Gambar dan Sejarah Burung Garuda Beserta Makna Pancasila Lengkap

Gambar garuda – yang asli sendiri sudah bisa dikatakan spesial bagi bangsa Indonesia bukan hanya karena gambar yang bagus namun ada Alasan kenapa burung tersebut spesial adalah karena burung garuda adalah burung yang terdapat dalam lambang negara Indonesia, yakni pancasila. Pancasila adalah konstitusi tertinggi dari negara Indonesia dan memiliki filosofi yang sangat dalam.

Setiap lambang negara tentu memiliki sejarahnya masing-masing. Setiap unsur mulai dari bentuk, warna, dan simbol-simbol yang terkandung di dalamnya pasti sudah dipikirkan matang-matang oleh orang yang merumuskan lambang negara tersebut. Maka dari itu, lambang negara pasti akan dilindungi habis-habisan oleh rakyat karena merendahkan lambang negara sama dengan merendahkan bangsa tersebut. Demikian pula yang terjadi pada burung Garuda Pancasila.

Sejarah Burung Garuda Pancasila

Sejarah-Garuda-Pancasila
Sumber : Dari Instagram

Lambang negara Indonesia adalah burung garuda dengan kepala menoleh ke kanan, berperisai dengan bentuk menyerupai jantung, dan kakinya mencengkeram sebuah pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Lambang ini disempurnakan oleh presiden Indonesia, Soekarno, yang sebelumnya dirancang oleh Sultan Hamid II dan disahkan pemaikannya sebagai lambang negara pada sidang kabinet Republik Indonesia Serikat pada tanggal 11 Februari 1950.

Dalam berbagai kisah di daerah Jawa dan Bali, burung garuda sering muncul. Burung garuda dalam beberapa kisah menggambarkan pengetahuan, kekuatan, kebajikan, keberanian, dan disiplin. Garuda juga mempunyai sifat Wishnu sebagai penjaga tatanan alam semesta. Dalam tradisi Bali, burung garuda amat dimuliakan sebagai rajanya para burung. Berlatar belakang inilah kenapa di Indonesia burung garuda adalah burung yang mulia.

Setelah perang kemerdekaan pada tahun 1945-1949, disusul oleh pengakuan kedaulatan Indonesia oleh pihak Belanda lewat KMB pada 1949, Indonesia perlu untuk memiliki lambang negara. Kemudian, tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah sebuah panitia yang bernama Panitia Lencana Negara yang berada di bawah koordinator menteri Zonder Prto Folio Sultan Haid II.

Dalam panitia ini, Muhammad Yamin bertugas sebagai ketua, sedangkan anggotanya berjumlah tiga orang, yakni Ki Hajar Dewantara, Moh. Natsir, R. M. Ng Poerbatjaraka, dan M. A. Pellaupessy. Panitia ini memiliki tugas untuk menyeleksi usulan rancangan lambang negara yang kemudian dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Pada 8 Februari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Sultan Hamid II diajukan kepada presiden Indonesia, Soekarno. Rancangan tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi supaya dipertimbangkan kembali karena ada keberatan terhadap gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang sedang memegang perisai. Ini dianggap terlalu bersifat mitologis.

Sultan Hamid II pun menyempurnakannya dan kembali mengajukan rancangannya sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila yang kemudian disingkat menjadi Garuda Pancasila. Soekarno lalu menyerahkan rancangan itu kepada kabinet RIS melalui Muhammad Hatta sebagai perdana menteri kala itu.

Pada tanggal 11 Februari 1950, rancangan lambang negara ciptaan Sultan Hamid II akhirnya diresmikan dalam Sidang Kabinet RIS. Kala itu bentuk kepala rajawali garuda pancasila masih gundul dan tidak memiliki jambul seperti sekarang. Soekarno kemudian memperkenalkan lambang negara itu kepada khalayak umum pada 15 Februari 1950.

Tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan seorang pelukis istana yang bernama Dullah untuk melukis kembali rancangan tersebut, setelah sebelumnya posisi cakar yang mencengkeram pita berubah posisi dari semula di belakang menjadi di depan pita dan penambahan jambul. Menurut Soekarno, kepala garuda yang gundul menyerupai lambang negara AS, Bald Eagle.

Baca Juga Burung Lovebird, Ternak, Jenis, Harga, Kandang dan Membuat Konslet

Terakhir, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk akhir gambar lambang negara, yaitu dengan penambahan skala ukuran dan tata warna gambar lambang tersebut. Rancangan terakhir ini kemudian dibuatkan patung besar menggunakan bahan perunggu berlapis emas yang disimpan di ruangan Kemerdekaan Monumen Nasional.

Makna Gambar Lambang Burung Garuda Pancasila

Makna lambang garuda
Credit poto : Instagram
  1. Makna Lambang Burung Garuda

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, burung garuda merupakan burung yang sudah dikenal dalam mitologi kuno sejarah nusantara, yaitu merupakan tunggangan Dewa Wishnu dengan wujud menyerupai elang rajawali. Warna keemasan pada burung Garuda mengambarkan kejayaan dan keagungan. Garuda mempunyai paruh, sayap, ekor, dan cakar yang menyimbolkan kekuatan dan tenaga pembangunan.

Jumlah bulu pada burung garuda menggambarkan tanggal, bulan, dan tahun proklamasi kemerdekaan. Pada sayap terdapat 17 bulu yang menggambarkan tanggal 17. Kemudian, pada ekor terdapat bulu berjumlah 8 yang menggambarkan bulan delapan, yakni bulan Agustus. Terakhir, bulu pada leher berjumlah 45 yang melambangkan tahun 45.

  1. Makna Lambang Perisai

Perisai melambangkan perlindungan. Pada tengah perisai terdapat garis tebal berwarna hitam yang menggambarkan garis khatulistiwa, yakni  letak Indonesia. Dalam perisai terdapat lima ruang yang melambangkan lima sila dalam pancasila. Pancasila adalah ideologi bangsa. Hal itu berarti ideologi tersebut dilindungi oleh sebuah perisai.

Ruang pertama pada perisai adalah gambar bintang yang melambangkan cahaya Tuhan. Ruang kedua terdapat rantai emas yang melambangkan hubungan saling membantu antarmanusia. Ruang selanjutnya adalah pohon beringin yang menggambarkan kesatuan dan persatuan. Pada ruang keempat terdapat kepala banteng yang berarti musyawarah. Terakhir, ruang diisi dengan padi dan kapas yang menyimbolkan kesejahteraan.

  1. Pita yang Bertulis Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”

Cakar burung garuda mencengkeram dengan erat sebuah pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini sangat menekankan terhadap persatuan. Indonesia terdiri dari berbagai suku dan budaya. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak boleh sampai menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadikan satu, karena semua adalah satu bangsa.

Makna Warna pada Garuda Pancasila

  1. Makna Warna pada Garuda Pancasila

Warna-warna yang digunakan dalam burung Garuda Pancasila juga memiliki makna tersendiri. Warna putih memiliki arti kemurnian, kesucian, dan kebenaran. Warna hitam memiliki makna keabadian. Warna hijau berarti kemakmuran, kesejahteraan, dan kesuburan. Warna kuning berarti kebebasan dan keluhuran. Warna merah memiliki arti keberanian.

  1. Letak Warna Pada Bagian-bagian Garuda Pancasila

Selain pemilihan warna, ternyata warna pada setiap bagian Garuda Pancasila tidak boleh diletakkan asal-asalan karena sudah memiliki makna tersendiri. Mengubah warna pada bagian-bagian tersebut sama seperti mengubah apa yang sudah dirumuskan oleh orang-orang terdahulu mengenai Garuda Pancasila. Maka dari itu, peletakan warna ini sangat perlu diperhatikan.

Warna hitam menjadi warna yang digunakan dalam kepala banteng, warna perisai, dan warna dasar garis tengah perisai. Selain itu warna hitam juga dipakai untuk tulisan “Bhinneka Tunggal Ika”. Warna merah digunakan untuk warna perisai bagian kanan bawah dan kiri atas pada Garuda Pancasila. Warna putih dipakai pada perisai kiri bawah dan kanan atas serta pita yang dicengkeram. Terakhir, warna kuning digunakan untuk bintang, rantai, kapas, dan padi.

Lagu Garuda Pancasila

Logo Garuda Pancasila

Tidak hanya dijadikan sebagai lambang ideologi negara, burung Garuda Pancasila juga dijadikan lagu nasional. Lagu ini diciptakan oleh Sudharnoto. Tema utama lagu ini adalah tentang luhurnya ideologi bangsa. Berikut ini adalah lirik lagu yang berjudul Garuda Pancasila.

Garuda pancasila akulah pendukungmu

Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku, ayo maju maju, ayo maju maju, ayo maju maju. Itulah arti dari burung garuda semoga bisa memberikan pengalaman buat kalian.