Perbedaan Sakramen Katolik Dan Protestan

Posted on

Katolik dan Protestan merupakan 2 (dua) macam aliran yang tergolong di dalam Kekristenan atau Christianity. Kedua aliran ini sama-sama mengakui Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat umat manusia. Terjadinya perpecahan atau pemisahan antara Kristen dan Katolik ini yaitu dimulai di abad ke 16 oleh seorang tokoh yang bernama Martin Luther.

Saat itu ia memutuskan untuk melakukan reformasi gereja Katolik karena beliau tidak menyetujui beberapa aturan yang ada di dalam gereja Katolik pada waktu itu. Sehingga kemudian Martin Luther dan para pengikutnya waktu itu mendirikan sebuah gereja Protestan sendiri dan juga melakukan reformasi besar-besaran di gereja-gereja Katolik yang ada di Eropa.

Namun masih banyak orang awam, terutama orang-orang yang non Katolik atau Kristen yang menganggap bahwa kedua aliran ini sama. Padahal kenyataannya Katolik dan Kristen ini sangat berbeda sekali, dimana banyak perbedaan mendasar dari Katolik dan Kristen. Misalnya yaitu adalah mengenai pandangan terhadap Alkitab, pandangan terhadap pemimpin tertinggi, pandangan terhadap gereja, sakramen, dan lain sebagainya.

Nah disini akan saya bahas mengenai perbedaan sakramen yang ada di dalam Katolik dan Kristen. Sakramen sendiri merupakan sebuah upacara atau ritual khusus yang bersifat suci. Yang mana baik Kristen maupun Katolik memiliki sakramen yang berbeda.

Sakramen Dalam Kristen

Di dalam ajaran agama Kristen setidaknya hanya mengenal 2 (dua) macam sakramen, yaitu adalah sakramen baptis dan perjamuan kudus. Berikut ini penjelasannya.

1. Sakramen Baptis

@wonderingfair

Baptisan di dalam Kristen memiliki arti bahwa manusia yang sudah di baptis telah meninggalkan hidupnya yang lama yang penuh dengan dosa dan kini ia disucikan dengan baptisan dan lahir kembali menjadi orang yang baru yang siap untuk dipenuhi oleh Roh Kudus dan siap untuk hidup suci sesuai dengan kehendak Allah.

Baca Juga :  Pengertian dan Ciri-Ciri Ideologi Sosialisme

Akan tetapi di dalam ajaran Kristen tetap baptisan ini bukanlah satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan manusia. Sebab penebusan dosa manusia dan yang bisa menyelamatkan manusia dari belenggu dosa satu-satunya tetaplah Tuhan Yesus Kristus.

Sehingga di dalam Kristen baptisan bisa dikatakan sebagai sebuah langkah awal bagi seseorang yang ingin menjadi pribadi yang dewasa secara rohani yang siap untuk menerima Tuhan Yesus di dalam hidupnya.

2. Sakramen Perjamuan Kudus

@prdennermaia

Di dalam ajaran Kristen perjamuan kudus berarti sebagai makna untuk pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib yang telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia. Yang mana di dalam perjamuan kudus akan disedikan roti dan anggur.

Roti di sini diartikan sebagai simbol dari tubuh Kristus yang telah dikorbankan untuk menebus dosa manusia, sedangkan anggur diartikan sebagai simbiol dari darah Yesus yang telah tercurah untuk menebus manusia. Biasanya perjamuan kudus ini dilakukan hanya pada momen tertentu saja di dalam Kristen.

Sakramen Dalam Katolik

Sedangkan di dalam ajaran agama Katolik, setidaknya ada 7 macam sakramen yang ada di dalam gereja Katolik. Berikut penjelasannya mengenai masing–masing sakramen di dalam ajaran agama Katolik.

1. Sakramen Baptis

@directoryonlinegerejakatholikseindonesiablog

Sama dengan Kristen, ajaran Katolik juga mengenal baptisan. Yang mana makna baptisan yang ada dalam Katolik ini juga sama dengan baptisan dalam Kristen.

Yaitu ialah pengakuan iman kepada Tuhan Yesus dan siap untuk lahir baru menjadi pribadi yang siap untuk menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya yang baru serta bersedia meninggalkan hidupnya yang lama. Dan bagi para penganut Katolik, ia harus melakukan baptis dahulu sebelum ia bisa melakukan sakramen yang lainnya.

Baca Juga :  Sejarah Suku Minangkabau [Kebudayaan dan Ciri - Ciri]

2. Sakramen Ekaristi

@komsos.kas

Sakramen ekaristi ini seperti sakramen perjamuan kudus di dalam ajaran Kristen. Yang mana sakramen ekaristi ini juga memiliki tujuan yang sama dengan perjamuan kudus dalam Kristen, yaitu ialah untuk mengingat pengorbanan Tuhan Yesus yang telah mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Dalam sakramen ekaristi juga akan disediakan roti dan anggur. Yang mana bagi orang Katolik, roti serta anggur yang ada dalam ekaristi ini adalah benar-benar tubuh dan darah Yesus, jadi bukan hanya sebuah simbol saja.

Jadi apabila ada segala tindakan yang tidak sopan terhadap roti dan anggur dalam ekaristi ini maka bisa menjadi sebuah penghinaan dan penistaan terhadap agama.

3. Sakramen Krisma

@jurnalsulawesi

Sakramen Krisma ini biasanya dilakukan saat seorang sudah mulai beranjak dewasa, yang menandakan juga kedewasaan rohaninya. Krisma sendiri juga sering disebut sakramen penguatan.

Makna dari sakramen Krisma ini yaitu adalah seseorang manusia untuk menguatkan dirinya sendiri karena dia percaya bahwa Tuhan Yesus selalu besertanya dan tak pernah meninggalkan dirinya.

4. Sakramen Rekonsiliasi

@terang-sabda

Sakramen rekonsiliasi atau pengakuan dosa ini biasanya dilakukan oleh orang yang sudah di baptis namun kemudian ia berbuat dosa lagi. Ada beberapa tahapan yang dilakukan pada sakramen rekonsiliasi ini, yaitu pertama pengakuan dosa yang telah diperbuat, kemudian menyesalinya.

Lalu yang ketiga yaitu berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak melakukannya lagi. Kemudian meminta ampun dan bertobat kepada Allah. Dan yang terkahir yaitu adalah meninggalkan dosanya dan mau hidup dengan cara yang baru.

Baca Juga :  Sejarah Henna

5. Sakramen Pengurapan Orang Sakit

@sesawi

Sakramen ini dilakukan dengan memberikan sebuah minyak urapan khusus yang sudah diberkati sebelumnya oleh seorang imam dan diberikan pada bagian dahi dan tangan orang yang sedang sakit.

Jika seorang yang sakit dalam keadaan sekarat, maka pengurapan ini bertujuan untuk menguatkan orang tersebut dalam perjuangannya dan menghantarkannya kepada kehidupan yang baru.

6. Sakramen Imamat

@id.wikipedia

Sakramen ini biasanya dilakukan pada seseorang yang telah diangkat menjadi pelayan gereja, seperti imam, uskup, atau diakon. Yang mana melalui sakramen imamat ini maka orang tersebut harus bersedia untuk bertanggung jawab di dalam pelayanan, mengamalkan rasa cinta serta kasih kepada sesamanya, dan juga menggambarkan atau menunjukkan kasih Tuhan Yesus di dalam kehidupannya sehari-hari lewat perbuatan serta perkataannya.

7. Sakramen Pernikahan

@terang-sabda

Sakramen pernikahan ini bertujuan untuk menganugerahkan rahmat dari Tuhan kepada pasangan yang menikah supaya kehidupan pernikahan mereka senantiasa diberkati dan disertai oleh Tuhan.

https://tatakata com/perbedaan-sakramen-katolik-dan-protestan/10830/
Related posts: