Persyaratan Masuk Akademi Kepolisian-AKPOL [Lengkap]

Posted on

Selain Perguruan Tinggi atau universitas, ada beberapa sekolah kedinasan atau sekolah dinas lain yang dapat dipilih oleh para calon mahasiswa. Yang mana memang bagi para siswa siswi kelas 12 yang baru lulus dari bangku SMA/SMK dan sederajat lainnya, kini waktunya bagi mereka untuk menentukan pilihan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi selanjutnya.

Yang mana memang sebaiknya dalam memilih jenjang sekolah yang lebih tinggi ini harus benar-benar disesuaikan dengan minat serta bakat yang ada di dalam diri masing-masing siswa siswi tersebut. Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis sekolah kedinasan atau sekolah ikatan dinas yang berada di bawah naungan pemerintahan atau di bawah naungan beberapa badan atau lembaga non pemerintahan.

Salah satu jenis sekolah kedinasan yang paling populer dan paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu adalah Akademi Polisi (AKPOL). Akademi Kepolisian merupakan sebuah lembaga pendidikan ikatan dinas yang berada di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri) yang diselenggarakan untuk mencetak para Perwira Polri.

Kampus Akademi Kepolisian sendiri berada di Semarang, Jawa Tengah. Sedangkan lama pendidikan yang diselenggarakan di Akademi Kepolisian (AKPOL) ini yaitu selama 4 (empat) tahun dan setelah lulus maka akan mendapatkan pangkat Inspektur Dua Polisi. Untuk masuk ke dalam Akademi Kepolisian ini para calon taruna AKPOL diharuskan untuk melalui beberapa seleksi.

Serta juga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon taruna AKPOL ini. Mau tahu apa saja kira-kira persayaratannya untuk masuk ke Akademi Kepolisian (AKPOL) ini? Berikut akan saya berikan beberapa persyaratan lengkap untuk kalian yang akan masuk ke Akademi Kepolisian (AKPOL).

Baca Juga :  Kelebihan, Sifat, Gambar dan 9 Fakta Anak Pertama, Perlu Orang Tua Ketahui!

Persyaratan Masuk AKPOL

1. Persyaratan Umum

@infokyai
  • Pria / wanita Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan dengan Pancasila serta Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • Sehat jasmanai dan rohani (yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari institusi kesehatan)
  • Minimal berusia 18 tahun pada saat diangkat menjadi anggota POLRI
  • Tidak pernah di pidana atau terlibat dalam tindak kejahatan (yang dibuktikan dengan SKCK)
  • Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela
  • Lulus dalam pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian

2. Persyaratan Khusus

@wartaekonomi

1. Pria / wanita bukan anggota / mantan polri / TNI dan PNS yang pernah mengikuti pendidikan Polri / TNI

2. Berijazah serendah-serendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS dan bukan lulusan atau ijazah Paket A, B, dan C dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Nilai kelulusan rata-rata hasil Ujian Nasional (bukan nilai gabungan) yaitu :
  • tahun 2014 rata-rata minimal 6,5
  • tahun 2015 – 2018 rata-rata minimal 6,0
  • tahun 2019 rata-rata minimal akan ditentukan kemudian
  • Nilai kelulusan rata-rata hasil Ujian Nasional (bukan nilai gabungan) khusus untuk wilayah Papua dan Papua Barat yaitu :
  • tahun 2014 rata-rata minimal 6,0
  • tahun 2015 – 2017 rata-rata minimal 6,0
  • tahun 2018 rata-rata minimal 5,5
  • tahun 2019 rata-rata minimal akan ditentukan kemudian
  • Untuk lulusan tahun 2019 nilai rata-rata kelas 12 semester 1 minimal adalah 7,0 dan setelah lulus menyerahkan niali Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian
  • Untuk yang berusia 16 tahun sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 7,5 serta mempunyai kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 7,5
Baca Juga :  Cara Membuka Mata Batin Menurut Kristen

3. Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan

4. Tinggi badan minimal (dengan berat badan yang seimbang) yang berlaku yaitu adalah :

  • Pria : 165 cm
  • Wanita : 163 cm

5. Belum pernah menikah secara hukum/agama/ adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan

6. Tidak bertato atau bekas tato dan tindik atau bekas tindik di telinga maupun di anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan karena agama atau aturan adat

7. Untuk peserta calon Taruna yang sudah gagal karena tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap maka ia tidak bisa mendaftar kembali

8. Bagi para mantan siswa siswi yang telah diberhentikan dengan tidak hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara maka ia tidak bisa mendaftar

9. Dinyatakan terbebas dari narkoba dengan bukti menyerahkan surat keterangan bebas narkoba yang berasal dari instansi kesehatan pemerintah (seperti Rumah Sakit Pemerintah atau BNN)

10. Membuat surat pernyataan bermaterai yang berisi bersedia untuk ditempatkan di seluruh wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ditugaskan di seluruh bidang tugas kepolisian. Yang mana surat pernyataan tersebut harus ditanda tangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali

11. Untuk yang mendapatkan ijazah dari sekolah di luar negeri maka harus memperoleh pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud

Baca Juga :  Rumus Kecepatan Rata Rata Dan Penjelasannya

12. Berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan KTP dan KK

13. Untuk peserta calon Taruna/Taruni yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas 12 bisa mendaftarkan diri di Polda asal sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP / KK.

14. Bersedia untuk menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri

15. Mendapatkan persetujuan dari orang tua/wali

16. Tidak sedang terikat dengan perjanjian Ikatan Dinas dengan sebuah instansi lainnya

17. Untuk calon Taruna/Taruni yang dinyatakan lulus terpilih maka di mohon untuk melampirkan kartu BPJS Kesehatan

18. Untuk yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai atau karyawan, maka :

  • Harus memperoleh persetujuan atau rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan tersebut
  • Bersedia untuk diberhentikan dari status pegawai atau karyawan apabila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/Taruni AKPOL
Related posts: