Perbedaan Puasa Asyura, Puasa Muharram, Dan Puasa Daud

Posted on

Salah satu rukun iman yang ada di dalam ajaran agama Islam yaitu adalah berpuasa. Puasa sendiri ada 2 (dua) jenisnya, yaitu puasa yang sifatnya wajib dan puasa yang sunah (dianjurkan). Khusus untuk puasa yang bersifat sunah ini boleh dilakukan dan boleh juga untuk tidak dilakukan.

Apabila seseorang Muslim melakukan puasa sunah maka ia akan mendapatkan pahala, namun apabila ia tidak mengerjakan puasa sunah tersebut ia tidak akan mendapatkan atau mendatangkan dosa atau hukuman baginya. Sebab memang puasa sunah ini sifatnya hanya sunah saja dan tidak diwajibkan untuk dilakukan oleh umat Muslim.

Berbicara mengenai puasa sunah, pasti kalian sebagai umat Muslim sudah tak asing lagi dengan jenis-jenis puasa sunah yang ada. Namun bagi kalian semua yang mungkin belum tahu tentang jenis-jenis puasa sunah di dalam ajaran agama Islam, maka jangan khawatir dahulu. Sebab di sini akan saya jelaskan sedikit mengenai beberapa jenis puasa sunah yang ada di dalam ajaran Islam.

Disini saya akan membahas tentang puasa Muharam, puasa Asyura, dan puasa Daud. Tahukah kalian apa makna masing-masing puasa sunah tersebut? Berikut akan saya berikan penjelasannya kepada kalian secara singkat dan jelas. Silahkan disimak dan diperhatikan tulisan saya berikut ini, supaya kalian bisa mengerti tentang jenis-jenis puasa sunah tersebut.

Puasa Muharram

@dakwahuii

Sama seperti dengan namanya, puasa Muharram ini tentu saja dilaksanakan di bulan Muharram. Yang mana di dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam, bulan Muharram ini merupakan bulan pertama. Nabi Muhammad menyebut bulan Muharram ini dengan shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Syahrullah (Bulan Allah).

Oleh sebab itulah bulan Muharram ini memiliki sebuah keutamaan yang sangat besar sekali. Pada jaman sebelum datangnya Nabi Muhammad bulan ini bukan disebut dengan bulan Al-Muharram, namun dinamakan bulan Shafar Al-Awwal, sedangkan bulan Shafar disebut dengan Shafar Ats-Tsani. Barulah setelah kelahiran Islam bulan ini disebut dengan Al-Muharram.

Baca Juga :  Contoh Pidato Singkat Tentang Narkoba

Di dalam bahasa Arab, kata Al-Muharram ini artinya adalah waktu yang diharamkan. Maksudnya diharamkan yaitu adalah untuk menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa. Sebab Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman :

{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36).

Berdasarkan dengan hadits-hadits yang menjelaskan tentang bulan Muharram maka hal tersebut menunjukkan bahwa berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Muharram atau sebagian besar bulan Muharram ini disunahkan. Salah satu keutamaan yang ada di dalam puasa Muharram ini yaitu adalah puasa sunnah yang dilakukan di setiap tanggal 10 Muharram, yang sangat ditekankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang mana puasa sunnah yang dilakukan di setiap tanggal 10 Muharram ini disebut juga dengan puasa Asyura.

Puasa Asyura

@bersamadakwah

Asyura merupakan hari kesepuluh yang ada dalam bulan Muharram. Yang mana hari Asyura ini merupakan hari yang paling mulia. Yang mana perintah tentang puasa Asyura ini telah ada sejak lama, bahkan sebelum kedatangan nabi Muhammad.

Baca Juga :  Kerajaan-Kerajaan Islam Di Riau

Sebelumnya puasa Asyura ini dilakukan oleh kaum musyrikin mekah dan kemudian Nabi pun ikut berpuasa. Setelah itu saat Nabi dan kaum muslimin hijrah menuju ke Madinah, disana Nabi juga mendapati kaum Yahudi berpuasa yang mana pada waktu itu puasa Asyura ini hukumnya wajib sebelum adanya perintah puasa Ramadhan.

Lalu setelah turunnya perintah tentang wajibnya puasa Ramadhan maka puasa Asyura ini menjadi puasa yang sifatnya sunnah (dianjurkan). Menjelang akhir hayat nya Nabi memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa Asyura yang dilakukan di tanggal 10 Muharram ini memiliki beberapa keutamaan, yaitu seperti :

1. Menghapus dosa satu tahun yang lalu

2. Nabi sangat bersemangat untuk berpuasa pada hari itu

3. Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Isroil

4.Puasa Asyura ini dahulunya diwajibkan

5.Puasa Asyura ini jatuh pada bulan haram

Karena saking begitu spesialnya hari Asyura ini, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menganjurkan umat Muslim untuk berpuasa sunnah. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ

Saya belum pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadhan. (HR. Ahmad 3539 & Bukhari 2006)

Puasa Daud

@kabarmakkah

Puasa Daud merupakan puasa sunah yang dilakukan dengan cara selang-seling, yaitu sehari berpuasa sehari tidak. Mengapa puasa sunah ini disebut dengan puasa Daud? Hal ini karena puasa sunah ini merupakan puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud ‘alaihis salam.

Baca Juga :  3 Jenis Manusia Purba di Indonesia

Bagi para umat Nabi Muhammad, puasa Daud ini hukumnya sunnah. Apabila dibandingkan dengan jenis puasa sunnah yang lainnya, maka puasa Daud ini lebih disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini seperti sabda yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

حَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا ، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. (HR. Bukhari).

Sama seperti dengan puasa sunnah yang lainnya, puasa Daud ini juga memiliki beberapa keutamaan, yaitu adalah seperti berikut ini :

1. Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling utama

2. Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling dicintai oleh Allah

3. Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling terbaik dan juga merupakan puasa tertinggi dan terberat

4. Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang paling adil