Sejarah Suku Minangkabau [Kebudayaan dan Ciri – Ciri]

Posted on

Suku Minangkabau merupakan salah satu suku yang masih hidup dan berkembang hingga sampai saat ini di Indonesia. Suku Minangkabau ini juga menjadi salah satu suku yang cukup besar dan cukup dikenal di Indonesia bahkan dunia. Sebab suku Minangkabau ini tak hanya hidup di daerah wilayah Sumatera bagian barat saja, namun juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan juga di beberapa negara – negara tetangga.

Oleh sebab itu tak heran apabila suku Minangkabau ini menjadi salah satu suku yang cukup dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia. Lalu tahukah kalian bagaimana asal usul dari suku Minangkabau ini? Dan apa saja kebudayaan yang masih ada dan masih terus dilestarikan oleh masyarakat Minangkabau hingga saat ini? Berikut ini akan saya berikan sedikit informasi mengenai suku Minangkabau yang mungkin belum kalian ketahui. Berikut informasinya

Asal Usul Suku Minangkabau

@kulek-minang

Nama Minangkabau ini berasal dari dua kata, yaitu Minang dan Kabau. Yang mana nama tersebut berkaitan dengan sebuah legenda khas Minang yang dikenal di dalam tambo. Berdasarkan tambo tersebut diceritakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau ini berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain.

Meskipun tambo ini tidak disusun dengan sistematis dan lebih mengarah pada legenda dibanding fakta akan tetapi kisah tambo ini bisa dibandingkan dengan Sulalatus Salatin yang juga menceritakan tentang bagaimana masyarakat Minangkabau mengutus wakilnya untuk meminta Sang Sapurba salah satu keturunan Iskandar Zulkarnain untuk menjadi raja mereka.

Masyarakat Minangkabau ini menjadi bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan menuju ke pulau Sumatera sekitar 2500 – 2000 tahun yang lalu. Diperkirakan kelompok ini memasuki wilayah timur pulau Sumatera, menyusuri sungai Kampar sampai menuju ke dataran tinggi yang disebut dengan darek yang akhirnya menjadi kampung halaman dari orang Minangkabau.

Baca Juga :  Biografi B. J. Habibie - Ahli Teknologi Pesawat Terbang Dunia

Beberapa kawasan darek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang kemudian disebut dengan nama luhak. Yang selanjutnya luhak ini disebut dengan nama Luhak Nan Tigo yang terdiri dari Luhak Limo Puluah, Luhak Agam, serta Luhak Tanah Data. Pada jaman pemerintahan Belanda kawasan luhak ini menjadi daerah teritorial pemerintahan yang dinamakan dengan afdeling yang dikepalai oleh seorang residen yang disebut dengan Tuan Luhak oleh masyarakat Minangkabau.

Awalnya penyebutan orang Minangkabau ini belum dibedakan dengan orang Melayu. Tapi sejak abad ke 19 penyebutan Minang dan Melayu mulai dibedakan dengan melihat budaya matrilineal yang tetap bertahan berbanding dengan patrilineal yang dianut masyarakat Melayu pada umumnya.

Kebudayaan Suku Minangkabau

1. Pakaian Adat

@bajutradisionals
  • Pakaian Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang, merupakan pakaian lambang kebesaran para wanita Minang yang sudah menikah. Pakaian ini menggambarkan tentang bagaimana pentingnya peran wanita yang sudah menikah sebagai ibu di dalam sebuah rumah tangga. Secara umum pakaian ini mempunyai desain yang berbeda dari tiap nagari atau sub suku. Namun beberapa aksesoris khusus yang pasti selalu ada dalam pakaian ini yaitu adalah seperti tingkuluak, baju batabue, minsie, lambak (sarung), selempang. dukuah (kalung), galang (gelang) dan beberapa aksesoris lainnya.
  • Baju Tradisional Pria Minangkabau, pakaian adat untuk para pria Minangkabau ini bernama pakaian penghulu. Sesuai dengan namanya pakaian ini hanya dipakai oleh para tetua adat atau orang tertentu. Dan cara pemakaiannya pun diatur oleh hukum adat. Pakaian penghulu ini terdiri dari Deta, baju hitam, sarawa, sesamping, cawek, sandang, keris, dan tungkek.
  • Pakaian Adat Pengantin Minang, merupakan pakaian yang dipakai oleh para pengantin saat upacara pernikahan. Pakaian pengantin ini umumnya berwarna merah dengan tutup kepala dan hiasan yang lebih banyak.
Baca Juga :  Gambar Rumah Adat Batak Toba (Ciri, Makna dan Filosofi)

2. Rumah Adat Suku Minang

@arsitag

Rumah adat suku Minangkabau yaitu adalah Rumah Gadang atau yang disebut juga dengan rumah Godang, rumah Bagonjong, dan rumah Baanjuang. Rumah ini bentuknya model panggung dengan ukuran yang cukup besar dengan berbentuk persegi panjang.

Bagian tiang penyangga, dinding, dan lantai biasanya terbuat dari papan kayu atau bambu. Bagian atapnya yang bentuknya seperti tanduk kerbau ini terbuat dari ijuk. Rumah Gadang ini mempunyai desain yang tahan gempa.

Hal ini bisa dilihat pada bagian tiangnya yang tidak menancap ke tanah, melainkan justru menumpang atau bertumpu pada batu – batu datar yang ada di atas tanah. Dengan demikian maka getaran yang terjadi saat gempa tidak akan membuat rumah rubuh.

Selain itu tiap pertemuan antara tiang dan kaso besar yang ada pada rumah ini tidak disatukan dengan paku, tapi memakai pasak yang terbuat dari kayu. Hal ini bisa membuat rumah ini dapat bergerak dengan fleksibel walaupun diguncang dengan getaran gempa yang sangat kuat.

3. Kesenian Suku Minangkabau

@ejudy.duckdns.org
  • Tarian Pencak, merupakan tarian yang dilakukan oleh dua orang dengan gaya silat. Ada tiga jenis tarian pencak, yaitu tari Sewah, tari Alo Ambek, dan tari Galombang.
  • Tarian Perintang, merupakan tarian yang dimainkan oleh para pemuda Minang untuk perintang waktu. Tarian ini biasanya dimainkan di sawah saat musim panen atau pada acara tertentu. Yang termasuk dalam tarian perintang ini yaitu seperti tari piring, tari galuak, dan tari kerbau jalang.
  • Tarian Kaba, merupakan tarian yang mengangkat sebuah cerita (kaba) yang mana tarian ini lebih mengutamakan nyanyian dari gerakan tarinya.
  • Talempong, salah satu jenis alat musik khas Minangkabau yang terbuat dari kuningan. Talempong ini bentuknya bulat dengan bagian bawah yang berlubang serta dibagian atasnya terdapat sedikit tonjolan.
  • Saluang, alat musik tradisional Minangkabau yang terbuat dari talang, yaitu sejenis bambu namun lebih tipis. Untuk bisa memainkan Saluang ini tidak gampang sebab diperlukan teknik khusus yang disebut dengan manyisiahan angok atau menyisakan nafas. Dengan memakai teknik ini maka pemain saluang akan bisa meniup saluang dari awal hingga akhir lagu tanpa nafas yang terputus.
  • Rabab, merupakan salah satu alat musik khas Minangkabau yang mirip dengan biola. Dari bentuk dan cara memainkannya, alat musik Rabab ini memang sangat mirip sekali dengan alat musik biola. Selain menjadi alat musik, Rabab ini biasanya juga menjadi suatu kesenian tersendiri. Dimana kesenian Rabab ini biasanya berbentuk suatu cerita atau dendang yang diiringi dengan alat musik Rabab itu tadi. Dua aliran Rabab yang cukup terkenal yaitu adalah Rabab Pariaman dan Rabab Pasisia.
Related posts: