Perbedaan Jalur PMDK dan SNMPTN ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Posted on

Buat para siswa siswi kelas 12 SMA/SMK dan sederajat yang telah melewati ujian akhir beberapa bulan yang lalu, kini waktunya bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan mereka menuju ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Salah satunya yaitu adalah masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sebenarnya selain Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih banyak juga pilihan sekolah atau akademi lain yang dapat dipilih oleh para siswa siswi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikannya menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Namun tampaknya hingga sampai saat ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi favorit bagi banyak siswa siswi ataupun masyarakat di Indonesia pada umumnya.

Mereka menilai bahwa jika mereka bisa masuk atau berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maka gengsi mereka akan menjadi sedikit lebih naik. Selain karena gengsi, banyak orang memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga karena biaya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan perguruan tinggi atau universitas serta akademi jenis lainnya. Oleh sebab itulah tak heran jika setiap tahunnya pendaftaran untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia ini diikuti oleh jutaan siswa siswi lulusan SMA/SMK di seluruh Indonesia.

Namun pada kenyataannya hanya ada beberapa persen saja yang dapat lolos dan masuk ke dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini. Untuk dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini pun ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh oleh para calon mahasiswa baru. Diantaranya yang akan saya bahas disini yaitu adalah mengenai jalur SNMPTN dan PMDK.

Baca Juga :  Fungsi Konstitusi [Tujuan, Pengertian dan Sifat]

Kira-kira kalian semua disini tahu tidak tentang apa itu jalur SNMPTN dan jalur PMDK ini? Buat kalian yang merupakan calon mahasiswa baru tentu sudah tak asing lagi bukan dengan yang namanya jalur SNMPTN maupun jalur PMDK ini.

Nah buat kalian semua disini yang mungkin belum tahu dan belum mengerti apa bedanya tentang jalur SNMPTN dan PMDK ini, maka disini akan saya berikan sedikit penjelasan kepada kalian semua tentang perbedaan antara jalur SNMPTN dan PMDK. Berikut penjelasannya silahkan disimak dengan baik agar kalian dapat mengerti apa itu jalur SNMPTN dan PMDK.

Perbedaan SNMPTN Dan PMDK

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

@tirto

SNMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Yang mana penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN ini merupakan salah satu bentuk dari jalur seleksi untuk penerimaan mahasiswa baru yang berniat untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di seluruh Indonesia yang digelar atau dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.

Adapun penerimaan mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan jalur SNMPTN ini pertama kali diselenggarakan oleh Ditjen Dikti di tahun 2008. Yang mana penyelenggaraan jalur SNMPTN pada waktu itu yaitu karena adanya kisruh yang terjadi di dalam forum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di seluruh Indonesia terkait dengan bahasan penyelenggaraan SPMB oleh Perhimpunan SPMB Nusantara. Yang waktu itu dianggap tidak sesuai dengan pola keuangan Perguruan Tinggi Negeri Non Badan Hukum Milik Negara.

Cara Penilaian Dalam SNMPTN

@mamikos

Pada awalnya di dalam jalur SNMPTN ini sendiri terdiri dari 2 jenis jalur, yaitu SNMPTN undangan serta SNMPTN tulis. Akan tetapi di tahun 2013, SNMPTN tulis ini dirubah menjadi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sehingga untuk jalur SMPTN kini hanya berdasarkan penilaian dari nilai rapor, nilai Ujian Nasional, dan prestasi akademis lainnya.

Baca Juga :  Pengertian dan Proses Dalam Teknik Analisis Data Kuantitatif

Biaya untuk jalur SNMPTN ini pun ditanggung oleh pemerintah, sehingga calon mahasiswa hanya melakukan pendaftaran dan seleksi secara gratis. Pada tahun 2016, dibuat sebuah kebijakan mengenai tes jalur SNMPTN yang mana untuk kriteria calon peserta bisa dikatakan memiliki prestasi unggulan jika calon peserta tersebut masuk dalam peringkat terbaik di sekolah pada semester 3, semester 4 dan semester 5. Ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah sebagai berikut :

  • Akreditasi sekolah A, siswa dengan nilai 75% terbaik di sekolahnya
  • Akreditasi sekolah B, siswa dengan nilai 50% terbaik di sekolahnya
  • Akreditasi sekolah C, siswa dengan nilai 20% terbaik di sekolahnya
  • Akreditasi sekolah lainnya, siswa dengan nilai 10% terbaik di sekolahnya

2. Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK)

@pendaftaranmahasiswa.web

PMDK merupakan singkatan dari Penelusuran Minat Dan Kemampuan. Merupakan salah satu jalur untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selain SNMPTN. Jalur PMDK ini ditujukan kepada para siswa yang memiliki bakat maupun minat yang biasanya tertulis di raport serta pada piagam maupun sertifikat. Jalur PMDK ini sendiri memiliki 2 jenis, yaitu :

  • Jalur minat dan prestasi akademik, yang mana hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata minimal 7.00 di dalam raport mulai semester 1 hingga semester 6.
  • Jalur minat dan bakat, yang mana hal ini biasanya diikuti oleh para siswa yang memiliki prestasi di berbagai macam bidang. Seperti pada bidang olahraga, bidang kesenian, bidang agamawan, serta bidang lainnya. Yang dibuktikan dengan piagam pengharagaan atau sebuah sertifikat.
Baca Juga :  Niat Puasa Rajab

Adapun persyaratan di dalam jalur PMDK ini berbeda-beda di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Oleh sebab itu para calon mahasiswa yang ingin masuk ke universitas dengan melalui jalur PMDK ini harus benar-benar memperhatikan setiap persayaratan yang telah ditetapkan oleh universitas yang ingin dimasuki atau dituju tersebut.

Sedangkan untuk persyaratan umum di dalam jalur PMDK ini yaitu adalah sebagai berikut :

1. Lulusan SMA / SMK sederajat dari sekolah yang terakreditasi B. Apabila sekolah tersebut tidak memiliki akreditasi B, maka kecil kemungkinan untuk bisa diterima mengikuti jalur PMDK.

2. Lulusan pesantren, terutama yang memilih studi ilmu keagamaan dan dari jurusan IPA harus memiliki akrediatsi A. Akreditasi A tersebut adalah persyaratan bagi calon peserta yang ingin memilih jurusan kedokteran.

3.Selama kelas 10 hingga kelas 12 harus memiliki nilai rapor minimal 70, sedangkan bagi calon peserta atau calon mahasiswa yang ingin memasuki jurusan kedokteran nilai rapor minimal 75.

4.Nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) minimal 7.0

5.Surat keterangan prestasi dan memiliki nilai bagus selama dari sekolah. Surat tersebut nantinya berguna untuk meningkatkan kemungkinan diterima di jalur PMDK.

Related posts: