Sejarah Kerajaan Ternate dan Tidore Beserta Peninggalannya

Posted on

Di wilayah timur Indonesia, tepatnya di wilayah kepulauan Maluku pada jaman dahulu terdapat sebuah kerajaan Islam atau kesultanan Islam yang cukup besar sekali. Nama kerajaan itu adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Tentu kalian semua disini sudah tak asing lagi bukan dengan nama kerajaan yang dahulu pernah berkuasa di wilayah timur Indonesia ini bukan.

Keberadaan kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku ini bisa diketahui melalui beberapa peninggalannya yang bisa dilihat hingga sekarang ini. Lalu tahukah kalian semua tentang sejarah atau asal usul dari kerajaan Ternate dan Tidore ini? Dan apa saja peninggalan – peninggalan dari kerajaan Ternate dan Tidore yang masih bisa dilihat dan masih ada hingga sekarang ini?

Nah bagi kalian semua yang saat ini sedang mencari informasi tentang kerajaan Ternate dan Tidore, maka disinilah tempatnya. Sebab disini saya akan berikan sedikit informasi atau materi mengenai kerajaan Ternate dan Tidore dengan singkat, jelas, dan tentu saja mudah untuk dimengerti dan dipahami. Berikut ini materi tentang kerajaan Ternate dan Tidore, silahkan dibaca dengan teliti dan cermat ya supaya bisa menambah pengetahuan kalian semua.

Sejarah Kerajaan Ternate Dan Tidore

@travel.kompas

Pada sekitar abad ke 15, para pedangang dan para ulama yang berasal dari Malaka maupun dari pulau Jawa ini mulai bergerak menuju ke wilayah timur Indonesia, seperti menuju ke wilayah Sulawesi dan kepulauan Maluku untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam. Semenjak saat itulah muncul atau berdiri empat kerajaan Islam di wilayah Maluku.

Keempat kesultanan atau kerajaan Islam yang ada di Maluku tersebut yaitu adalah Kesultanan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Zainal Abidin (1486 – 1500), Kesultanan Tidore yang dipimpin oleh Sultan Mansur, Kesultanan Jailolo yang dipimpin oleh Sultan Sarajati, dan Kesultanan Bacan yang dipimpin oleh Sultan Kaicil Buko.

Baca Juga :  Biografi Soeharto

Kerajaan atau kesultanan Ternate dan Tidore ini letaknya berada di sebelah Pulau Halmahera yang ada di wilayah Maluku bagian utara. Kerajaan Ternate dan Tidore ini merupakan dua buah kerajaan yang pada waktu itu memiliki peran yang sangat menonjol dan cukup penting sekali di dalam menghadapi para penjajah asing yang mencoba untuk menguasai wilayah kepulauan Maluku pada waktu itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, kedua kerajaan inipun saling bersaing untuk memperebutkan wilayah kekuasaan politiknya di wilayah kawasan kepulauan Maluku. Seperti yang sudah kalian ketahui selama ini bahwa wilayah Maluku ini memang sangat kaya sekali akan berbagai macam hasil rempah – rempahnya seperti pala, cengkeh, kopi, dan masih banyak lagi. Sehingga tak heran jika kemudian wilayah kepulauan Maluku ini menjadi pusat perdagangan rempah – rempah pada waktu itu.

Wilayah Maluku bagian timur dan pesisir Irian (Papua) dikuasai oleh kerajaan Tidore, sedangkan sebagian besar wilayah Maluku, Gorontalo, Banggai, Flores, bahkan hingga ke Mindanao (Filipina) dikuasai oleh kerajaan Ternate pada waktu itu. Masa puncak kejayaan kerajaan Ternate ini terjadi pada masa kepemimpinan Sultan Baabullah, sedangkan masa puncak kejayaan kerajaan Tidore ini terjadi pada waktu masa pemerintahan Sultan Nuku.

Kedua kerajaan inipun juga bersaing di dalam hal perdagangan. Dari persaingan dalam hal perdagangan inilah yang kemudian melahirkan dua persekutuan dagang, yaitu :

1. Uli Lima (Persekutuan Lima Bersaudara) yang dipimpin oleh kesultanan Ternate. Wilayah kekuasannya meliputi Bacan, Seram, Obi, serta Ambon. Di jaman pemerintahan Sultan Baabulah kerajaan Ternate mencapai masa kejayaannya dan disebutkan bahwa wilayah kekuasannya waktu itu mencapai wilayah Filipina

Baca Juga :  Pencak Silat Di Indonesia

2. Uli Siwa (Persekutuan Sembilan Bersaudara) yang dipimpin oleh kesultanan Tidore. Wilayah kekuasaannya yaitu meliputi wilayah Halmahera, Jailalo, hingga sampai ke wilayah Papua. Kerajaan Tidore ini mengalami masa keemasan pada waktu dipimipin oleh Sultan Nuku

Penyebab Keruntuhan Kerajaan Ternate Dan Tidore

@kumpulansejarah-aris.blogspot

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa wilayah kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore ini merupakan wilayah yang sangat kaya sekali akan rempah – rempah, maka banyak para bangsa asing waktu itu yang tertarik dan sangat ingin untuk menguasai wilayah kepulauan Maluku ini. Karena pengaruh dari bangsa asing inilah yang juga menjadi salah satu penyebab runtuh nya dua kerajaan islam di kepulauan Maluku ini.

Kemunduran kerajaan Ternate dan kerajaan Tidore ini salah satunya disebabkan karena kedua kerajaan ini di adu domba oleh bangsa asing (Portugis dan Spanyol) yang mana kedua bangsa ini memiliki tujuan ingin memonopoli dan menguasai daerah penghasil rempah – rempah tersebut.

Setelah sultan Ternate dan sultan Tidore ini menyadari bahwa mereka sudah di adu domba oleh bangsa Portugis dan bangsa Spanyol, maka kemudian kedua kesultanan inipun akhirnya bersatu untuk mengusir bangsa Portugis dan Spanyol ini dari wilayah kekuasaan kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore.

Dan bangsa Portugis dan Spanyol pun akhirnya berhasil diusir dari wilayah tanah Maluku ini. Akan tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, sebab kemudian Belanda mendirikan suatu kongsi dagang yang diberi nama dengan VOC. Yang mana tujuan Belanda membentuk VOC ini yaitu adalah untuk memonopoli dan menguasai perdagangan rempah – rempah yang ada di wilayah Indonesia waktu itu, tak terkecuali juga dengan wilayah kepulauan Maluku.

Baca Juga :  Biografi Soichiro Honda Lengkap : Pencipta Merk Honda

Yang mana kemudian wilayah kesultanan Ternate dan Tidore inipun pada akhirnya berhasil dikuasai dan  ditaklukkan oleh Belanda. Sehingga semenjak saat itulah wilayah kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore ini menjadi wilayah kekuasaan Belanda. Dan semenjak saat itulah kekuasaan kesultanan Ternate dan kesultanan Tidore di kepulauan Maluku berakhir.

Peninggalan Kerajaan Ternate dan Tidore

Berikut ini adalah beberapa peninggalan dari kerajaan Ternate dan Tidore.

1. Kompleks Istana, Masjid, dan Makam Kesultanan Ternate

@galeriwisata.wordpress

Istana peninggalan kesultanan Ternate ini terletak satu kompleks dengan masjid Jami Ternate yang secara administratif terletak di Soa-Siu, Kelurahan Letter C, Kodya Ternate, Kabupaten Maluku Utara.

2. Kompleks Makam Bukit Foramadyahe

@alif.id

Kompleks makam ini merupakan tempat makam dari Sultan Khairun dan Sultan Baabulah.

3. Benteng Kerajaan Ternate

@triptrus

Benteng ini dibangun di tahun 1540 oleh seorang panglima Portugis yang mendarat di Ternate yang bernama Fransisco Serao.

4. Benteng Tore

@noviabmustafa.blogspot

Benteng Tore ini merupakan sisa peninggalan dari bangsa Portugis dan Belanda.

5. Keraton Tidore

@sejarahlengkap

Keraton Tidore ini di dirikan atau dibangun oleh Sultan Muhammad Taher di tahun 1812 pada masa pemerintahan Sultan Syahjuan T.

Related posts: