Penjelasan Zoon Politicon Dari Aristoteles [Makhluk Sosial]

Posted on

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Dimana manusia pasti memerlukan dan membutuhkan orang lain untuk bisa bertahan hidup. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa manusia selalu disebut dengan makhluk sosial.

Karena manusia memang pada dasarnya diciptakan untuk bisa saling berinteraksi dengan manusia lainnya atau orang lain. Sebab tanpa orang lain tidak mungkin manusia akan mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri.

Gagasan atau konsep tentang manusia sebagai makhluk sosial ini telah ada sejak lama. Dan salah seorang yang membuat atau menciptakan gagasan atau ide mengenai manusia adalah makhluk sosial ini yaitu adalah Aristoteles. Yang mana Aristoteles menyebutkan bahwa manusia sebagai Zoon Politicon?

Apa itu Zoon Politicon? Apakah kalian disini semua tahu dan paham tentang apa yang dimaksud dengan Zoon Politicon ini? Bagi kalian semua yang mungkin belum tahu dan belum mengerti dengan apa yang dimaksud dengan Zoon Politicon ini maka silahkan simak sedikit materi di bawah ini tentang Zoon Politicon.

Pengertian Zoon Politicon Secara Umum

@wacanapengetahuan

Zoon Politicon adalah sebuah istilah yang dipakai dan digunakan oleh Aristoteles untuk menyebutkan makhluk sosial. Kata Zoon Politicon ini berasal dari kata Zoon yang berarti Hewan dan kata Politicon yang berarti Bermasyarakat.

Secara harfiah kata Zoon Politicon ini bisa berarti sebagai hewan yang bermasyarakat. Di dalam argumentasi atau pendapat ini Aristoteles menjelaskan bahwa manusia ini memang dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan melakukan interaksi satu sama lain. Yang mana hal inilah yang menjadikan pembeda antara manusia dengan hewan.

Baca Juga :  Pengertian Iklan Berbaris dan Contoh Membuatnya

Pengertian Zoon Politicon Menurut Aristoteles

@id.wikipedia

Aristoteles adalah seorang filsuf yang berasal dari Yunani yang hidup di tahun 384 – 322 Sebelum Masehi (SM). Aristoteles memiliki sebuah paham yang mengatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon, yang berarti bahwa pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan manusia lainnya, jadi manusia merupakan makhluk yang bermasyarakat.

Dari sifat yang suka bergaul dan suka bermasyarakat inilah yang kemudian membuat manusia disebut sebagai makhluk sosial. Gagasan dari Aristoteles mengenai manusia sebagai makhluk sosial ini yaitu adalah bahwa manusia itu makhluk sosial yang tidak hanya bermaksud menegaskan ide tentang kewajiban manusia untuk bersosialisasi dengan sesamanya, melainkan ide tentang makhluk sosial terutama yang bertujuan untuk merujuk secara langsung pada kesempurnaan identitas dan jati diri manusia.

Secara kodrat manusia merupakan sebuah makhluk yang mempunyai kecenderungan untuk hidup di dalam kebersamaan dengan yang lainnya untuk belajar hidup sebagai manusia. Manusia lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi insan dewasa bersama dengan manusia lainnya. Manusia mungkin dapat hidup sendiri-sendiri, namun kesendiriannya tersebut tidak dapat berpaling dari kodratnya sebagai seorang makhluk sosial.

Yang mana salah satu kodrat manusia ini yaitu adalah hidup bermasyarakat. Secara psikis masyarakat merupakan pancaran dari nilai-nilai kemanusiaan yang berhubungan secara langsung dengan manusia lainnya. Masih berdasarkan dengan pendapat dari Aristoteles, beliau menjelaskan pada spek lainnya yang mengatakan bahwa setiap tindakan atau perilaku dari seorang manusia ini akan selalu berorientasi pada nilai dan pencapaian untuk sebuah tujuan.

Baca Juga :  Sejarah dan Arti Lambang Gerakan Pramuka

Entah itu tujuannya hanya bersifat sementara maupun tujuan yang sifatnya jangka panjang. Semua itu menjelaskan dan menegaskan bahwa manusia di dalam tiap perilaku dan tindakannya berbeda dengan hewan.

Dimana manusia bergerak untuk mencapai dan mendapatkan apa yang ia inginkan dan hal ini digerakkan atau di dorong oleh hasratnya untuk bersandar pada pikirannya sendiri, intelegensia, serta pikirannya secara aqilah itulah yang memposisikan atau membuat manusia sebagai zoon politicon berdasarkan dengan pemikiran dari Aristoteles.

Pengertian Zoon Politicon Menurut Para Ahli

Selain Aristoteles, ada juga beberapa ahli filsuf lainnya yang juga memiliki pengertian atau pandangan yang berbeda mengenai Zoon Politicon. Berikut adalah beberapa pengertian atau definisi Zoon Politicon berdasarkan pendapat dari para ahli.

1. Adam Smith

Menurut pendapat Adam Smith, dirinya menyebut istilah manusia sebagai makhluk sosial dengan Homo Homini Socius yang memiliki arti yaitu manusia menjadi sahabat bagi manusia lainnya. Adam Smith juga menyebutkan bahwa manusia sebagai makhluk ekonomi atau Homo Economicus.

Yang mana manusia menjadi makhluk yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah di dapatkannya dan selalu berusaha untuk secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Thomas Hobbes

Menurut Thomas Hobbes, dirinya menyebut istilah manusia sebagai makhluk sosial dengan istilah Homini Lupus. Yang mana hal ini berarti bahwa manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia yang lainnya.

Baca Juga :  Kerajaan-Kerajaan Islam Di Riau

Ciri Manusia Sebagai Makhluk Sosial

@cr.usembassy

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa manusia sebagai makhluk sosial akan mempunyai naluri untuk saling tolong menolong, bertoleransi, setia kawan, serta memiliki rasa empati dan simpati kepada sesamanya manusia.

Hal inilah yang akan bisa membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, harmonis, rukun, dan terhindar dari berbagai macam bentuk perpecahan dan perselisihan. Manusia sebagai seorang makhluk sosila pada dasarnya akan selalu mempunyai 2 (dua) hasrat atau keinginan, yaitu adalah :

  1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain yang ada di sekelilingnya atau disebut juga dengan masyarakat
  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan alam yang ada di sekitarnya
Related posts: