Perbedaan Biksu dan Pendeta

Posted on

Di dalam setiap ajaran agama yang ada di dunia ini, setiap agama pasti memiliki pemimpinnya masing-masing. Yang mana seperti yang kita ketahui seperti pemimpin dari masing-masing agama ini tentu berbeda-beda dalam menjalankan tugas serta kewajibannya.

Tentu saja setiap para pemimpin agama ini melakukan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang ada di dalam perintah ajaran agamanya masing-masing. Seperti yang kita ketahui bahwa agama Kristen pada umumnya dipimpin oleh seorang pendeta, sedangkan agama Buddha dipimpin oleh seorang biksu.

Namun tahukah kalian semua bahwa di dalam ajaran agama Hindu dan Buddha mereka juga mengenal istilah pendeta ini sebagai salah satu tokoh di dalam agamanya. Yang mana kata pendeta ini sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Pandita yang berarti brahmana atau guru di dalam agama Hindu maupun agama Buddha.

Namun di Indonesia, istilah Pendeta ini lebih banyak digunakan untuk sebagai sebutan para pemimpin agama Kristen. Lalu apa saja perbedaan yang terdapat pada biksu dan pendeta? Berikut akan saya berikan ulasannya kepada kalian semua mengenai perbedaan antara biksu dan pendeta.

1. Pendeta Menurut Ajaran Hindu dan Buddha

@rmol

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya yaitu bahwa kata Pendeta ini berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Pandita yang memiliki arti sebagai seorang brahmana atau guru di dalam tradisi agama Hindu maupun Buddha. Di dalam ajaran agama Hindu mapun Buddha setiap perkataan atau ucapan yang keluar dari mulut seorang Pandita atau Pendeta ini adalah sebuah Darma (suara kebenaran).

Dijelaskan bahwa seorang Pendeta atau Pandita ini mempunyai 4 sifat, yaitu “Sang Satya Wadi” yang berarti selalu berbicara dan menyampaikan kebenaran, “Sang Apta” yang berarti selalu bisa dipercaya, “Sang Patirthan” yang berarti seorang Pandita merupakan tempat untuk memohon kesucian, dan “Sang Penadahan Upadesa” yang berarti bahwa seorang Pandita mempunyai kewajiban untuk memberikan pendidikan dan pengajaran moral kepada masyarakat.

Baca Juga :  Sejarah HAM Di Indonesia [Sebelum dan Sesudah Merdeka]

Karena keempat sifat yang dimiliki oleh seorang Pandita inilah maka di dalam tradisi agama Hindu maupun Buddha, seorang Pandita ini disebut sebagai “Adi Guru Loka” atau guru utama yang berada di dalam lingkungan masyarakat

2. Pendeta Menurut Ajaran Kristen

@blogsmonroe

Selain di dalam agama Hindu dan Buddha, kata Pendeta ini juga digunakan di dalam agama Kristen untuk menyebut jabatan seseorang dalam pengajaran iman Kristen. Namun di dalam konteks ajaran Kristen, kata Pendeta disini dipakai untuk menyebut seseorang yang memiliki jabatan untuk menggembalakan jemaat atau umat Kristen yang ada di sebuah gereja atau di sebuah wilayah tertentu.

Yang mana hal ini berarti bahwa seorang pendeta setelah selesai untuk mengemban atau menjalankan tugasnya bisa pensiun atau berhenti. Seorang Kristen agar bisa menjadi seorang Pendeta maka ia harus paham dan mengerti isi dari Kitab Suci yaitu Alkitab. Selain dari pada itu yang paling terpenting yaitu adalah seorang Pendeta harus bisa untuk melakukan serta mengaplikasikan seluruh ajaran Tuhan Yesus yang telah tertulis di dalam Alkitab.

Jabatan Pendeta di dalam agama Kristen ini sejajar dengan jabatan seorang Pastor yang ada di dalam ajaran agama Katolik, yaitu sama-sama sebagai gembala gereja. Oleh karena itu seorang pendeta harus memiliki kewajiban untuk dapat mendorong para jemaat supaya bisa lebih giat di dalam beribadah dan memenuhi panggilan Kristus di dalam hidupnya.

Seorang pendeta juga berkewajiban untuk melakukan pengajaran kepada para jemaatnya mengenai berita kebenaran yang terdapat di dalam Alkitab. Seorang pendeta di dalam ajaran Kristen diumpamakan sebagai perantara antara Kristus dengan jemaat di dalam gereja. Dimana seorang pendeta akan menjadi saluran untuk menyampaikan pesan dari suara Allah yang ingin Allah sampaikan kepada para umat-Nya.

Baca Juga :  Daftar 10 Nama Pahlawan Revolusi Indonesia Paling Berpengaruh

Oleh sebab itulah tak heran jika ada beberapa pendeta yang mempunyai sebuah karunia di dalam dirinya yang tidak dimiliki oleh orang lain. Namun yang namanya Pendeta di dalam Kristen tetap saja merupakan manusia biasa sama seperti jemaat lainnya. Yang mana dalam ajaran Kristen, seorang Pendeta bukanlah dianggap sebagai orang yang suci atau sebagainya.

Sebab seorang pendeta juga memiliki kekurangan dan hanya merupakan manusia biasa yang sering kali dapat jatuh ke dalam dosa juga. Kedudukan Pendeta di dalam Kristen pun juga sama dengan jemaat lainnya, yaitu tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Sebab hanya Tuhan Allah saja yang memiliki kedudukan tertinggi diantara semua manusia di bumi ini.

3. Biksu

@cnnindonesia

Kata Biksu berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Bhiksu yang kemudian di dalam bahasa Indonesia dieja dengan Biksu. Biksu ini merupakan sebutan bagi para rohaniawan atau pemimpin di dalam ajaran agama Buddha. Dimana untuk bisa menjadi seorang Biksu, maka seseorang harus belajar tentang kehidupan biara dan kemudian melakukan kehidupan biara terlebih dahulu.

Seorang Biksu harus menjalani kehidupan pertapa, dan di dalam kehidupannya menjadi seorang biksu terdapat beberapa aturan kedisiplinan serta kepatuhan yang harus dijalaninya selama sisa hidupnya. Apabila ia melanggarnya, maka ia akan mendapatkan sanksi yang harus diterimanya. Hal ini juga termasuk pelepasan gelarnya sebagai seorang biksu.

Di dalam menjalani kehidupan pertapaannya, seorang biksu ini mempunyai kewajiban untuk mentransformasikan atau mengubah penderitaan yang dialaminya ini menjadi sebuah kedamaian dan sukacita bagi dirinya sendiri. Selain itu untuk menjadi seorang Biksu juga diperlukan latihan agar hidup seorang Biksu dapat menjadi lebih indah dan lebih bermakna bagi sekitarnya.

Baca Juga :  Perbedaan Sakramen Katolik Dan Protestan

Yang mana menjadi seorang Biksu tidak boleh mengejar hal-hal yang bersifat duniawi, yaitu misalnya seperti ketenaran atau popularitas, kekayaan, jabatan, maupun hawa nafsu di dalam dunia. Sebab tujuan hidup seorang Biksu yaitu adalah untuk menuju kepada kedamaian dan kejernihan batin yang ada di dalam dirinya.

Selain itu seorang Biksu juga memiliki tujuan untuk membawa sukacita dan belas kasihan yang ada di dalam dirinya bagi orang lain yang ada di sekitarnya. Sebab dengan demikian maka hal ini dianggap sebagai kebahagiaan yang sejati untuk para Biksu.

Perbedaan Antara Biksu dan Pendeta

Dari uraian diatas mengenai pengertian Biksu dan Pendeta, maka disini bisa disimpulkan bahwa Biksu merupakan sebuah cara hidup, bukan sebuah gelar atau jabatan. Sedangkan Pendeta merupakan sebuah gelar atau jabatan bagi pemimpin umat Kristen.

Selain itu seorang Biksu dapat kehilangan jubahnya atau tidak dapat menjadi Biksu lagi apabila melakukan kesalahan yang fatal, sedangkan seorang Pendeta hanya bisa kehilangan jabatannya apabila ia telah berhenti atau pensiun menjadi Pendeta.

beda pendeta pandeta
Related posts: