Poligami Menurut Alkitab [Penjelasan]

Posted on

Poligami memang menjadi salah satu isu sosial di dalam kehidupan masyarakat yang seakan tidak ada habisnya untuk dibahas dan juga akan selalu menimbulkan perdebatan. Dimana jika berdasarkan pada iman Kristen, maka praktik poligami ini memang tidaklah diperbolehkan atau Tuhan Yesus menentang yang namanya poligami ini.

Namun jika kita melihat jauh ke dalam Alkitab di dalam Perjanjian Lama, yaitu sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia ini ternyata banyak tokoh-tokoh Alkitab di perjanjian lama yang terkenal, yang dipakai oleh Allah ternyata juga melakukan poligami.

Nah apabila kita telusuri dan lihat lebih jauh lagi di dalam perjanjian lama mengenai tokoh-tokoh Alkitab yang melakukan poligami ini maka kita juga akan menemukan dosa apa yang timbul akibat dari praktik poligami ini. Lalu bagaimanakah sebenarnya pandangan Alkitab terhadap poligami ini? Apakah Tuhan menyetujuinya dan memperbolehkannya? Berikut akan saya berikan sedikit pembahasan mengenai pandangan Alkitab pada poligami.

Poligami Menurut Alkitab

@rubrikkristen

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya yaitu bahwa di dalam perjanjian lama banyak sekali nabi-nabi Tuhan yang melakukan poligami atau memiliki istri lebih dari satu. Diantaranya yaitu adalah seperti Abraham, Salomo, bahkan Daud. Namun pada akhirnya kehidupan keluarga mereka yang berpoligami ini juga tidak menemui kebahagiaan dan kasih Tuhan yang sesungguhnya, justru sebaliknya poligami yang mereka lakukan malah menimbulkan dosa dalam kehidupan mereka sendiri.

Misalnya pada kasus Abraham yang mengakibatkan dosa iri hati antara Sara dengan Hagar. Kemudian pada Salomo, poligami yang dilakukannya telah membuat dirinya melakukan perzinahan rohani terhadap Allah dengan menyembah dewa-dewa isterinya tersebut. Sedangkan pada Daud, poligami yang dilakukannya pada akhirnya hanya akan membuat keluarganya menjadi kacau balau dan berantakan. Dimana anak-anak Daud serta isteri-isterinya saling bertengkar untuk memperebutkan takhta kerajaan dan tak segan mereka saling membunuh satu sama lain.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Ulang Tahun Kristen Yang Bagus

Hal ini merupakan sebagian kecil dari dampak dosa yang timbul akibat adanya poligami. Kasus poligami yang terjadi di dalam perjanjian lama ini yang dilakukan oleh para nabi-nabi pilihan Allah bukan berarti bahwa Allah menyetujui tindakan ini. Akan tetapi jika kita baca di dalam 2 Samuel 12:8, Allah seolah-olah menyetujui Daud untuk menambah isterinya ketika Daud pada saat itu mengambil istri Uria dengan cara yang tidak benar.

Pandangan Allah Tentang Poligami

@politico

Lalu sebenarnya apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang poligami ini? Apakah Allah menyetujuinya atau melarangnya? Jika kita memang benar-benar ingim mendengar dan mengerti tentang apa yang di katakan Allah tentang hal ini, maka kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu dalam sisi perjanjian lama. Namun kita juga harus melihat dari sisi perjanjian baru. Sebab keduanya memiliki keterkaitan dan tak dapat di pisahkan.

Yang mana di dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa Tuhan Yesus sangat menentang dan tidak membiarkan murid-Nya untuk melakukan poligami ini. Dimana di dalam Matius 19:5 dikatakan bahwa seorang laki-laki (tunggal) akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu dengan isterinya (tunggal), sehingga keduanya akan menjadi satu daging. Sementara di dalam ayat sebelumnya yaitu di ayat yang ke 4 Tuhan Yesus berkata “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?”

Dari sini jelas bisa kita lihat bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk membenarkan dan memulihkan hukum-hukum dari perjanjian lama yang telah menyimpang drai perintah Allah. Yaitu mengenai poligami ini, jelas dalam konteks perjanjian baru Tuhan Yesus sangat menentang keras tentang adanya perzinahan dan juga perceraian.

Baca Juga :  Cara Melunasi Hutang Secara Kristen

Monogami, Bukan Poligami

@airhidup

Di Perjanjian Lama memang banyak laki-laki yang mempraktekkan pernikahan poligami (mempunyai banyak istri), sebagaimana umumnya para laki-laki di wilayah Timur Tengah, dan itu tidak dipandang sebagai dosa. Namun, bukan berarti bahwa berpoligamilah norma yang terbaik bagi sebuah pernikahan. Justru sebaliknya, monogamilah norma yang terbaik dan paling ideal bagi pernikahan manusia, khususnya umat Tuhan.

Ada tiga alasan mengapa monogami, dan bukan poligami, yang menjadi norma terbaik bagi kita semua yaitu adalah sebagai berikut :

1. Monogami Adalah Rencana Tuhan Semula Atas Manusia

Sejak semula, sejak awal penciptaan manusia, monogami adalah norma pernikahan yang Tuhan tetapkan. Sebab, Tuhan menciptakan manusia di Taman Eden hanya dua orang saja, hanya satu pasang, satu suami dan satu istri (Kej adian 1:27). Tuhan tidak menciptakan Adam dengan banyak istri, tetapi hanya satu, yakni hanya Hawa. Jadi, disini sudah tersirat adanya pernikahan monogami. Itulah yang paling ideal di dalam rencana Tuhan.

2. Poligami Menimbulkan Banyak Dosa Dan Masalah Dalam Kehidupan Keluarga

Orang-orang yang mempraktekkan poligami jelas menimbulkan banyak dosa dan masalah dalam pernikahannya. Hal itu antara lain dapat kita lihat dalam hidup Abraham, Gideon, Daud, dan Salomo. Sara terpaksa mengusir Hagar, gundik Abraham (Kejadian 21:8-21), anak-anak Gideon saling membunuh (Hakim-Hakim 8:30-9:57), Daud terpaksa membunuh demi mendapatkan istri baru (2 Samuel 11:1-27), dan dalam pernikahannya yang poligami terjadi perkosaan dan pembunuhan (2 Samuel 13:1-39).

Istri-istri Salomo membawanya pada penyembahan berhala sehingga Tuhan murka (1 Raja-Raja 11:1-13). Jadi banyak masalah jika orang berpoligami. Itulah sebabnya dalam Ulangan 17:17 diingatkan agar raja orang Israel tidak mempunyai banyak istri.

Baca Juga :  Contoh Undangan Perayaan Natal Terbaru

3. Monogami Secara Tersurat Diajarkan Dalam Perjanjian Baru

Pernikahan monogami secara tersirat banyak diajarkan di dalam Perjanjian Baru. Misalnya yaitu seperti dalam 1 Korintus 7:1-2. Disitu Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus agar setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri. Dari nada bahasanya dan bentuk kata yang dipakai, istri yang dimaksud disitu jelas adalah tunggal atau monogami.

Kemudian di dalam 1 Timotius 3:2 dan Titus 1:6 disebutkan bahwa salah satu syarat pengangkatan para penatua atau pemimpin jemaat adalah bahwa ia harus monogami, hanya punya satu istri. Hal ini tidak berarti bahwa hanya para pejabat gereja yang diharuskan bermonogami sedangkan anggota jemaat tidak.

Saat itu Paulus berbicara dalam konteks pengangkatan penatua gereja, karena itu hanya monogami para penatualah yang disebutnya. Jadi sejak manusia jatuh ke dalam dosa sampai pada masa Perjanjian Lama, Tuhan membiarkan pernikahan poligami terus terjadi.

Namun, ketika Yesus Kristus datang untuk memulihkan segala aspek hidup kita, Ia juga memulihkan bentuk pernikahan ke dalam rencana-Nya yang semula, sejak awal penciptaan manusia, yaitu pernikahan monogami (Markus 10:6-8). Jadi jelas, monogami adalah bentuk pernikahan yang Tuhan kehendaki bagi kita umat-Nya masa kini.

pengertian poligami dalam alkitab, pandangan kristen tentang poligami, yesus menentang poligami