Sejarah Uang di Indonesia | Masa ORI 1945 – Sekarang

Posted on

Rupiah merupakan mata uang resmi negara Indonesia kita tercinta saat ini. Mata uang rupiah ini dibuat dan diproduksi oleh BANK INDONESIA. Dan setiap tanggal 30 Oktober kita memperingati hari keuangan nasional, sebagai peringatan dari hari lahirnya mata uang rupiah, kebanggan negara Indonesia.

Sejarah Uang di Indonesia

@riau24.com

Sebelum menjadikan rupiah sebagai mata uang resmi bagi bangsa Indonesia, ternyata sudah ada mata uang yang digunakan oleh masyarakat Indonesia jaman dahulu sebelum adanya rupiah.

Lalu bagaimanakah sejarah dari mata uang rupiah ini hingga akhirnya digunakan sebagai mata uang resmi negara Indonesia ini? Disini akan saya jelaskan mengenai sejarah mata uang rupiah ini.

Sejarah Rupiah

Nama rupiah seringkali dikaitkan dengan Rupee yang merupakan mata uang negara India, yang mana kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Rupya yang memiliki arti koin perak. Namun sebagian ada yang berpendapat bahwa nama rupiah berasal langsung dari bahasa Sansekerta dan bukan merupakan turunan dari mata uang Rupee milik India tersebut.

Kata rupiah sendiri merupakan pelafalan asli dari Indonesia karena adanya penambahan huruf “h” pada akhir kata Rupya, yang mana hal ini sangat khas sebagai pelafalan orang-orang Jawa.

Artikel Terkait : Sejarah dan Arti Lambang Gerakan Pramuka

Sebelum adanya Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai mata uang negara Indonesia, para masyarakat Indonesia pada waktu itu menggunakan Uang Jepang dan uang dari Javasche Bank yang digunakan sebagai alat tukar mereka sehari-hari selama masa penjajahan dan Indonesia masih belum merdeka.

Barulah setelah Indonesia merdeka, dibuatlah mata uang resmi negara Indonesia sendiri, sehingga uang Jepang dan uang dari Javasche Bank yang sebelumnya dipakai rakyat Indonesia tidak berlaku lagi peredarannya.

 

  • Masa Oeang Republik Indonesia (ORI)

Setelah mmproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia tidak langsung begitu saja memiliki dan menetapkan mata uang resmi dengan mata uang rupiah ini. Mata uang Indonesia pada saat itu disebut dengan ORI yang merupakan kepanjangan dari Oeang Republik Indonesia.

Sebetulnya mata uang Oeang Republik Indoneia (ORI) ini sudah digunakan sejak tahun 1945 sebelum akhirnya mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) ini diresmikan oleh pemerintah RI pada tanggal 30 Oktober 1946.

Mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) ini menjadi alat tukar yang resmi digunakan masyarakat Indonesia selama 4 tahun, yaitu mulai dari tahun 1945-1949. Nominal mata uang Oeang Republik Idonesia (ORI) yang beredar pada saat itu adalah mulai dr 1 sen, 5 sen, sampai dengan 100 rupiah.

Oeang Republik Indonesia (ORI) dicetak dengan gambar dan design yang masih sangat amat sederhana waktu itu. Dan pada waktu itu mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) ini baru dicetak secara terbatas di ibukota RI saja, yang waktu itu terletak di Yogyakarta.

Kualitas dari cetakan uang ORI pertama bangsa Indonesia pun terkesan masih seadanya saja yang bisa dilihat dari gambar dan design cetakannya waktu itu. Nilai dari uang pertama ORI ini juga masih sangat rendah dibanding uang yang sedang beredar saat itu, yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank. Mata uang ORI ini sedikitnya sudah dicetak sebanyak 5 kali dalam masa penggunaanya dan peredarannya selama 4 tahun waktu itu.

 

Baca Juga :  Sejarah & Fakta Tentang Halloween Yang Perlu Kalian Tahu

1. Cetakan I ORI (Tahun 1945)

Cetakan pertama ORI ini beredar pada tanggal 30 Oktober 1946. ORI muncul dalam bentuk kertas dan terdapat 8 pecahan nominal, yaitu dengan nominal 1 sen, 5 sen, 10 sen, 1/2 rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, dan 100 rupiah. Mata uang ORI ini ditanda tangani oleh Menteri Keuangan pertama Indonesia pada saat itu, yaitu A.A Maramis.

Pada hari peresmian mata uang ORI itu juga pemerintah Indonesia menyatakan bahwa mata uang Jepang dan uang dari Javasche Bank sudah tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Cancisius dengan design sederhana yang memiliki dua warna dan memakai pengaman serat halus.

  • Pecahan 1 sen: tidak memiliki nomor seri dan memiliki dua variasi warna dasar yaitu violet dan hijau.
  • Pecahan 5 sen: juga tidak memiliki nomor seri dan memiliki 3 variasi diantaranya terdapat gambar banteng samar-samar dengan warna violet, gambar banteng samar-samar dengan bingkai berwarna biru kehitaman, dan gambar banteng tajam.
  • Pecahan 10 sen: juga tidak memiliki nomor seri. Terdapat dua variasi warna yaitu hitam dan coklat.
  • Pecahan 1/2 rupiah: juga tidak memiliki nomor seri, memiliki dua variasi warna yaitu merah muda dan orange.
  • Pecahan 1 rupiah: memiliki nomor seri,dibagian depan bergambar Presiden Sukarno.
  • Pecahan 5 rupiah: memiliki nomor seri, yang memiliki dua variasi nomor seri yaitu dua huruf besar dan tiga huruf kecil.
  • Pecahan 10 rupiah: memiliki setidaknya 6 variasi nomor seri dan semuanya terletak di hurufnya.
  • Pecahan 100 rupiah: terdapat gambar Sukarno dan keris di bagian depan serta angka 100 besar di bagian belakang.

 

Baca Juga :  Sejarah Kronologis Terjadinya Revolusi Perancis [Lengkap]

2. Cetakan II ORI (Tahun 1947)

Cetakan ORI yang ke dua dicetak pada tanggal 1 Januari 1947 di Yogyakarta dan ditanda tangani oleh Mr. Sjarifuddin Prawiranegara. Cetakan ke dua ini terdapat 4 pecahan yaitu 5, 10, 25 dan 100 rupiah.

  • Pecahan 5 rupiah: memiliki beberapa variasi nomor, variasi warna hijau.
  • Pecahan 10 rupiah: memiliki 2 variasi nomor, wujudnya hampir sama dengan cetakan pertama ORI.
  • Pecahan 25 rupiah: memiliki 3 variasi nomor seri.
  • Pecahan 100 rupiah: memiliki 4 variasi nomor seri, dan bentuknya juga mirip dengan seri ORI I.

 

3. Cetakan III ORI (Tahun 1947)

Cetakan ORI yang ke tiga ini dibuat pada tanggal 26 Juli 1947 di Yogyakarta dan ditanda tangani oleh Mr. A.A. Maramis. Terdapat 7 pecahan nominal dari seri ORI yang ke 3 ini.

  • Pecahan 1/2 rupiah: bagian depan berwarna merah orange, sedangkan bagian belakang berwarna coklat.
  • Pecahan 2,5 rupiah: berwarna ungu tua pada kedua bagiannya.
  • Pecahan 25 rupiah: berwarna hijau, bentuknya mirip dengan pecahan 25 rupiah cetakan ke II ORI, yang membedakan adalah nomor serinya.
  • Pecahan 50 rupiah: berwarna agak kecoklatan pada kedua sisinya.
  • Pecahan 100 rupiah: berwarna merah agak kecoklatan pada bagian depan dan pada bagian belakang berwarna agak coklat muda.
  • Pecahan 100 Maramis: wujudnya mirip dengan pecahan 100 rupiah Hatta di seri IV ORI, tapi tanda tangannya berbeda.
  • Pecahan 250 rupiah: memiliki warna agak kecoklatan pada kedua sisinya.

Artikel Terkait : Sejarah Lahir dan Berdirinya Pramuka Dunia Di Indonesia

4. Cetakan IV ORI (Tahun 1948)

Seri cetakan ke empat ORI ini dicetak pada tanggal 23 Agustus 1948 di Yogyakarta dan ditanda tangani oleh Drs. Moh Hatta. Pengaman yang dipakai pada uang ini adalah kode kontrol pada nomor serinya. Terdapat 5 pecahan pada cetakan ke empat ORI ini.

  • Pecahan 40 rupiah: merupakan pecahan terkecil dan termurah dari seri ini.
  • Pecahan 75 rupiah: terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu 5 angka dan 6 angka.
  • Pecahan 100 rupiah Hatta: hampir sama dengan cetakan yang ada pada ORI III, tapi berbeda tanda tangannya, warna nomor seri dan warna bagian belakangnya.
  • Pecahan 400 rupiah: memiliki kode rahasia pada seri nomor pengamannya.
  • Pecahan 600 rupiah: pecahan ini secara tidak sengaja ditemukan dan hanya terdiri dari satu lembar besar berisi 12 lembar uang dalam bentuk yang belum terpotong. Pecahan ini hanya tercetak pada satu sisi saja. Kemudian lembar besar tersebut dipotong jadi 12 lembar dengan komposisi 6 lembar memiliki tepian yang bertuliskan ENR dan yang 6 lembar lainnya tidak memiliki tepian.

 

Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore Beserta Peninggalannya

5. Cetakan V ORI (Tahun 1949)

Cetakan seri ke lima ORI ini dicetak pada tanggal 17 Agustus 1949 di Yogyakarta dan ditanda tangani oleh Mr. Loekman Hakim. Beberapa pecahan yang dicetak pada seri cetakan ORI ke 5 ini diantaranya adalah:

  • Pecahan 10 sen hijau
  • Pecahan 10 sen merah
  • Pecahan 1/2 rupiah hijau
  • Pecahan 1/2 rupiah merah
  • Pecahan 1 rupiah
  • Pecahan 10 rupiah hitam
  • Pecahan 10 rupiah coklat
  • Pecahan 100 rupiah

Pada tanggal 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan Rupiah Uang Republik Indonesia (URIPS). Sejak saat itulah pada tanggal 2 November 1949, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang resminya yang baru hingga sekarang. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tapi diperdagangkan dengan penalti disebabkan kadar inflasinya yang tinggi.

sejarah uang yogyakarta ori 2 tahun1947, ori 1 pecahan 5 sen
Related posts: