Proses Metamorfosis Kupu – Kupu Lengkap

Posted on

Metamorfosis merupakan salah satu proses pertumbuhan yang terjadi pada hewan yang melibatkan perubahan pada struktur fisik sejak menetas hingga tumbuh menjadi dewasa. Perubahan yang terjadi selama proses metamorfosi dari waktu ke waktu ini bisa terlihat sangat berbeda sekali.

Yang mana perbedaan ini terjadi karena adanya perubahan sel yang terjadi di dalam tubuh hewan tersebut secara radikal. Namun tidak semua hewan di dunia ini mengalami metamorfosis. Hanya jenis hewan tertentu saja yang mengalami proses metamorfosis ini. Contohnya yaitu adalah seperti katak dan beberapa jenis serangga lainnya.

Salah satu jenis serangga yang mengalami metamorfosis ini adalah kupu – kupu. Kalian tentu sudah tidak asing lagi kan dengan hewan yang cantik ini. Kupu – kupu ini termasuk ke dalam serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera atau serangga bersayap sisik.

Kupu – kupu ini sangat banyak sekali jenisnya. Di pulau Jawa dan pulau Bali saja tercatat terdapat lebih dari sekitar 600 spesies kupu – kupu yang hidup. Kupu – kupu ini berkembang melalui proses metamorfosis, lebih tepatnya yaitu metamorfosis yang sempurna.

Dimana kupu – kupu ini berasal dari ulat yang kemudian akan berubah menjadi kepompong dan hingga akhirnya akan berubah menjadi kupu – kupu yang indah. Berikut ini akan saya berikan penjelasan lengkapnya mengenai proses metamorfosis yang terjadi pada kupu – kupu secara lengkap.

Proses Metamorfosis Kupu – Kupu

1. Fase Telur

@umbrars

Proses metamorfosis pada kupu – kupu dimulai dari fase telur. Dimana biasanya akan bertelur di tempat seperti di daun – daun tumbuhan. Sehingga jika telur tersebut menetas maka akan bisa langsung mendapatkan makanan dari daun atau tumbuhan tersebut.

Baca Juga :  6 Langkah Budidaya Jamur Tiram Agar Sukses 100%

Telur kupu – kupu ini bentuknya bulat kecil – kecil dengan biasanya berwarna putih. Kupu – kupu ini akan meletakkan telurnya ini di bagian bawah daun lebih tepatnya, yaitu supaya telur tersebut dapat terlindungi dari gangguan dari luar.

Telur kupu – kupu ini biasanya akan bertahan selama 3 hingga 5 hari sebelum akhirnya ia akan menetas. Dimana telur kupu – kupu ini akan menetas dengan cara membuat lubang – lubang kecil pada bagian kulit telurnya.

2. Fase Larva (Ulat)

@moondoggiesmusic

Telur kupu – kupu yang menetas tadi kemudian akan menjadi larva atau menjadi ulat. Kebanyakan orang akan merasa tidak nyaman atau jijik atau takut dengan ulat ini. Sebab memang ada beberapa jenis ulat yang bisa membuat alergi seperti gatal pada kulit jika terkena kulit kita.

Dan ulat ini juga suka merusak tanaman yang ada. Pada saat berada dalam fase ulat ini, mereka akan memakan daun dan juga jenis tumbuhan lainnya. Dimana di dalam masa proses pertumbuhan dan perkembangannya ini ulat sangat memerlukan banyak sekali makanan, sehingga hal inilah yang kemudian menyebabkan mengapa terkadang ulat hingga bisa merusak tanaman.

Proses perkembangan atau pertumbuhan dari ulat ini bisa dikatakan sangat cepat sekali. Sehingga tak heran jika terkadang ukuran tubuhnya ini dapat melebihi ukuran kulitnya sehingga mereka harus berganti kulit seperti yang biasa terjadi pada ular.

Baca Juga :  6 Proses Daur Nitrogen [Lengkap]

Umumnya ulat akan berganti kulit sebanyak 4 hingga 6 kali. Nah setelah ulat mencapai ukuran maksimal maka kemudian ulat ini akan mencari tempat perlindungan agar kemudian mereka bisa berubah menjadi kepompong.

3. Fase Pupa (Kepompong)

@ilmupengetahuan.org

Setelah ulat mengalami masa pertumbuhan yang sudah maksimal, maka kemudian ulat ini pun akan segera mencari tempat dan daun yang cocok bagi mereka untuk membungkus diri. Dalam hal ini fase inilah yang kemudian disebut dengan fase pupa atau biasa kita sebut dengan kepompong.

Pada umumnya kepompong ini biasanya mempunyai warna hijau atau kalau tidak yaitu cokelat. Hal ini tak lain yaitu adalah sebagai cara kepompong ini untuk menyamarkan dirinya dari lingkungan sekitarnya agar tidak mendapat gangguan dari lingkungan sekitarnya.

Jika dipegang menggunakan tangan, maka kepompong ini akan memiliki struktur kulit luar yang cukup halus namun keras. Lama proses ulat menjadi kepompong ini biasanya berbeda – beda dan tergantung dengan jenis atau spesies masing – masing ulat yang ada. Akan tetapi rata – rata fase kepompong pada ulat sebelum menjadi kupu – kupu ini yaitu selama 7 hingga 20 hari.

4. Fase Kupu – Kupu

@kabarbanyuwangi.info

Setelah proses pembentukan diri dari ulat menjadi kepompong selama kurang lebih 7 hingga 20 hari, maka fase selanjutnya yaitu adalah kepompong ini akan berubah menjadi kupu – kupu. Dimana kepompong ini akan mempunyai sayap dan bentuk tubuh yang indah.

Nah biasanya pada saat pertama kali kupu – kupu yang baru keluar dari kepompong ini bagian sayapnya akan terlihat basah, sedikit kusut, terlihat kecil, dan terkadang juga masih menempel dengan cangkang kepompong sebelumnya.

Baca Juga :  Cara Membaca Tanda Tangan

Cairan yang ada atau terdapat di bagian sayap kupu – kupu ini disebut dengan Hemolympah. Dimana berdasarkan sebuat penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan menyebutkan bahwa cairan Hemolympah yang terdapat pada bagian sayap kupu – kupu ini dapat berguna untuk membentuk dan memperbesar tubuh dan sayap yang ada pada kupu – kupu yang baru menetas atau keluar dari kepompong tersebut.

Sebelum terbang kupu-kupu akan merangkak untuk keluar dari kepompong

Pada saat pertama kali kupu – kupu ini keluar dari kepompong ia akan merangkak menuju ke suatu dahan agar tubuhnya menjadi kering. Kemudian setelah itu kupu – kupu ini akan mulai belajar untuk terbang dan belajar untuk hidup di luar kepompong.

Sedangkan guna membantu proses pertumbuhan dan perkembangan supaya lebih maksimal maka biasanya kupu – kupu yang baru keluar dari kepompong ini masih harus merangkak untuk mencari nektar bunga sebagai makanannya.

Kemampuan terbang kupu – kupu ini pun juga tidaklah seperti burung yang mampu untuk terbang dengan tinggi, yang mana kupu – kupu ini hanya mampu untuk terbang dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter saja.

Related posts: