Sejarah Kerajaan Buleleng Dan Dinasti Warmadewa Beserta Peninggalannya

Posted on

Pulau Dewata atau pulau Bali merupakan salah satu pulau yang menyimpan berbagai macam keindahan alam. Tak hanya memiliki keindahan alam yang mempesona dan memukau, namun pulau Bali ternyata juga memiliki sejarah yang sangat panjang dan cukup menarik untuk dipelajari.

Jauh di jaman dahulu kala sebelum pulau Bali menjadi tempat wisata favorit di dunia seperti sekarang ini, ada beberapa kerajaan yang bisa di bilang cukup besar dan cukup berpengaruh yang tumbuh dan berkembang di pulau Bali ini.

Kerajaan yang ada di pulau Bali yang cukup terkenal yaitu adalah kerajaan Buleleng dan Dinasti Wangsa Warmadewa. Ya, memang kerajaan Buleleng maupun Dinasti Wangsa Warmadewa ini tidaklah sebesar dan sehebat kerajaan yang ada di Nusantara di masa silam seperti halnya kerajaan Majapahit, Singasari, Sriwijaya, ataupun kerajaan-kerajaan lainnya.

Namun tetap bagi rakyat Bali hal ini merupakan sebuah sejarah yang harus mereka pelajari dan tak boleh dilupakan begitu saja. Nah bagi kalian semua yang ingin tahu lebih dalam tentang Kerajaan Buleleng dan Dinasti Wangsa Warmadewa, silahkan perhatikan dan simak degan baik penjelasan atau sedikit materi di bawah ini tentang kerajaan Buleleng dan Dinasti Wangsa Warmadewa.

Kerajaan Buleleng

@id.wikipedia

1. Kehidupan Sosial

Kerajaan Buleleng merupakan kerajaan tertua yang ada di pulau Bali yang berdiri sekitar pertengahan abad ke 17. Kerajaan Buleleng ini berpusat di Buleleng, Bali bagian utara. Karena letaknya yang berada di pesisir maka hal ini yang menyebabkan kerajaan Buleleng banyak disinggahi oleh kapal-kapal para pedagang yang berasal dari Jawa maupun Sumatra.

Para rakyat kerajaan Buleleng ini memiliki sebuah adat istiadat yang hampir sama dengan adat istiadat orang-orang Kaling. Diantaranya yaitu seperti menulis di daun lontar dan tradisi ngaben.

Baca Juga :  Biografi Jendral Sudirman : Panglima Besar Masa Revolusi

2. Kehidupan Politik

Kerajaan Buleleng di dirikan oleh I Gusti Ngurah Panji, yang mana kekuasaan kerajaan Buleleng ini dahulu meluas hingga ke wilayah Blambangan yang ada di ujung timur pulau Jawa. Setelah I Gusti Ngurah Panji meninggal di tahun 1704, kerajaan Buleleng mengalami kemunduran.

Pada tahun 1723 kerajaan Buleleng dikuasai oleh kerajaan Mengwi tapi pada akhirnya berhasil kembali lagi sebagai kerajaan Buleleng di tahun 1752. Tapi pada tahun 1780 kerajaan Buleleng dikuasai oleh kerajaan Karangasem.

Di tahun 1846 kerajaan Buleleng diserang oleh Belanda sebanyak tiga kali. Hal ini yang pada akhirnya membuat kerajaan Buleleng bisa ditaklukkan oleh Belanda dan akhirnya kerajaan Buleleng dikuasai oleh pemerintahan kolonial Belanda di tahun 1849.

3. Peninggalan Kerajaan Buleleng

@travelingyuk

Kerajaan Buleleng memiliki beberapa peninggalan sejarah yang ada, diantaranya yaitu adalah seperti berikut ini :

  • Prasasti Blanjong
  • Prasasti Panempahan
  • Prasasti Melatgede
  • Pura Tirta Empul
  • Pura Penegil Dharma

Dinasti Warmadewa

@id.wikipedia

1. Kehidupan Sosial

Kata Warmadewa berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti sebagai Dewa Pelindung atau Dilindungi Dewa. Dinasti Warmadewa ini di dirikan oleh Sri Kesari Warmadewa sekitar abad ke 9 atau 10.

Sri Kesari Warmadewa atau yang dikenal juga dengan nama Dalem Selonding ini adalah seorang keturunan bangsawan dari kerajaan Sriwijaya yang gagal dalam menaklukan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Karena ia gagal menaklukan kerajaan Tarumanegara, maka ia pun memilih untuk pergi ke Bali dan mendirikan sebuah kerajaan di wilayah Buleleng.

2. Kehidupan Politik

Di tahun 989-1011 Dinasti Warmadewa ini diperintah oleh Udayana Warmadewa, ia memiliki 3 orang anak yaitu Airlangga, Marakatapangkaja, dan Anak Wungsu. Berdasarkan dengan prasati yang ada di pura batu Madeg, raja Udayana ini memiliki hubungan yang erat dengan Dinasti Isyana yang ada di Jawa Timur pada waktu itu. Adapun raja-raja atau dinasti yang pernah memerintah di Dinasti Warmadewa yaitu adalah sebagai berikut :

  • Raja Sri Uga Sena
  • Raja Sri Kesari Warmadewa
  • Raja Candrabhayasinga Warmadewa
  • Raja Dharma Udayana Warmadewa
  • Raja Marakat
  • Raja Anak Wungsu
  • Sri Maha Raja Seri Walaprabu
  • Sri Maha Raja Sri Sukalendukirana
  • Sri Suradhipa
  • Sri Jayasakti
  • Raja Jayapangus
  • Raja Sri Astasura Ratna Bhumi Banten
Baca Juga :  Isi Prasasti Canggal serta Penjelasannya Lengkap

3. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi rakyat Dinasti Warmadewa ini bertumpu pada sektor pertanian. Dimana telah terjadi sebuah perkembangan yang sangat pesat sekali di Dinasti Warmadewa ini. Selain mengandalkan pertanian, kegiatan ekonomi rakyat Dinasti Warmadewa ini juga bertumpu pada perdagangan.

Dimana perdagangan antar pulau yang ada di wilayah Dinasti Warmadewa ini sudah cukup maju dan cukup berkembang. Hal ini ditandai dengan banyaknya saudagar atau pedagang yang berasal dari pulau Jawa maupun pulau Sumatra yang bersandar serta melakukan kegiatan perdagangan dengan penduduk Dinasti Warmadewa.

4. Kehidupan Agama

Agama yang berkembang di Dinasti Warmadewa yaitu adalah agama Hindu Syiwa.Namun pada masa pemerintahan Janasadhu Wramadewa pegaruh kebudayaan dan agama Buddha mulai berkembang di wilayah Dinasti Warmadewa dan juga di Buleleng.

Di masa pemerintahan Raja Udayana, kedua agama yang dominan di wilayah Dinasti Warmadewa yaitu adalah agama Hindu dan Buddha, yang mendapatkan perhatian khusus dari pemimpin Dinasti Warmadewa kala itu.

Namun selain kedua agama yang dominan di wilayah Dinasti Warmadewa, yaitu Hindu dan Buddha ternyata ada juga beberepa sekte-sekte kecil yang hidup dan berkembang diantara rakyat Dinasti Warmadewa.

Sekte atau kelompok-kelompok kecil tersebut menyembah dewa-dewa tertentu yang berbeda dari dewa-dewa yang ada di dalam agama Hindu maupun Buddha, misalnya yaitu seperti sekte Ganapatya yang menyembah dewa Gana dan sekte Sora yang menyembah dewa Matahari.

Baca Juga :  Misteri Pembunuh Berantai Dari Zodiac Killer

5. Peninggalan Dinasti Warmadewa

@baliterkini

Dinasti Warmadewa juga meninggalkan beberapa jejak sejarah yang bisa kita ketahui hingga sekarang ini. Berikut adalah beberapa peninggalan dari Dinasti Warmadewa.

  • Prasasti Sanur (917 M)

Prasasti Sanur ini di buat atau dikeluarkan oleh Wangsa Warmadewa diatas sebuah lempengan tembaga (Tamra Prasasti). Yang mana di dalam prasasti Sanur ini diceritakan atau dituliskan bahwa makam dari anak Wungsu ini berada di wilayah Gunung Kawi. Dan Tampak Siring adalah anak dari Raja Udayana yang merupakan adik dari Airlangga.

  • Prasati Kalkuta, India (1024 M)

Prasasti Kalkuta ini menceritakan tentang asal usul dari Raja Airlangga, yang merupakan keturunan dari raja-raja Bali yang berasal dari Dinasti Warmadewa. Dituliskan bahwa Raja Airlangga ini merupakan anak dari pernikahan antara Raja Udayana dan Mahendratta.

  • Candi Gunung Kawi (Tampak Siring)

Candi Gunung Kawi yang ada di Tampak Siring ini di buat pada masa pemerintahan Anak Wungsu, yang mana kompleks candi Gunung Kawi ini merupakan sebuah pendarmaan dari raja-raja Bali.

Related posts: