Sejarah Kronologis Terjadinya Revolusi Perancis [Lengkap]

Posted on

Revolusi Perancis merupakan sebuah masa di mana terjadi gejolak politik dan sosial yang terjadi di Perancis. Revolusi Perancis ini tak hanya membawa dampak pada perubahan struktur sosial politik yang ada di Perancis saja, namun juga membawa dampak bagi negara – negara Eropa lain nya yang terkena dampak domino dari revolusi Perancis yang terjadi antara tahun 1789 – 1799 ini.

Kondisi sosial politik sebelum terjadi nya Revolusi Perancis ini di tandai dengan kekuasaan absolute yang pad aera tersebut di pegang oelh Raja Louis XIV. Dimana Raja Louis XVI ini melakukan pemborosan keuangan kerajaan di tengah krisis ekonomi yang melanda Perancis yang di akibatkan karena harus membiayai perang tujuh tahun melawan Inggris dan membantu Revolusi Amerika.

Revolusi Perancis akhir nya membuat Raja Louis XVI harus di eksekusi mati pada 21 Januari 1793. Eksekusi mati ini kemudian menyebabkan peperangan antara Perancis dengan negara Eropa yang lain.

Penyebab Terjadinya Revolusi Perancis

@history

1. Kebencian Rakyat Kepada Keluarga Kerajaan

Penyebab khusus terjadi nya revolusi Perancis yaitu adalah karena kebencian rakyat Perancis kepada keluarga kerajaan yang di anggap sebagai penyebab utama kehancuran ekonomi di Perancis.

2. Perlawanan Terhadap Absolutisme Kerajaan

Lord Acton mengatakan bahwa penguasa biasanya akan cenderung untuk korup. Sedangkan kekuasan tanpa batas sudah pasti akan melakukan tindakan korupsi. Hal inilah yang terjadi di Perancis menjelang revolusi.

Dimana Raja serta para aparatur nya sering bertindak semena – mena kepada rakyat nya baik itu dengan membebani mereka dengan pajak maupun dengan menghilangkan hak politik rakyat seperti dengan cara membungkam pemikiran-pemikiran kebebasan dan demokrasi.

Baca Juga :  Perbedaan Sakramen Katolik Dan Protestan

3. Pengaruh Revolusi Amerika

Revolusi yang terjadi di Amerika yang akhir nya memunculkan Amerika Serikat sebagai sebuah negara demokrasi juga menjadi salah satu pendorong untuk revolusi Perancis.

Jenderal Lafayette yang sebelum nya merupakan seorang pemimpin pasukan Perancis di dalam revolusi Amerika pulang kembali ke Perancis dan ia kemudian menyebarkan ide mengenai pembaharuan dan paham demokrasi yang di anggap jauh lebih baik di bandingkan dengan sistem monarki absolut yang di anut oleh Perancis waktu itu.

Kronologi Revolusi Perancis

@Rod D. Martin

1. Sidang Etats Generaux (Lembaga Perwakilan)

Di tahun 1789 raja Louis XVI mulai menghidupkan kembali Etats Generaux yang selama ini di nonaktifkan. Yang mana lembaga ini berfungsi sebagai lembaga perwakilan yang bertugas memutuskan kebijakan yang terkait dengan upaya penyelamatan perekonomian Perancis.

Namun rakyat biasa menganggap lembaga ini tidak efektif sebab mereka di anggap sebagai badan yang hanya memperjuangkan kepentingan golongan bangsawan dan gereja.

2. Dibentuknya Assemble Nationale

Ketidakpuasan rakyat biasa atua golongan bawah dalam pemungutan Etats Generaux ini kemudian menyebbakan mereka menarik diri untuk keluar dari lembaga tersebut dan mendirikan sebuah lembaga baru yang bernama Assemble Nationale.

Lembaga yang di bentuk pada 20 Juni 1789 ini akan membawa jalan lebih lebar menuju ke arah revolusi.

3. Penyerbuan Penjara Bastille

Para pemberontak mengincar sebagian besar senjata dan amunisi yang di yakini di simpan di dalam benteng dan penjara Bastille, yang di anggap sebagai simbol kekuasan monarki.

Akhir nya benteng dan penjara Bastille berhasil jatuh ke tangan para pemberontak. Setelah kejatuhan Bastille ini kemudian rakyat membentuk sebuah pemerintahan kota yang di beri nama pemerintah Commune Paris.

Baca Juga :  Sejarah HAM Di Indonesia [Sebelum dan Sesudah Merdeka]

4. Pembentukan Dewan Nasional

Kemudian di bentuklah sebuah dewan nasional dengan nama Asamblee Nationale Constituante. Kemudian dewan nasional ini menyusun sebuah deklarasi hak asasi manusia Perancis (1789 – 1791).

Di tanggal 27 Agustus 1789, dewan nasional ini mengumumkan tentang hak asasi manusia (Declaration des Droits de I’homme et du Ciyoyen) sebagai sebuah dasar dari pemerintahan yang baru. Di tanggal 14 Juli 1970 kemudian UUD Perancis sudah di sahkan. Dengan demikian maka pemerintahan Perancis berubah menjadi Monarki Konstitusional yang membatasi kekuasaan raja.

Yang mana hal ini mengharuskan raja Louis XVI untuk bersumpah serta melaksanakan UUD tersebut. Salah satu dokumen penting yang di hasilkan pada saat terjaid nya Revolusi Perancis yaitu adalah “Pernyataan Hak – Hak Asasi Mnausia dan Warga”.

Yang mana hak asasi manusia yang di anggap sudha ada dlaam diri manusia dan di miliki oleh manusia dan warga sejak lahir yaitu adalah sebagai berikut ini :

  1. Hak atas kemerdekaan pribadi
  2. Hak di perlakukan sama dengan hukum
  3. Hak kebebasan bertempat tinggal
  4. Hak atas milik pribadi
  5. Hak atas keamanan pribadi
  6. Hak untuk membela diri
  7. Hak kebebasan menyatakan pendapat
  8. Hak kebebasan memeluk agama

5. Perpecahan Rakyat Golongan Bawah

Setelah UUD disahkan, rakyta golongan bawah mulai mengalami perpecahan. Yang mana kelompok borjuis (pengusaha dan pedagang) tetap mempertyahankan bentuk pemerintahan monarki konstitusional Perancis, sedangkan rakyat jelata bergabung dengan partai montagne yang memilih tuntutan radikal yang menginginkan Perancis menjadi negara republik.

6. Pemerintahan Konvensi Nasional

Pemerintah konvensi nasional ini di pimpin oleh Robespierre yang pada masa pemerintahan nya menjalankan pemerintahan teror dengan melakukan serangkaian pembunuhan massal terhadap orang – orang yang menentang terjadi nya revolusi.

Baca Juga :  Perbedaan Nasrani Dan Kristen

Dimana banyak para kaum bangsawan yang di bunuh karen alasan tersebut, dan salah satu nya yaitu adalah raja Louis XVI yang juga di hukum mati.

Selain menghukum mati para kaum bangsawan, harta pribadi milik kaum bangsawan dan milik gereja juga di sita oleh pemerintah. Kemudian dalam melakukan upaya untuk menghadai serangan atau ancaman dari luar seperti perang, maka koalisi Robespierre kemudian memobilisasi rakyat untuk menjadi tentara hingga terkumpul sekitar 6 juta tentara.

7. Pemerintahan Konsulat

Pemerintahan konsulat yang berjalan di tahun 1799 – 1804 ini di rasa tidak efekti dan mendorong Napoleon untuk melakukan kudeta dengan cara membubarkan pemerintahan directoire 1799 dan menggantikan nya dengan sebuah pemerintahan baru yang bernama pemerintahan konsulat. Dimana di dalam pemerintahan konsulat ini Napolen Bonaparte mengangkat diri nya sendiri menjadi konsul pertama.

8. Kekaisaran Perancis

Kekaisaran Perancis yang di bubarkan oleh Napoleon menandai berakhir nya revolusi Perancis. Yang mana dalam revolusi Perancis ini mulai mengalami titik balik setelah Napoleon Bonaparte kemudian mengangkat diri nya sendiri sebagai kaisar Perancis yang di nobatkan oleh Paus Pius VII di tahun 1804. Setelah penobatan Napoleon Bonaparte ini maka pemerintahan Perancis kembali berbentuk monarki.