Sejarah Kerajaan Mataram Kuno [Raja dan Peninggalan]

Posted on

Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan Hindu yang terbesar yang ada di pulau Jawa. Kerajaan Mataram Kuno ini sering kali juga disebut dengan nama kerajaan Medang. Dimana kerajaan Mataram Kuno ini berdiri sekitar pada abad ke 8 di wilayah Jawa bagian tengah.

Selama waktu kekuasaannya setidaknya kerajaan Mataram Kuno ini telah diperintah oleh sebanyak 3 (tiga) wangsa atau dinasti yang pernah memegang kendali dan kekuasaan atas kerajaan Mataram Kuno ini. Ketiga dinasti atau Wangsa tersebut yaitu adalah Wangsa Syailendra, Wangsa Isana, dan Wangsa Sanjaya.

Wangsa Sanjaya merupakan pemeluk agama Hindu yang beraliran Syiwa, sedangkan Wangsa Syailendra merupakan seorang pemeluk agama Budha, dan Wangsa Isana merupakan sebuah wangsa baru yang didirikan oleh Mpu Sindok. Kerajaan Mataram Kuno ini juga memiliki banyak sekali peninggalan sejarah yang masih ada dan bisa kita lihat hingga saat ini.

Kerajaan Mataram Kuno ini juga termasuk salah satu kerajaan besar yang pernah memerintah di Pulau Jawa pada masanya. Selain itu kerajaan Mataram Kuno ini juga dikenal sebagai kerajaan yang sangat subur dan makmur rakyatnya, hal ini karena kerajaan Mataram Kuno ini lokasinya dekat dengan wilayah pegunungan dan juga dilewati oleh banyak sungai sehingga menjadikannya wilayah yang subur dan makmur.

Mau tahu lebih tentang kerajaan Mataram Kuno ini? Berikut akan saya berikan informasi lengkap mengenai kerajaan Mataram Kuno ini.

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

@goingtotehran

Kerajaan Mataram Kuno ini terletak di daerah sekitar sungai Progo elo, Bogowonto, dan Bengawan Solo di wilayah Jawa tengah bagian selatan. Keberadaan kerajaan Mataram Kuno ini bisa kita ketahui melalui Prasasti Canggal yang bertuliskan angka 732 Masehi. Prasasti ini menjelaskan bahwa Kerajaan Mataram Kuno ini pada mulanya dipimpin oleh Sana.

Baca Juga :  Sejarah Suku Minangkabau [Kebudayaan dan Ciri - Ciri]

Setelah Sana meninggal, maka kekuasaannya digantikan oleh keponakannya, yaitu Sanjaya. Pada waktu itu juga berdiri sebuah dinasti baru yang bernama Dinasti Syailendra yang menganut agama Budha.

Keberadaan Dinasti Syailendra ini menyingkirkan keberadaan Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu di wilayah Jawa bagian tengah. Akhirnya untuk memperkuat dan memperluas wilayah kekuasaannya kedua dinasti ini pun sepakat untuk bergabung. Dan akhirnya membentuk sebuah dinasti baru yang diberi nama Kerajaan Mataram Kuno ini.

Kerajaan Mataram Kuno ini sangat terkenal sekali akan keahliannya dalam membuat candi. Selain itu rakyat kerajaan Mataram Kuno ini juga pandai dalam membuat produk rumah tangga yang berasal dari tembaga dan besi, serta barang – barang lain nya. Pada masa kekuasaan Mpu Sindok sekitar abad ke 10, Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan kerajaan Medang atau kerajaan Mataram KUno ini ke wilayah Jawa Timur.

Dan disana Mpu Sindok mendirikan sebuah dinasti baru yang diberi nama Wangsa Isana. Dan hal inilah yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Mataram Kuno ini. Selain itu juga karena krisis politik serta banyaknya perang saudara yang terjadi pada sekitar tahun 927 hingga 929 M ini juga menjadi penyebab akan runtuhnya kerajaan Mataram Kuno ini.

Raja Mataram Kuno

@usaha321.net

Berikut ini adalah daftar nama raja – raja yang pernah berkuasa dan memerintah di kerajaan Mataram Kuno.

1. Sanjaya

2. Rakai Panangkaran

3. Rakai Panunggalan (Dharanindra)

4. Rakai Warak (Samaragrawira)

5. Rakai Garung (Samaratungga)

6. Rakai Pikatan

7. Rakai Kayuwangi (Dyah Lokapala)

8. Rakai Watuhumalang

9. Rakai Watukura Dyah Balitung

Baca Juga :  Pengertian dan Ciri-Ciri Ideologi Sosialisme

10. Mpu Daksa

11. Rakai Layang Dyah Tulodong

12. Rakai Sumba Dyah Wawa

13. Mpu Sindok

14. Sri Lokapala

15. Makuthawangsawardhana

16. Dharmawangsa Teguh

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram KUno ini banyak meninggalkan jejak setelah keruntuhannya. Dari beberapa peninggalannya yang paling banyak yaitu adalah yangberupa candi dan juga prasasti. Berikut ini beberapa peninggalan kerajaan Mataram Kuno.

1. Prasasti Canggal

@situsbudaya.id

Prasati Canggal ini merupakan sebuah prasasti yang berbentuk atau bertuliskan Candrasangkala. Prasati Canggal ini ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir yang berada di desa Canggal. Prasati Canggal ini memiliki angka tahun 732 Masehi.

2. Prasasti Kalasan

@anangpaser.wordpress

Prasasti Kalasan ini ditemukan di daerah sekitar desa Kalasan, Yogyakarta. Prasati ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan memakai huruf Pranagari. Prasati ini memiliki angka tahun 778 Masehi.

3. Prasasti Klurak

@id.wikipedia.org

Prasati Klurak memiliki angka 782 Masehi. Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Pranagari. Prasasti ini ditemukan di sekitar kawasan Prambanan. Di dalam prasasti Klurak ini menceritakan tentang pembangunan arca Manjusri oleh Raja Indra yang mempunyai fgelar Sri Sanggramadananjaya.

4. Candi Borobudur

@news.detik

Candi Borobudur merupakan salah satu candi yang di bangun pada masa kerajaan Mataram Kuno. Candi Budha ini terletak di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur ini menjadi salah satu Candi Budha terbesar dan termegah yang ada di dunia. Dan Candi Borobudur ini juga termasuk ke dalam situs warisan budaya UNESCO.

Candi ini memiliki bentuk seperti stupa. Dimana candi Borobudur ini di bangun oleh para penganut kepercayaan Budha Mahayana sekitar tahun 800 an Masehi pada waktu kekuasaan Wangsa Syailendra.

Candi Borobudur ini terdiri atas 6 (enam) teras dengan bentuknya yang menyerupai bujur sangkar, sedangkan pada bagian atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Di bagian dindingnya dihiasai dengan panel relief yang jumlahnya mencapai sekitar 2672.

Baca Juga :  Ucapan Hari Lahir Pancasila dan Sejarahnya [+10Gambar]

5. Candi Gedong Songo

@kembangwisata

Candi Gedong Songo merupakan sebuah area bangunan candi yang berasal dari kebudayaan Hindu pada masa kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terletak di desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesuai dengan namanya, kompleks candi gedong songo ini memiliki 9 buah candi. Candi gedong songo ini di bangun pada masa kekuasaan Wangsa Syailendra sekitar abad ke 9 Masehi.

6. Candi Sewu

@kembangwisata

Candi Sewu terletak di wilayah Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi Sewu ini merupakan salah satu candi yang bercorak Budha peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi Sewu ini di bangun pada sekitar abad ke 8 Masehi. Candi ini merupakan kompleks candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.

Pada kompleks candi sewu ini sebenarnya hanya terdapat sekitar 249 candi yang ada di dalamnya. Namun oleh masyarakat sekitar dinamakan candi Sewu karena berdasarkan dengan cerita Roro Jonggrang.

7. Candi Mendut

@magelangonline

Candi Mendut juga merupakan candi yang bercorak Budha peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terletak di kawasan kota Mungkid, kabupaten Magelang atau sekitar 3 km jaraknya dari kompleks Candi Borobudur. Candi Mendut ini di bangun pada masa kekuasaan dinasti Syailendra.

Related posts: