Perbedaan Bus SHD , Non HD ,HD ,Double Deck dan Penjelasannya [Gambar]

Posted on

Bus merupakan salah satu alat transportasi publik favorit banyak orang. Bus ini memiliki ukuran dan juga bentuk yang berbeda-beda, serta juga kapasitas dan juga jumlah angkut yang berbeda pula. Bus menjadi salah satu alat transportasi umum favorit banyak orang karena bus memiliki harga atau tarif yang relatif lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Selain itu juga bus sangat mudah dijumpai atau ditemukan dimana-mana di setiap jalan-jalan raya atau jalan besar, dan juga tak perlu menunggu jadwalnya atau menggunakan jadwal keberangkatan seperti moda transportasi lainnya.

Kini seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan juga ilmu pengetahuan, dunia perbisan di Indonesia pun juga mengalami perkembangan yang cukup begitu pesat selama beberapa tahun belakangan ini. Hal inilah yang kemudian melahirkan atau memunculkan jenis-jenis bus baru yang ada di Indonesia saat ini.

Yang mana perkembangan industri bus di Indonesia pada saat ini sedang memasuki sebuah tren baru model bus, terutama dengan bus jenis High Deck (HD). Lalu di tahun 2014-2015 mulai banyak bermunculan seri-seri bus berlantai tinggi (HD) dengan berbagai macam model.

Diantaranya yaitu seperti Super High Decker (SHD), Double Decker (DD). Bagi kalian yang mungkin merupakan pecinta bus atau biasa disebut dengan busmania tentu sudah tak asing lagi kan dengan istilah-istilah seperti diatas? Tapi buat kalian yang tidak terlalu paham tentang dunia perbisan tentu istilah-istilah tadi masih sangat asing sekali bagi kalian.

Lalu apa sebenarnya makna dari istilah-istilah tersebut? Nah disini akan saya berikan tentang makna dari istilah-istilah atau singkatan-singkatan yang ada di dalam dunia perbisan seperti SHD, DD, dan lain sebagainya. Berikut penjelasannya.

Baca Juga :  Motor Bebek 150 Cc Terbaik Dan Terbaru Di Indonesia

Istilah – Istilah Dalam Dunia Perbisan

1. Bus Super High Deck (SHD)

@sewabussolo

Bus Super High Deck atau biasa disingkat jadi bus SHD ini merupakan model bus yang pertama kali diperkenalkan di ajang GIIAS 2015. Bus tipe SHD ini pertama kali dibangun di atas Chassis Scania K360iB yang kemudian menjadi armada dari PO. Pandawa 87 dan semenjak itu bus tipe SHD ini menjadi tren perbusan di Indonesia.

Adapun pada bus SHD ini pada bagian eksterior depan dan juga face atau wajah busnya lebih rendah bila dibandingkan dengan jenis bus Non HD. Pada beberapa karoseri bus SHD ada yang mempunyai sekat diantara 2 kaca yang sering disebut sebagai topinya.

Sedangkan di bagian belakang bus SHD ini memiliki bagian grill yang lebih tinggi dari bus jenis HD. Di bagian dalamnya, tempat duduk penumpangnya lebih tinggi dari tempat duduk pengemudi. Serta bus SHD ini mempunyai bagasi yang sangat lebar yang mampu untuk memuat motor di dalamnya.

2. Bus Normal Deck (Non HD)

@jalurbus

Bus Normal Deck atau yang biasa disebut dengan nama bus Non HD ini merupakan jenis bus yang paling umum dan sering kita jumpai di jalanan. Bus Non HD ini biasanya merupakan bus keluaran sebelum tahun 2009 atau bus-bus kelas ekonomi. Ciri dari bus Non HD ini yaitu adalah tinggi nya kurang lebih 3-3,3 meter dari tanah ke atap bus, tinggi tempat duduk pengemudi sejajar atau mungkin lebih tinggi dari tinggi tempat duduk penumpang.

Bus jenis Non HD ini memiliki bagasi yang terbatas dan juga sangat sempit. Dan sering kali bus jenis Non HD ini di bagian mesin depan biasanya terdapat sebuah gundukan besar yang mengurung bagian mesinnya.

Baca Juga :  Harga Motor Honda Terbaru

3. Bus High Deck (HD)

@gallerybus

Jenis bus yang selanjutnya yaitu adalah bus HD atau High Deck. Bus jenis High Deck ini merupakan sebuah bus yang mempunyai tinggi bodynya lebih tinggi dari bus Non HD. Adapun ciri-ciri dari bus High Deck ini yaitu adalah seperti tingginya yang lebih tinggi dari pada bus Non HD, yaitu sekitar 3,5 meter.

Namun karena perbedaannya yang tidak terlalu mencolok maka sering kali bus jenis HD ini dianggap sama dengan bus jenis Non HD. Kemudian di bagian interiornya, bus HD ini mempunyai bagian tempat duduk penumpang yang lebih tinggi dari pada tempat duduk pengemudi.

Dan di bagian mesin depannya sudah tidak ditemukan lagi bagian yang menonjol yang ada di bagian samping pengemudi seperti yang terdapat di bus Non HD. Bus jenis High Deck ini sendiri mulai menjadi trend di tahun 2009, yaitu ditandai dengan munculnya New Marcopolo dari karoseri Adiputro, Phoenix dari karoseri Trisakti, serta Legacy dari karoseri Laksanha.

4. Bus Double Decker (Bus Tingkat)

@otoniaga

Jenis bus yang juga menjadi tren perbusan di Indonesia saat ini yaitu adalah bus jenis Double Decker (DD) atau yang biasa kita sebut dengan bus tingkat. Bus jenis Double Decker ini biasanya terdapat pada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang mana di Indonesia bus ini pertama kali diperkenalkan oleh Adiputro dengan produk bus Double Decker nya di GIIAS 2015, bersamaan dengan bus SHD nya.

Tapi ternyata bus jenis Double Decker ini sudah terlebih dahulu terkenal di negara tetangga, Malaysia dan telah digunakan sebagai angkutan umum disana sebelum mulai ngetrend di Indonesia di tahun 2015-2016an. Bus Double Decker ini memiliki tinggi kurang lebih 4 meter, yang dibagi menjadi 2 tingkat deck yang dihubungkan dengan tangga yang ada di dalamnya.

Baca Juga :  New Honda Mobilio Rs Facelift, Mobil Mewah Dengan Harga Terjangkau

Kelebihan dari bus jenis Double Decker ini yaitu bisa menampung penumpang yang lebih banyak di dalamnya dibandingkan dengan bus jenis Single deck. Selain itu jarak pandangnya juga lebih leluasa dan juga karena bisa mengangkut banyak penumpang maka bus ini bisa lebih mengefisienkan pengangkutan di jalur-jalur yang padat penumpang.

Namun bus jenis Double Decker ini juga memiliki kekurangan dibanding dengan bus jenis lainnya. Diantaranya yaitu bus jenis Double Decker ini kurang cocok digunakan untuk medan yang berkelok dan menanjak, serta juga jumlah armadanya masih terbatas di beberapa daerah karena adanya penghalang di bagian atas seperti kabel maupun pepohonan.

Adapun di Indonesia bus Double Decker ini baru digunakan di beberapa PO bus, yaitu seperti PO. Sempati Star (jurusan Aceh – Medan), PO. Putera Mulya (jurusan Jakarta – Solo), PO. Sinar Jaya (jurusan Pekalongan – Jakarta), serta untuk jalur dalam kota, bus jenis Double Decker ini baru digunakan di Jakarta.

Related posts: