Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Posted on

Di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam penulisan karya-karya tulis seperti karya sastra maupun karya ilmiah kita pasti sering mendengar yang namanya daftar pustaka. Hampir disetiap buku ataupun karya-karya tulis seperti karya sastra dan karya ilmiah pasti terdapat yang namanya daftar pustaka. Dan pada umumnya penulisan daftar pustaka ini dilakukan atau diletakkan di bagian dari halaman terakhir buku yang ada di belakang.

Menulis Daftar Pustaka

@sharingkali

Di dalam penulisannya daftar pustaka ini juga tidak boleh ditulis secara sembarangan dan harus mengikuti kaidah-kaidah aturan yang ada dalam penulisan daftar pustaka yang ada. Disini saya akan berikan penjelasan dan materi lengkap tetang daftar pustaka. Silahkan disimak baik-baik ya.

Pengertian Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan tulisan yang berada di akhir sebuah karya tulis yang dipakai sebagai sumber atau sebuah referensi oleh sang penulis dalam menyusun karya tulis ilmiahnya tersebut. Di dalam penulisan daftar pustaka secara umum terdiri dari nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, identitas penerbit, dan lokasi penerbit.

Artikel Terkait : 7 Langkah Membuat Paspor Secara Online

Daftar pustaka ini secara umum dipakai pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti pada buku, novel, laporan, makalah, skripsi, hingga artikel dan lain-lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daftar pustaka ialah daftar yang di dalam penyusunannya mencantumkan nama sang penulis, tahun terbit, judul sebuah karya tulis, informasi mengenai penerbit serta keterangan lainnya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis yang disusun berdasarkan abjad.

Yang harus kalian perhatikan disini yaitu bahwa setiap catatan maupun kutipan baik itu berupa sebuah fakta, kalimat maupun paragraf yang kalian ambil dari karya tulis orang lain yang kemudian kalian cantumkan ke dalam karya tulis milik kalian yang sudah kalian susun maka hal ini sudah menjadi kewajiban kalian untuk mencantumkan informasi tentang sumber-seumber tersebut.

Hal ini sudah menjadi kaidah dalam hal penulisan atau etika di dalam penulisan karya tulis. Hal ini juga berlaku dalam penulisan semua sumber bacaan tanpa terkecuali, seperti pada penulisan majalah, koran maupun portal berita.

Fungsi Daftar Pustaka

@startribune

Di dalam penulisan nya, daftar pustaka memiliki beberapa fungsi dan kegunaan nya seperti sebagai berikut ini:

  • Menghindarkan karya tulis dari yang namanya plagiat atau penjiplakan
  • Menjadikan sebuah karya tulis jadi valid karena disusun dan ditulis berdasarkan dengan referensi yang sudah ada sesuai dengan pada bidang keahlian masing-masing
  • Memenuhi salah satu syarat utama dalam penyusunan dan penulisan karya tulis, yaitu bahwa setiap karya tulis harus dan wajib memiliki daftar pustaka
  • Tanggung jawab ilmiah dan apresiasi dari penulis atas penggunaan ide maupun gagasan yang berasal dari karya milik orang lain yang ada dalam karya tulisnya

Tujuan Daftar Pustaka

Di dalam penulisannya sebuah daftar pustaka juga memiliki tujuannya tersendiri seperti sebagai berikut ini:

  • Menjadi karakteristik khas dari suatu karya tulis yang ada
  • Menghasilkan suatu rasa berupa kepuasan batin untuk sang penulis maupun kepada sang penerbit dan semua pihak yang terlibat dalam penulisan karya tulis tersebut
  • Menjadi kajian, rujukan maupun sebagai sumber ilmu pengetahuan yang saling berhubungan
  • Dapat menumbuhkan sikap dan rasa kepercayaan dari para pembaca kepada sang penulis karya tulis tersebut
  • Bisa untuk mendorong para pembaca agar mencari materi bacaan maupun ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan isi dari karya tulis tersebut
  • Dapat membuat para pembaca karya tulis tahu akan tempat atau kota yang menerbitkan karya tulis tersebut

Artikel Terkait : Jenis-Jenis Gempa Bumi Beserta Penjelasannya

Baca Juga :  7 Ciri-Ciri Wanita Menopause [Lengkap]

Prinsip Menulis Daftar Pustaka

Banyak sekali prinsip-prinsip dan kaidah dalam penulisan daftar pustaka di dalam suatu karya tulis ini. Namun disini saya akan berikan beberapa prinsip dalam penulisan daftar pustaka yang sering dipakai secara umum oleh para penulis karya tulis seperti berikut ini:

  1. Penulisan nama harus dibalik dan dipisah dengan tanda koma, namun terkadang ada juga yang menerapkan penulisan nama tidak dipisahkan dengan tanda koma
  2. Nama pengarang ditulis tanpa menggunakan gelarnya
  3. Jika penulisan nama lebih dari satu orang maka digunakan tanda koma untuk memisahkannya
  4. Penulisan judul buku dicetak miring, namun tidak berlaku untuk penulisan judul artikel
  5. Penulisan judul buku pada setiap awal kata ditulis dengan memakai huruf kapital kecuali kata tugas
  6. Penulisan judul artikel ditulis dengan memakai huruf kecil, kecuali huruf awal
  7. Penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan susunan alphabet
  8. Jarak antar satu judul dengan judul lainnya disesuaikan dengan jarak atau spasi yang ada dalam penulisan makalah maupun skripsi
  9. Sambungan referensi atau judul buku diketik dengan cara menjorok ke dalam 5 hingga 7 spasi rapat
  10. Apabila sang penulis menggunakan beberapa rujukan, nama penulis cukup dicantumkan sekali saja

Cara Menulis Daftar Pustaka

Cara penulisan daftar pustaka yang umum dapat di tulis sebagai berikut:

  • Nama Penulis

Nama penulis ini harus ditulis secara terbalik dimulai dari nama belakang dan dipisah dengan memakai tanda koma (,). Apabila nama lebih dari 2 (dua) kata maka urutan penulisannya dimulai dari nama terakhir kemudian nama depan dan nama kedua. Dimana antara nama terakhir dan nama awal di pisah dengan memakai tanda koma.

  • Tahun Terbit

Penulisan tahun terbit dalam daftar pustaka harus ditulis berupa angka bukan dengan menggunakan kalimat.

  • Judul Buku

Penulisan judul buku pada daftar pustaka ditulis dengan menggunakan penulisan judul asli termasuk di dalamnya penggunaan huruf kapital disetiap kata kecuali kata penghubung. Dan juga penulisan judul buku dalam daftar pustaka harus ditulis miring.

  • Kota Penerbit
  • Penerbit
Baca Juga :  Daftar 10 Nama Pahlawan Revolusi Indonesia Paling Berpengaruh

Sertakan tanda titik dua ( : ) di antara penulisan kota penerbit dan penerbit karya tulis tersebut.

Contoh dari penulisan daftar pustaka ini di antaranya adalah sebagai berikut ini:

  • Lubis, Muhammad. 1999. Budaya Masyarakat Jawa di Indonesia. Jakarta: Airlangga.
  • Rendra, W.S. 1971. Ballada Orang-orang Tercinta. Jakarta: Balai Pustaka
  • Basuki, A.H., dan Putra Ahmad. 1998. Metode Pembelajaran Untuk Guru SD dan MI. Jakarta: Insan Pustaka.
  • Mahendra, S.A., Noor, S.G., Sadiman, I.N., Tien, J., Kariba, D., Husna. 2001. Peranan Bahasa Indonesia Dalam Pembangunan Karakter Pemuda Indonesia. Jakarta: Pustaka Indonesia.
  • Depag. 2012. Tata Cara Pelaksanaan dan Tata Cara Haji dan Umrah. Jakarta: Depag.

Itulah tadi beberapa penjelasan materi yang berhubungan dengan daftar pustaka yang biasa kita jumpai penggunaannya di dalam penulisan karya-karya tulis yang ada di sekitar kita. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua di dalam penulisan karya tulis. Dan apabila kalian akan membuat sebuah karya tulis jangan lupa untuk selalu mencantumkan daftar pustaka pada karya tulis yang kalian buat, agar menghindari dari yang namanya plagiarisme atau penjiplakan.

Related posts: