Tata Ibadah Gereja Ortodoks

Posted on

Aliran di dalam ajaran Kekristenan memang sangat banyak sekali di dunia ini. Salah satunya yaitu adalah aliran Kristen Orthodoks. Yang mana Kristen Orthodoks ini memiliki cara beribadah yang berbeda dengan aliran ajaran Kristen maupun Katolik lainnya.

Gereja Kristen Orthodoks ini awalnya merupakan sebuah kumpulan dari gereja-gereja yang berdiri sendiri yang kemudian dipersatukan dengan melalui pemahaman tentang sakramen, doktrin, liturgi, serta sistem organisasi pemerintahan yang sama di dalam gereja.

Jika di dalam gereja Kristen kepala gereja atau pemimpinnya disebut dengan pendeta dan di dalam agama Katolik disebut dengan paus, maka di dalam ajaran Kristen Orthodoks kepala gerejanya atau pemimpinnya yaitu adalah seorang Patriakh. Yang mana seorang Patriakh ini memiliki kedudukan yang sama seperti Paus di dalam gereja Katolik Roma.

Jika seorang Paus dalam agama Katolik Roma berkedudukan di Vatikan, maka seorang Patriakh dalam ajaran Kristen Orthodoks saat ini berkedudukan di Istanbul, Turki. Ajaran di dalam Kristen Orthodoks dengan ajaran Kristen maupun Katolik ini memiliki banyak sekali persamaan.

Yang mana ajaran Kristen Orthodoks ini juga mempercayai akan pengakuan Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Allah, serta mereka juga percaya akan konsep Allah Tri Tunggal, sama seperti yang diajarkan di dalam ajaran Kristen maupun Katolik. Namun ada beberapa hal yang berbeda di dalam ajaran Kristen Orthodoks ini dengan ajaran Kristen maupun Katolik.

Yaitu di dalam ajaran Kristen Orthodoks mereka hanya memperbolehkan Alkitab untuk ditafsirkan sama dengan tradisi mereka yang terdahulu, mempercayai bahwa Maria (Ibu Yesus) mempunyai keperawanan yang kekal, mengenal doa untuk orang mati. Selain itu ajaran Kristen Orthodoks juga percaya bahwa keselamatan yang di dapatkan seseorang bisa hilang dan keselamatan akan diperoleh oleh seseorang setelah orang tersebut meninggal dunia. Yang mana tentu saja hal tersebut sangat berbeda dengan ajaran Kristen pada umumnya.

Baca Juga :  Daftar Tempat Kuliner Khas Solo yang Sedang Hits

Selain dari pengajaran iman, perbedaan lain yang tampak sangat jelas antara Kristen Protestan dan Kristen Orthodoks yaitu bisa kita lihat dari bentuk gerejanya. Yang mana gereja Kristen Orthodoks bentuknya mirip dengan masjid, dan bentuk salib di dalam gereja Kristen Orthodoks ini berupa sebuah salib dengan figur Tuhan Yesus yang sedang dipaku diatas kayu salib dan dibagian bawah salibnya ada bentuk seperti sebuah jajar genjang dan bulan sabit.

Tata Cara ibadah dalam gereja Kristen Protestan dan gereja Kristen Orthodoks pun juga berbeda. Jika orang Kristen atau Katolik datang ke gereja untuk memuji dan mendengarkan firman Tuhan, tidak demikian dengan orang Kristen Orthodoks. Dimana orang Kristen Orthodoks ini beribadah dengan sholat seperti orang Muslim, namun berbeda caranya.

Nah bagi kalian yang penasaran tentang bagaimana sebenarnya tata cara ibadah orang Kristen Orthodoks, berikut akan saya berikan beberapa tata cara ibadah di dalam gereja Orthodoks.

Tata Cara ibadah Gereja Kristen Orthodoks

1. Tata Cara Sholat

@brojamz

Dalam ajaran Kristen Orthodoks mereka juga melakukan sholat yang diawali dengan wudhu. Mereka mengambil pemahaman dari dalam kitab Keluaran 40:32 yang mengatakan bahwa sebelum mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan maka mereka terlebih dahulu harus membasuh kaki dan tangannya.

Sembari berwudhu, mereka juga mengucapkan doa yang berdasarkan dengan Mazmur 26:6-12. Lalu cara sholat dalam ajaran Kristen Orthodoks ini yaitu adalah memakai kiblat menghadap ke timur. Yang mana pemahaman ini mereka dapatkan dari kitab Mazmur 138:2.

Baca Juga :  10 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Untuk Pria dan Remaja

2. Liturgi Suci

@gerejaorthodoxindonesia

Di dalam ibadah gereja Kristen Orthodoks mereka juga mengenal yang namanya liturgi atau tata cara ibadah. Beberapa liturgi suci yang ada di dalam gereja Kristen Orthodoks ini yaitu adalah seperti berikut :

  • Liturgi Suci St. Yohanes Kristomus : merupakan liturgi yang dipakai untuk sebagian besar hari-hari dalam setahun dan juga kadang dipakai sebagai liturgi vesper pada hari peringatan Anunsiasi
  • Liturgi Suci St. Basil Agung : merupakan liturgi yang dipakai pada 5 hari Minggu Puasa Besar, perayaan peringatan Santo Basil, malam Nativitas dan malam Teofani
  • Liturgi Ton Proegiasmenon : merupakan liturgi yang dipakai setiap hari Rabu dan Jumat selama masa Puasa Besar dan selama 3 hari pertama Pekan Suci
  • Liturgi St. Yakobus : merupakan liturgi yang dipakai setahun sekali yaitu pada saat peringatan Santo Yakobus (Saudara Yesus). Yang mana berdasarkan dengan tradisi sejak jaman dahulu, liturgi ini berasal dari St. Yakobus, Saudara Yesus, dan Uskup Yerusalem yang pertama yang hidup di masa abad pertama Masehi

3. Format Liturgi Suci

@id.rbth

Di dalam setiap liturgi suci yang dipakai oleh umat Kristen Orthodoks ini juga memiliki format atau urutan di dalamnya. Seperti yang telah saya sebutkan tadi bahwa ada banyak liturgi suci yang digunakan dalam ajaran Kristen Orthodoks, maka pada setiap masing-masing liturgi suci yang ada formatnya pasti akan berbeda.

Namun meskipun formatnya akan berbeda-beda atau berganti, di setiap liturgi suci yang ada setidaknya terdapat 3 bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Yaitu adalah liturgi persiapan, liturgi katekumen, dan liturgi umat beriman. Berikut penjelasannya mengenai ketiga format atau bagian yang ada di dalam liturgi suci tersebut.

  • Liturgi Persiapan
Baca Juga :  10 Rekomendasi Film Tentang Penjara Paling Seru dan Menegangkan!

Di dalam liturgi persiapan ini meliputi doa-doa tentang vestimentum dan masuknya Klerus dan Protesis. Yang mana bagian liturgi persiapan ini bersifat secara pribadi dan hanya diikuti oleh imam dan para diakon saja. Adapun liturgi persiapan ini melambangkan tentang tahun-tahun tersembunyi dari kehidupan Tuhan Yesus Kristus di dunia.

  • Liturgi Katekumen

Liturgi katekumen ini biasanya disebut juga dengan liturgi sabda. Berbeda dengan liturgi persiapan yang bersifat pribadi, liturgi katekumen ini bersifat publik. Yang mana di dalam liturgi katekumen ini meliputi berkat pembukaan oleh seorang imam, litani, nyanyian, pembacaan surat-surat para rasul, pembacaan Injil, dan Homili.

  • Liturgi Umat Beriman

Di dalam litugi umat beriman ini meliputi litani permohonan dan litani pengucapan syukur. Lalu perarakan agung, doa syukur agung serta komuni. Pada jaman dahulu hanya para jemaat yang sudah di baptis dan di dalam keadaan suci saja yang boleh untuk mengikuti liturgi umat beriman ini. Akan tetapi sekarang semua jemaat diperbolehkan untuk ikut dalam liturgi umat beriman ini, namun tetap untuk orang yang belum di baptis dan tidak dalam keadaan suci tidak diperbolehkan untuk menerima komuni.