupun alur mundur. Biasanya alur ini diceritakan secara campuran yaitu merupakan perpaduan antara alur maju dan juga alur mundur.

 

  • Latar (setting)

Latar merupakan suatu keadaan yang melatari terjadinya suatu peristiwa atau kejadian di dalam cerita. Biasanya sang penulis tidak menggambarkan latar ini dengan jelas. Ada 3 jenis latar yang biasa terdapat dalam suatu cerita karya sastra, yaitu:

  1. Latar tempat : yaitu latar dimana kejadian atau suatu peristiwa terjadi. Misalnya di dalam rumah, di sekolah, di kota Jakarta, dan lain sebagainya.
  2. Latar waktu : yaitu latar dari waktu kapan suatu peristiwa terjadi. Misalnya pada pagi hari, pada tahun 1945, kemarin, dan lain-lain.
  3. Latar suasana : yaitu latar keadaan suatu suasana yang ada pada saat peristiwa terjadi. Misalnya ramai, sepi, sedih, senang, dan lain sebagainya.

 

  • Amanat

Amanat merupakan sebuah pesan moral yang ingin disampaikan oleh sang penulis kepada sang pembaca karya sastranya. Biasanya pesan amanat ini tidak disampaikan secara tertulis melainkan disebutkan secara tersirat dan bergantung pada pemahaman dari masing-masing pembaca cerita karya sastra ini.

 

  • Sudut Pandang

Sudut pandang ialah suatu cara pandang atau cara berfikir sang penulis dalam membuat sebuah cerita karya sastranya tersebut. Pada umumnya kita mengenal 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, dan sudut pandang orang ketiga.

 

Baca Juga :  Niat Sholat Sunnah Lengkap dengan Penjelasannya

Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membangun karya sastra yang berasal dari luar cerita karya sastra tersebut. Namun tidak secara langsung unsur ekstrinsik ini mempengaruhi proses dalam pembuatan suatu karya sastra. Berikut beberapa unsur ekstrinsik yang ada di dalam suatu karya sastra.

  • Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat ini menjadi salah satu unsur yang mempengaruhi suatu karya sastra. Faktor-faktor lingkungan masyarakat yang ada disekitar dapat mempengaruhi sang penulis dalam membuat suatu karya sastra.

Artikel Terkait : 10 Manfaat Shalat Tahajud | Keajaiban Shalat Tahajud

 

  • Latar Belakang Sejarah Pengarang

Hal ini berkaitan dengan kondisi sosial yang dialami oleh sang penulis karya sastra. Biasanya berdasarkan pengalaman pribadinya ataupun cerita masa lalunya sang penulis dapat melahirkan sebuah karya sastra.

 

  • Nilai Yang Terkandung di Dalam Cerpen

1. Nilai agama : hal yang terkandung di dalam karya sastra yang dapat dijadikan pelajaran yang berkaitan dengan ajaran agama

2. Nilai moral : nilai yang terkandung di dalam cerita karya sastra yang berkaitan dengan etika dan perilaku masyarakat

3. Nilai sosial : nilai yang dapat dipelajari dari interaksi para tokoh dengan tokoh lainnya maupun dengan lingkungan masyarakat yang ada di dalam cerita karya sastra

4. Nilai budaya : nilai yang berhubungan dengan kebiasaan, tradisi dan adat istiadat yang berlaku dalam lingkup suatu kelompok masyarakat

Nah itulah tadi beberapa penjelasan mengenai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik di dalam suatu karya sastra. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua.

Related posts: