Sejarah Asgardia, Presiden, Kehidupan, Bentuk dan Biaya Daftar

Asgardia atau bisa juga disebut Space Kingdom of ini memiliki sejarah yang unik dan fakta menarik untuk kita telusuri lebih dalam. Asgardia merupakan sebuah proposal untuk pendirian negara oleh Igor Ashurbeyli, seorang pendiri Aerospace International Research Center serta ketua komite luar angkasa UNESCO. Proposal tersebut diajukan pada 12 Oktober 2016. Negara yang diusulkan bermaksud untuk membuka sebuah akses untuk ke luar angkasa dan diakui sebagai sebuah negara berdaulat.

Meski hanya sebatas konsep, Asgardia sudah ramai diburu banyak orang. Orang-orang tentu sangat tertarik mengingat negara Asgardia akan menjadi negara pertama di luar angkasa. Pendaftaran untuk menjadi warga negara Asgardia dibuka untuk warga negara manapun, termasuk Indonesia. Sampai bulan Juli 2017, pendaftar sudah mencapai 270.000 penduduk di bumi, 5.978 di antaranya adalah WNI.

Sejarah singkat Negara Asgardia

Sejarah Asgardia

Usulan proyek Negara Asgardia diumumkan pada 12 Oktober 2016. Tujuan proyek ini adalah menciptakan sebuah negara baru yang memungkinkan memiliki akses ke luar angkasa dan terbebas kendali dari negara-negara yang ada. Sebagai kerangka hukum ruang angkasa, Outer Space Treaty mewajibkan pemerintah untuk memberi wewenang serta mengawasi semua kegiatan di luar angkasa.

Dengan menciptakan sebuah negara, orang-orang yang berada di balik Asgardia berharap menghindari pembatasan yang ketat yang dikeluarkan oleh sistem saat ini. Istilah “Asgardia” sendiri dipilih sebagai referen ke salah satu dunia mitologi Norse yang dihuni para Dewa.

Para pendaftar sebagai warga negara Asgardia kemudian melamar ke Amerika Serikat untuk melakukan pengakuan sebagai negara bangsa. Sungguh luar biasa melihat bahwa lamaran yang masuk mencapai 100.000 lamaran dalam kurun waktu dua hari dan meningkat menjadi 500.000 dalam tiga pekan. Akan tetapi, setelah persyaratan mulai diperkenalkan, pendaftar berkurang menjadi 210.000.

Tujuan Dibangunnya Asgardia

Tujuan di bentuk asgardia

Fouronstate akan memberikan hal yang menjadi alasan rencana dibangunnya Negara Asgardia. Pertama, Negara Asgardia hadir dengan tujuan melindungi bumi dari ancaman objek luar angkasa seperti badai matahari, meteor, dan komet. Kedua, proyek ini akan menciptakan ilmu pengetahuan luar angkasa ke negara berkembang yang belum memiliki akses. Terakhir, Negara Asgardia bertujuan untuk menjamin kehidupan antariksa.

Presiden Negara Asgardia

Presiden asgardia

Dalam sebuah negara tentu dibutuhkan seorang pemimpin. Dalam hal ini, Negara Asgardia memerlukan seorang presiden. Igor Ashurbeyli, seorang pendiri Aerospace International Research Center serta ketua komite luar angkasa UNESCO, adalah yang bertanggung jawab dengan jabatan tersebut. Ashurbeyli resmi menjadi presiden setelah dilantik di Wina, Austria.

“Kini, saya mendeklarasikan bahwa Asgardia, sebagai negara luar angkasa pertama bagi ras manusia, telah lahir secara resmi. Tidak peduli apa yang akan terjadi di masa depan, momen bersejarah ini tidak akan pernah terlupakan,” begitulah ucapnya ketika dilantik sebagai presiden negara pertama di luar angkasa tersebut.

Acara pelantikan tersebut dilaporkan telah menghabiskan dana sekitar 2 juta USD atau setara hampir 29 miliar rupiah. Biaya tersebut hanya untuk menyewa sebuah tempat di Hofburg, bekas gedung pemerintahan di Wina. Yang masih menjadi pertanyaan adalah, apakah uang itu murni dari uangnya sendiri atau sudah ada seperti anggaran negara untuk hal itu.

Lihat Juga Cara Membuat PPT Menarik dan Keren Bisa Lewat Aplikasi Online HP

Dengan dilantiknya Ashurbeyli, maka siap tidak siap ia akan memimpin 200.000 orang dari berbagai negara sebagai rakyatnya. Pria berusia 54 tahun tersebut akan dibantu oleh 150 anggota parlemen Lembit Opik, seorang politisi asal Britania Raya, dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, lagu kebangsaan, konstitusi, dan wilayah juga sudah tersedia.

6 Fakta Menarik Tentang Negara Asgardia

fakta negara asgardia

  1. Istilah “Asgardia” Diambil dari Kota Dewa dalam Mitologi Nordik

Istilah “Asgardia” diambil dari sebuah nama untuk kota langit di bawah pemerintahan Dewa Odin. Negara ini akan menjadi sebuah percobaan ilmiah, teknologi, dan hukum yang dipimpin oleh Igor Ashurbeyli, seorang nanoscientist dari Rusia serta pemilik Aerospace International Research Center. Tujuan utamanya adalah mengembangkan teknologi ruang angkasa tanpa batas hukum dan politik duniawi.

  1. Semua Bisa Menjadi Warga Negara Asgardia

Mungkin Anda tertarik untuk merasakan hidup di luar angkasa. Negara Asgardia membuka pendaftaran untuk siapapun dan dari negara manapun, termasuk Indonesia. Yang perlu dilakukan hanyalah mengisi formulir berisikan nama, alamat email, negara asal, dan pernyataan bahwa Anda sudah berusia minimal 18 tahun.

Selanjutnya, rincian tentang kewarganegaraan akan dikirim ke Anda melalui surat elektronik. Negara Asgardia membentuk pemerintahan berdasar hukum. Di kemudian hari nanti, para Asgardian, sebutan untuk warga negara Asgardia, akan dimintai untuk turut ikut serta dalam memberikan suara kala perumusan dasar konstitusi negara ini.

  1. Tujuan Asgardia Adalah Menjadi Perisai Bumi

Mendirikan sebuah negara di luar bumi tidak berarti sudah tidak peduli lagi dengan bumi. Justru salah satu tujuan didirikannya negara Asgardia ini adalah melindungi bumi dari ancaman-ancaman benda luar angkasa seperti badai matahari, asteroid, meteor, dan lain-lain. Hal ini bisa dikatakan sebagai ide positif karena sampai saat ini sulit untuk mengatasi persoalan-persoalan yang membahayakan bumi tersebut.

  1. Belum Memiliki Wilayah

Karena masih berupa proyek dan bisa dikatakan masih menjadi angan-angan, negara Asgardia belum memiliki sebuah wilayah teritoris. Warga yang mendaftarkan sebagai Asgardian bisa menjadi warga negara tanpa harus meninggalkan rumah, cukup berperantara internet. Artinya, semua warga tetap di negaranya masing-masing dan sekaligus bisa menjadi warga negara Asgardia.

“Kami akan memulai dari sesuatu yang kecil dan akhirnya nanti orang-orang akan pergi ke sana, bekerja, membentuk aturan dan regulasi.” Begitulah kata direktur Institute of Air and Space Law di McGill University Kanada, yang terlibat dalam proyek  pendirian negara di luar angkasa tersebut. Itu berarti wilayah akan ada, meski tidak tahu kapan pastinya.

  1. Banyak orang Indonesia yang Sudah Mendaftar

Setidaknya sudah ada sekitar 2.609 warga negara Indonesia yang ikut mendaftar sebagai warga negara Asgardia. Data tersebut diambil dari suratkabar.id. Dengan jumlah pendaftar tersebut, Indonesia menempati urutan ke-18 di antara negara lain yang ikut mendaftar. Negara yang paling banyak mendaftar sebagai Asgardia adalah China dengan 32.464 pendaftar, diikuti Turki dengan 29.454 pendaftar.

  1. Asgardia Akan Seperti Wahana Luar Angkasa Raksasa

Negara Asgardia tidak akan mengambil tempat di bumi karena negara ini mengusung konsep negara di luar angkasa. Dari gagasan ini, tentu lokasi negara Asgardia akan berada di luar bumi, dengan wilayah seperti wahana luar angkasa raksasa. Hal ini tentu sangat menarik mengingat banyak orang yang penasaran tentang benda-benda di luar bumi.

Meski pendaftaran sebagai Asgardian dibuka untuk siapa saja, para perintis negara tersebut tetap menetapkan syarat bagi yang benar-benar ingin menjadi warga negara Asgardia. Salah satu syarat tersebut adalah pemerintah Asgardia tidak dapat merekrut warga negara yang tidak mau berbagi informasi data diri secara transparan. Selain itu, mereka juga tidak dapat mendaftarkan hewan untuk ikut.

Lambang Asgardia

lambang_negara_asgardia

Desain lambang nya pun sangat unik dan tidak banyak warna namun tetap memberikan kesan menarik dan unik.

Bagi yang sudah memenuhi syarat dan telah resmi menjadi warga negara Asgardia, mereka akan mendapatkan sertifikat Asgardia dan dengan itu mereka telah resmi menjadi Asgardian. Meski begitu, mereka tetap berstatus sebagai warga negara sebelumnya. Artinya, mereka memiliki status dwikewarganegaraan. Semoga membantu ya 🙂