Pepatah Kuno Suku Banjar

Posted on

Indonesia merupakan salah satu negara yang beraneka ragam budaya dan adatnya, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari kesatuan dari sekian banyaknya daerah. Membahas setiap daerah yang ada di Indonesia, masing-masing daerah punya ciri khas, sehingga itulah yang membuat unik dan juga menarik. Kali ini Anda akan diajak untuk membahas salah satu suku daerah yang ada di wilayah Kalimantan Selatan, yakni mengenai suku Banjar. Setiap orang pasti memiliki motto hidup yang berbeda dan itulah yang menarik dari suku Banjar ini, karena mereka punya beberapa keistimewaan pepatah suku Banjar yang dipegang teguh hingga saat ini.

Suku Banjar bukan hanya terkenal dengan adat dan budaya yang masih kental, karena ada beberapa pepatah kuno milik suku Banjar yang punya arti positif dan masih erat sekali kaitannya dengan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat suku Banjar. Jadi, wajar apabila Anda berada di sana, Anda akan merasakan sendiri seperti apa atmosfer yang penuh dengan nilai religius, semangat dan keramahan.

Walaupun Anda tidak berasal dari suku Banjar, apa salahnya jika mempelajari pepatah yang istimewa dan positif ini, karena justru pepatah-pepatah kuno ini dapat membuat Anda menjadi lebih optimis lagi ketika menjalani kehidupan yang sulit.

5 Pepatah Kuno Suku Banjar

1. Pepatah Suku Banjar “Waja Sampai Kaputing”

@dianabiekusuma.wordpress

Ketika sedang melakukan suatu pekerjaan, walaupun pekerjaan tersebut tidak mudah untuk dikerjakan, namun tak akan membuat masyarakat suku Banjar untuk menyerah. Pasalnya, mereka menganggap bahwa haram hukumnya untuk menunda-nunda pekerjaan dan tidak boleh untuk tidak tuntas dalam melakukan suatu pekerjaan. Oleh karena itu, masyarakat suku Banjar akan selalu berjuang dan rajin untuk menjalankan tugas dan melakukan pekerjaan yang mereka emban, karena mereka pun akan sangat bertanggung jawab untuk itu.

Artikel Terkait : Cara Meningkatkan Kecerdasan Otak

Baca Juga :  Buku Yang Direkomendasikan Bill Gates 2018

Dalam prakteknya, setiap masyarakat suku Banjar akan terus berusaha dan akan selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan segala sesuatunya, agar sesuai dengan harapan dan tujuannya. Dengan menerapkan pepatah para leluhurnya, yang berbunyi, “Waja Sampai Kaputing” yang artinya berjuang sampai akhir, kebanyakan masyarakat suku Banjar akan sukses di tanah perantauan.

2. Pepatah Suku Banjar “Bakayuh Baimbai”

@nasirwirpala.blogspot

Suku Banjar terkenal akan kekompakan, kerukunan dan sifat gotong royong yang mereka miliki. Hal ini disebabkan karena mereka semua selalu menerapkan dan mengamalkan pepatah leluhurnya, yakni “Bakayuh Baimbai” yang memiliki arti “Megayuh bersama” atau bisa juga diartikan dengan gotong royong. Hal ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan mereka, karena masyarakat suku Banjar adalah orang-orang yang gemar bermusyawarah ketika ada permasalah, karena mereka lebih senang menyelesaikan bersama-sama. Bukan hanya itu, mereka juga sangat kompak, setia kawan dan sering membantu sesamanya ketika ada yang mengalami kesusahan.

3. Pepatah Suku Banjar “Tuntung Pandang”

@hipwee

Keistimewaan pepatah suku Banjar yang satu ini sangat cocok diterapkan dalam kehidupan bahtera rumah tangga. Masyarakat suku Banjar selalu berpegang teguh dengan pepatah “Tuntung Pandang” yang berarti “Sampai menutup mata”. Dimana sepasang suami istri harus saling menjaga dan saling setia hingga akhir hayat mereka. Itulah alasan, kenapa sangat jarang masyarakat suku Banjar yang mengalami kasus perceraian. Bahkan kehidupan rumah tangga mereka kebanyakan masih langgeng walau sudah banyak memiliki cucu dan cicit.

4. Pepatah Suku Banjar “Wani Manimbai, Wani Manajuni”

@i-sight

Arti dari pepatah suku Banjar “Wani manimbai, wani manajuni” sebenarnya sudah sering kita dengar, karena artinya adalah “berani berbuat, berani bertanggung jawab”. Pepatah tersebut bukan hanya tulisan atau hanya omongan belaka, karena orang Banjar benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sikap ksatria yang selalu bertanggung jawab atas setiap tindakannya ini selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat suku Banjar.

Baca Juga :  Mengenal Remunerasi dan Tujuannya

Artikel Terkait : Daftar 10 Nama Pahlawan Revolusi Indonesia Paling Berpengaruh

Walaupun perbuatan yang dilakukan adalah hal yang salah ataupun menyimpang, mereka akan berani mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahannya. Bayangkan, apabila semua orang selalu mengkaidahkan pepatah ini, pasti kita semua akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal-hal yang merupakan perbuatan tercela.

5. Pepatah Suku Banjar “Dalas Jadi Harang, Manyarah Makaam Kada”

@experd

Pepatah ini cocok sekali disatukan dengan kata-kata, “Kalau tidak mencoba, tidak akan tahu hasilnya”. Pasalnya pepatah suku Banjar “Dalas jadi harang, manyarah makaam kada” ini memiliki arti, “Pantang menyerah, walaupun akhirnya kalah”. Dimana masyarakat suku Banjar akan selalu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya dalam melakukan usaha apapun, walaupun akhirnya usaha yang dilakukan tidak mencapai tujuan dan tidak sesuai harapan.

Kendati demikan, mereka tak merasa patah semangat, karena setidaknya mereka pernah berjuang dengan seluruh kemampuan yang dimiliki, walaupun kalah, mereka merasakan dengan penuh kebanggaan, sehingga untuk kedepannya mereka bisa menjadi lebih baik lagi.

Walaupun Anda tak berasal dari suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, Anda pun boleh menerapkan keistimewaan pepatah suku Banjar ini, karena maknanya memang sangat positif dan dapat membuat kita menjadi lebih semangat ketika menjalani sisi kehidupan yang sangat sulit sekalipun. Bukan hanya Anda saja, siapa saja boleh menerapkan dan mengamalkannya, karena setiap ajaran dari pepatah Suku Banjar sangatlah baik bagi kehidupan masyarakat kita.

Lantas, apakah semua pepatah leluhur suku Banjar tersebut selalu diterapkan oleh setiap lapisan masyarakatnya? Walaupun tidak semuanya, tapi kebanyakan orang suku Banjar selalu menerapkannya dalam kehidupan mereka. Setiap manusia merupakan insan yang sama, yang membuatnya berbeda hanyalah jalan hidup yang dipilih.

Baca Juga :  5 Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak

Seperti juga dua sisi mata uang yang berbeda, karena pasti akan ada orang baik ada pula yang kurang baik. Hal itu ada bukan hanya pada masyarakat suku Banjar saja, tapi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itulah, dilahirkan pepatah-pepatah leluhur tersebut, dimana tujuannya sangat jelas, yakni ingin melahirkan masyarakat dengan sikap, mental, pribadi dan juga kebiasaan yang lebih baik.

Sebenarnya pertanyaan di atas tak perlu diajukan, karena apabila pepatah dengan nilai sebaik ini tidak diterapkan, maka yang perlu disalahkan bukanlah seluruh lapisan masyarakat suku Banjar, tapi masing-masing hati individu yang enggan untuk menerapkannya. Sudahlah mari tinggalkan itu dan mari tanya pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri akan mampu untuk menerapkannya?

Coba bayangkan, apabila seluruh masyarakat Indonesia mempraktekkan dan mengamalkan semua keistimewaan pepatah suku Banjar pepatah tersebut. Selain bisa hidup berdampingan secara rukun dan harmonis, setiap individu pun akan mengencam kesuksesan yang selama ini diimpikan. Betapa indahnya, apabila hal itu benar-benar terjadi.

@romifirdhani.blogspot

Namun, jangan hanya membayangkan saja, coba lakukan perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Pasalnya, beberapa pepatah suku Banjar ajarannya tidak bertolak belakang dengan agama, suku lain dan kewarganegaraan lain, sehingga siapa saja bisa melakukan dan menerapkannya, tanpa menyakiti siapa pun dan dari pihak manapun. Tujuan para leluhur suku Banjar adalah murni untuk menjadikan generasi penerus Bangsa menjadi pribadi yang lebih mulia dan lebih baik dalam hal-hal yang positif.

makna tuntung pandang waja sampai kaputing
Related posts: