Proses Terjadinya Tsunami

Posted on

Tsunami pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian semua kan? Ya, tsunami merupakan salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi dan sering kali menimbulkan kerusakan yang parah dan juga mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Bisa dikatakan bahwa tsunami merupakan salah satu jenis bencana alam yang paling berbahaya di muka bumi ini. Bagaimana tidak, kekuatan gelombangnya yang dahsyat bisa menyebabkan apa saja yang ada di sekitarnya hanyut terbawa dan tenggelam.

Proses Tahapan Terjadinya Tsunami

@liputan6.com

Kata tsunami sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu dari kata “tsu” yang berarti “pelabuhan” dan kata “name” yang berarti gelombang. Sehingga definisi tsunami bisa diartikan sebagai sebuah gelombang besar di pelabuhan. Tsunami merupakan suatu perpindahan badan air yang disebabkan oleh adanya perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.

Perubahan dari permukaan air laut ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor diantaranya seperti adanya gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi yang berada di dekat laut, longsor yang terjadi di bawah laut, maupun hantaman dari meteor yang terjadi di laut.

Di dalam laut, gelombang tsunami bisa merambat dengan kecepatan 500-1000 kilometer per jam yang mana kecepatannya setara dengan kecepatan sebuah pesawat terbang. Saat mendekati pantai kecepatan dari gelombang tsunami akan menurun hingga 30 kilometer per jam, tapi ketinggiannya meningkat menjadi puluhan meter.

Tsunami bisa merusak apa saja yang dilaluinya. Kerusakan bangunan dan timbulnya korban jiwa akibat tsunami ini karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami tersebut. Khusus untuk tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di dasar laut, biasanya akan terjadi dan menyebabkan gelombang tsunami apabila kekuatan dari gempa bumi tersebut mencapai angka sekitar 7 skala richter.

Artikel Terkait : Contoh Surat Pengunduran Diri (Resign) Yang Baik

Baca Juga :  Pengertian Silogisme [Rumus dan Contoh]

Negara Indonesia dan negara Jepang menjadi salah satu negera yang sering dilanda tsunami. Hal ini tentu karena disebabkan wilayah dari negara Indonesia dan Jepang yang sebagian besar wilayahnya adalah kepulauan. Dan kedua negara ini juga dilalui oleh beberapa samudera dan lempeng bumi yang ada di sekitar wilayah negara ini.

Lalu tahukah kalian mengenai bagaimana tsunami ini bisa terjadi dan seperti apa proses terjadinya tsunami hingga bisa menciptakan sebuah gelombang yang besar yang dapat meluluh lantahkan apa saja yang dilewatinya? Disini akan saya berikan sedikit penjelasan dan materi untuk kalian semua mengenai bagaimana proses terjadinya tsunami.

Begini Proses Terjadinya Tsunami

@blog.act.id

Menurut catatan kebencanaan, tsunami mayoritas disebabkan karena adanya aktivitas seismik yang terjadi di bawah samudera. Yaitu dengan kata lain bisa dikatakan bahwa 90% tsunami diakibatkan karena adanya gempa bumi yang memiliki pusat di bawah laut atau samudera. Dan 10% tsunami yang lainnya bisa saja disebabkan oleh hal lain atau faktor lain yaitu seperti letusan gunung berapi, longsor yang terjadi di dasar laut, dan lain sebagainya.

Pada lantai samudera yang terdiri dari beberapa potongan lempeng-lempeng dunia ini akan berubah bentuknya dengan tiba-tiba pada saat terjadi tsunami. Pada saat sisi patahan lempeng ini bertubrukan maupun bersubduksi antara satu dengan yang lainnya, maka volume air yang ada diatas zona patahan akan mendapatkan pelepasan energi yang berasal dari proses tubrukan tersebut dan merubah volume air pada keseimbangannya secara tiba-tiba.

Pada area tengah samudera yang letaknya sangat jauh dari pesisir, pelepasan energi yang terjadi pada volume air laut ini mempunyai tinggi gelombang yang cukup kecil tapi dengan kecepatan dan dayanya yang sangat luar biasa besarnya. Dari tengah samudera, energi gelombang yang tercipta ini kemudian akan merambat dengan kecepatan mencapai ratusan kilometer per jam nya.

Sampai pada akhirnya akan mendekati wilayah pesisir dan akan berubah menjadi sebuah gelombang tinggi namun kecepatannya lebih rendah dan masih memiliki kekuatan dan daya rusak yang sangat kuat. Apabila titik tsunami berada di dasar tengah samudera, maka gelombang tsunami rata-rata hanya akan mempunyai ketinggian sekitar 1 meter tapi memiliki kecepatan yang sangat ekstrim yang dapat mencapai 800 kilometer per jam. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa gelombang tsunami ini sangat sulit dideteksi di lokasi dalam samudera.

Kemudian pada saat akan mendekati pesisir atau daratan maka energi dari gelombang tsunami ini kecepatannya akan berkurang secara drastis dan semakin mendekati wilayah pesisir kecepatannya hanya akan menjadi sekitar 80 kilometer per jam nya. Tapi kekuatan daya rusak dan ketinggian dari gelombang tsunami tersebut akan meningkat secara drastis.

Pada saat memasuki wilayah pesisir pantai gelombang tsunami akan merayap masuk ke dalam daratan jauh dari garis pantai dengan wilayah jangkauannya yang mencapai ratusan meter bahkan ada yang hingga dapat mencapai beberapa kilometer. Tsunami ini juga tidak selalu disebabkan oleh aktivitas seismik seperti gempa bumi yang terjadi di dasar laut saja, namun tsunami ini juga bisa dipicu oleh beberapa faktor lainnya.

Artikel Terkait : Contoh Daftar Isi Skripsi

Baca Juga :  Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris

Salah satu faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya gelombang tsunami yaitu adalah adanya letusan gunung berapi yang sangat hebat dan dahsyat. Pada saat terjadi sebuah letusan gunung berapi terutama gunung berapi yang letaknya berada di dekat lautan, maka material yang keluar pada saat gunung berapi tersebut erupsi akan bisa berhamburan ke arah laut dan sekitarnya yang mana hal ini bisa menyebabkan gelombang air laut menjadi naik dan akhirnya akan menimbulkan gelombang tsunami yang sangat hebat.

Selain itu tsunami bisa juga disebabkan karena adanya benda langit seperti meteor yang jatuh dari atas ke wilayah permukaan laut. Apabila ukuran benda langit ini cukup besar maka hal ini akan dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami juga.

Tsunami bukan merupakan sebuah gelombang tunggal yang sekali datang akan habis, Tapi tsunami merupakan serangkain gelombang besar. Di lautan terbuka tsunami tidak akan terlihat sangat besar, namun pada saat sampai di lautan dangkal maka gelombang tsunami akan menjadi lebih tinggi dan bergerak cukup cepat sehingga bisa menimbulkan kerusakan dan menelan korban jiwa di tempat yang dilalui atau terkena gelombang tsunami ini.

Sebelum terjadi tsunami biasanya akan terdapat beberapa tanda-tanda yang akan mengindikasikan akan terjdinya gelombang tsunami. Dan tanda-tanda akan datangnya tsunami tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • Terjadi gempa
  • Kondisi air di wilayah pantai tau pesisir akan tiba-tiba surut
  • Akan terdengar sebuah suara seperti suara gemuruh
  • Akan terjadi sebuah gelombang pasang yang sangat tinggi

Nah apabila kalian yang tinggal atau berada di dekat pesisir menjumpai hal-hal seperti tanda-tanda diatas maka sebaiknya kalian cepat berlari menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari dahsyatnya gelombang tsunami tersebut.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai tsunami. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian mengenai bencana alam yang sangat mematikan ini.

Related posts: