Syarat Pernikahan Kristen [Lengkap]

Posted on

Pada saat pertama kali Tuhan Allah menciptakan dunia ini dan seisinya, Ia menciptakan satu pasang manusia yaitu Adam dan Hawa. Adapun tujuan dari Tuhan Allah menciptakan manusia ini sepasang yaitu adalah mereka bisa berkembang biak dan menghasilkan keturunan untuk memenuhi bumi ini dan memerintah atas segala sesuatu yang telah Tuhan sediakan dan berikan di dunia ini.

Oleh sebab itulah maka konsep pernikahan ini menjadi sesuatu yang sangat penting dan menjadi sesuatu hal yang baik untuk dilakukan oleh manusia. Karena pernikahan ini merupakan sebuah hubungan yang dikehendaki dan juga direstui oleh Allah. Sebab di dalam ikatan pernikahan ini Tuhan Allah telah menyatukan dua manusia menjadi satu daging yang akan menghasilkan keturunan bagi bangsa-bangsa seluruh dunia.

Oleh sebab itulah di dalam Kekristenan hal mengenai pernikahan ini menjadi suatu hal yang kudus dan mulia. Sebab perihal mengenai pernikahan ini pun juga telah ditulis dan diatur di dalam Alkitab. Yang mana seperti yang terdapat di dalam kitab Efesus 5:32, dimana Paulus mengatakan bahwa hubungan pernikahan ini seharusnya seperti hubungan antara Kristus dengan jemaat-Nya.

Karena hal tersebutlah maka pernikahan ini harus menjadi sebuah hubungan yang sah dan dikukuhkan di dalam Kristus. Nah membahas mengenai pernikahan, maka ada banyak tradisi dan tata cara pernikahan yang berbeda-beda di dunia ini. Yang mana biasanya tradisi pernikahan ini mengikuti nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan, maupun agama yang dianut oleh sang pengantin. Disini akan saya berikan beberapa syarat yang harus dilengkapi oleh para calon mempelai Kristen yang ingin melangsungkan pernikahan.

Syarat Pernikahan Di Dalam Kristen

@thefarmshoplyneuk

Seperti yang sudah kalian semua ketahui disini bahwa calon pengantin yang beragam Kristen akan melangsungkan pemberkatan nikah mereka di gereja. Tapi meskipun sama-sama sebagai umat Kristen, kadang kedua orang calon mempelai pengantin ini tidak terdaftar atau berjemaat di gereja yang sama.

Baca Juga :  Cara Membuka Mata Batin Menurut Kristen

Namun jangan khawatir dahulu, sebab meskipun tidak terdaftar dalam sebuah gereja Kristen yang sama, namun pernikahan masih bisa tetap dilangsungkan. Yang mana calon mempelai ini bisa melangsungkan pemberkatan pernikahan mereka di salah satu gereja yang menjadi pilihan mereka.

Nah apabila pernikahan beda gereja ini terjadi, maka biasanya pihak gereja akan meminta sebuah surat keterangan penitipan pemberkatan kepada gereja asal pengantin tersebut. Lalu bagaimana dengan dokumen-dokumen lainnya? Dan apa saja dokumen-dokumen yang di butuhkan di dalam syarat pernikahan di gereja Kristen Protestan? Berikut ini akan saya berikan beberapa persyaratan pernikahan dari beberapa aliran gereja Kristen yang ada.

1. GKI (Gereja Kristen Indonesia)

@hipwee

1. Pertama-tama kedua calon mempelai pengantin harus mengisi formulir pendaftaran pernikahan terlebih dahulu

2.Kemudian setelah itu mereka harus menyerahkan dokumen-dokumen yang mereka miliki kepada gereja. Yang mana dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah seperti berikut :

  • Foto kedua calon mempelai pengantin yang harus sudah diserahkan dalam jangka waktu satu minggu sebelum pewartaan
  • Surat baptis
  • Surat sidi
  • Surat keterangan sudah mengikuti bina pra-nikah

Apabila salah satu calon pengantin bukan merupakan jemaat GKI, maka ia wajib untuk menyerahkan surat keterangan tidak pernah mendapatkan pemberkatan nikah dari gereja asalnya.

2. HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)

@pptsbjambi

1. Pertama-tama calon pengantin harus mendaftarkan pernikahan mereka kepada pihak sekretariat gereja minimal 6 bulan sebelum hari pemberkatan nikah

Baca Juga :  Daftar 10 Stadion Olahraga Terbesar dan Termegah di Asia

2. Lalu kedua calon pengantin harus mengisi sebuah formulir perjanjian nikah

3. Setelah itu calon pengantin juga harus mengikuti konseling pra-nikah kepada pimpinan jemaat atau di dalam gereja HKBP disebut dengan Uluan ni huria

4. Lalu mereka harus mengurus atau mendaftarkan pernikahan mereka ke catatan sipil dengan melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut :

  • Fotokopi KK dan KTP kedua calon pengantin yang sudah dilegalisir dari kelurahan
  • Fotokopi akta kelahiran kedua calon pengantin
  • Fotokopi akta baptis
  • Fotokopi surat sidi
  • Pas foto berdampingan dengan ukuran 4×6 dengan forman landscape

5. Setelah itu calon pengantin harus menyerahkan berkas perjanjian nikah kepada gereja. Dan kemudian calon pengantin ini akan mendapatkan buku acara partumpolon

6. Lalu pihak gereja pun akan memberi tahu atau mengumumkan kapan tanggal pernikahan melalui warta jemaat sebanyak dua kali selama dua minggu berturut-turut

7. Kemudian partumpolon ini akan dilaksanakan di gereja, Pada acara partumpolon ini sang pendeta akan menanyakan apakah ada pihak yang keberatan dengan pernikahan tersebut. Apabila tidak ada maka pernikahan tersebut bisa dilaksanakan

3. GPIB (Gereja Protestan Di Indonesia Bagian Barat)

@majalahholong-online

1. Pertama-tama calon pengantin harus mendaftarkan pernikahan mereka di kantor majelis jemaat paling lambat 2 bulan sebelum pelaksanaan pemberkatan pernikahan

2. Setelah itu kedua calon pengantin harus menyerahkan sejumlah dokumen diantaranya yaitu adalah sebagai berikut :

  • Fotokopi akta kelahiran
  • Fotokopi surat baptis
  • Fotokopi surat sidi
  • Fotokopi sertifikat pra-nikah
  • Fotokopi KTP dan KK yang sudah mendapatkan legalisir dari kelurahan
  • Fotokopi KTP saksi
  • Pas foto berdampingan dengan ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan pas foto berdampingan dengan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar

Khusus untuk calon pengantin yang merupakan warga negara asing (WNA) maka ia harus menyerahkan dokumen seperti berikut :

  • Fotokopi Paspor
  • Fotokopi KITAS (kalau bekerja di Indonesia)
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Surat Izin Kedutaan Asli (diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah).
Baca Juga :  Manfaat Puasa Senin Kamis

4. GKJ (Gereja Kristen Jawa)

@klikbenning

1. Pertama calon pengantin harus mengajukan permohonan kepada pihak majelis gereja dengan mengisi formulir yang sudah disediakan oleh pihak majelis gereja selambat-lambat nya yaitu 3 bulan sebelum pernikahan

2. Lalu setelah itu calon pengantin harus menyerahkan dokumen berupa :

  • Surat baptis (asli dan fotokopi)
  • Surat sidi (asli dan fotokopi)
  • Sertifikat permberkatan dari gereja tempat pemberkatan nikah diselenggarakan
  • Kartu Anggota Jemaat (KAJ) Gereja
  • Surat keterangan belum menikah dari RT/RW masing-masing
  • KTP (asli dan fotokopi)
  • KK (asli dan fotokopi)
  • Akta kelahiran (asli dan fotokopi)
  • Akta pernikahan orang tua
  • Akta kematian apabila orang tua telah meninggal
  • Pas foto berdampingan dengan ukuran 4×6 sebanyak 1 lembar, yang mana posisi pria berada di sebelah kanan wanita

3. Kemudian calon pengantin wajib untuk mengikuti katekisasi pra-nikah dan percakapan gerejawi

4. Setelah itu maka rencana pernikahan ini juga akan diwartakan di dalam kebaktian selama dua minggu berturut-turut

5.Setelah diwartakan atau diumumkan dan jika tidak ada pihak manapun yang keberatan akan pernikahan tersebut, maka prosesi pemberkatan pernikahan bisa dilakukan dengan memakai peraturan yang berlaku di dalam sinode GKJ

foto pengantin nasrani
Related posts: