Written by 9:42 am Pendidikan

Penjelasan Tentang Mimpi Basah Saat Puasa

Pada saat sedang berpuasa kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Sebab salah satu tujuan utama dari berpuasa yaitu adalah untuk mengendalikan atau mengatur hawa nafsu yang ada di dalam diri seorang manusia. Sebab jika kalian tidak mampu untuk mengendalikan hawa nafsu dalam diri pada saat kalian sedang berpuasa, maka hal tersebut akan membuat puasa kalian menjadi batal.

Salah satunya yaitu adalah termasuk seperti mimpi basah ini atau keluarnya cairan mani dari alat kelamin pria. Mimpi basah sendiri terjadi pada saat seseorang berejakulasi saat ia sedang tidur setelah menerima rangsangan melalui mimpi. Oleh karena itulah peristiwa atau kejadian ini disebut dengan mimpi basah.

Mimpi basah juga menandakan bahwa seorang laki-laki telah dewasa dan organ reproduksinya telah berfungsi sepenuhnya. Lalu bagaimana jika ada seseorang yang sedang berpuasa mengalami mimpi basah? Apakah puasa orang tersebut akan batal? Namun sebelum menjawab pertanyaan tersebut lebih baik kita mengenal dulu tentang bagaimana mimpi basah ini bisa terjadi.

Penyebab Terjadinya Mimpi Basah

@hiburan.rakyatku

Mimpi basah yang dialami oleh seorang pria ini disebabkan karena naiknya kadar hormon testrosteron yang ada di dalam tubuh seorang laki-laki, yang mana biasanya hal ini terjadi pada saat memasuki usia pubertas. Setelah tubuh memproduksi testosteron ini, maka kalian bisa mengeluarkan air mani bersperma lewat ejakulasi penis yang ereksi.

Selama di dalam tubuh seorang pria masih terus memproduksi hormon testosteron, maka tubuhnya akan terus memproduksi air mani yang dapat dikeluarkan dengan cara ejakulasi, bahkan ketika sedang dalam keadaan tidur sekalipun. Hal ini berarti baik laki-laki remaja maupun laki-laki dewasa akan tetap bisa mengalami mimpi basah ini bahkan ketika telah lewat masa pubertas.

Pada saat dalam keadaan fase tidur REM (Rapid Eye Movement) ini maka hal ini normal bagi seorang laki-laki untuk bisa mengalami yang namanya ereksi. Sebab ada beberapa bagian tertentu di otak yang dimatikan saat tidur REM, sehingga pada saat tengah tertidur maka otak akan mengabaikan gerak-gerik alat kelamin.

Apabila pada keadaan normalnya otak dapat mengendalikan penis untuk memastikan ereksi hanya akan terjadi saat diperlukan, maka pada saat sedang berada dalam fase tidur REM penis akan bisa dengan bebas melakukan apa yang ia mau. Nah jika pada saat kalian tidur kebetulan sedang memiliki mimpi yang erotis maka hal ini akan bisa menyebabkan penis mengalami ereksi dan berejakulasi dan terjadilah mimpi basah.

Hukum Mimpi Basah Bagi Orang Yang Berpuasa

Lalu bagaimana hukumnya jika ada seorang yang sedang berpuasa lalu mengalami mimpi basah ini? Apakah puasanya akan menjadi batal atau mungkin ia masih dapat meneruskan puasanya? Berikut akan saya berikan ulasannya mengenai perihal mimpi basah yang terjadi pada orang yang sedang berpuasa menurut ajaran Islam.

Di dalam hukum Islam, hal tentang keluarnya cairan mani pada saat sedang berpuasa ini ada 2 hukumnya, yaitu adalah sebagai berikut penjelasannya :

1. Keluar Mani Tanpa Sengaja

@sehatfresh

Keluarnya cairan mani tanpa disengaja ini sering kali yang disebut dengan mimpi basah. Dan menurut Islam jika seseorang mengeluarkan mani tanpa sengaja atau mengalami mimpi basah saat sedang berpuasa maka hal tersebut tidak akan membatalkan puasanya.

Yang mana hal ini karena seorang yang sedang tidur tidak bisa mengendalikan mimpinya, sama halnya dengan syahwat yang memuncak pada saat mimpi basah sehingga keluarlah air mani yang terjadi di luar kendali dan kontrol orang tersebut. Nabi hallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رفع القلم عن ثلاثة عن المجنون المغلوب على عقله حتى يفيق وعن النائم حتى يستيقظ وعن الصبى حتى يحتلم

Artinya :

“Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig.”
(HR. Nasa’i 3432, Abu Daud 4398, Turmudzi 1423, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth)

Di dalam al Mughni (4/363) juga disebutkan bahwa seandainya ada seseorang yang bermimpi maka hal tersebut tidak akan merusak atau membatalkan puasanya sebab hal tentang mimpi tersebut berada di luar kehendak orang tersebut.

Kejadian ini sama halnya dengan pada saat seseorang yang sedang tidur dan kemasukan sesuatu di dalam tenggorokannya, yang mana hal tersebut juga tak akan membuat puasanya menjadi batal karena memang tak direncanakan dan di luar kendali atau kesadaran seseorang tersebut.

Sementara itu menurut Syeikh Ibn Baaz di dalam Majmu’ al Fatawa (15/276) yang mana ia ditanya tentang seseorang yang tidur di siang hari Ramadhan lalu bermimpi dan keluar mani darinya apakah orang tersebut harus mengqadha hari tersebut?

Jawabannya yaitu adalah tidak ada qadha baginya sebab mimpi tersebut terjadi di luar kehendaknya dan di luar kontrolnya, namun ia diwajibkan dan diharuskan untuk segera mandi (junub) apabila ia mendapati mani telah keluar darinya tanpa disengaja.

2. Keluar Mani Disengaja

@kaskus

Nah hukum yang kedua yaitu adalah jika seseorang mengeluarkan cairan maninya dengan cara disengaja atau di paksakan. Misal nya yaitu adalah seperti orang yang melakukan masturbasi maupun pada saat sedang bercumbu maupun bersentuhan dengan orang lain sampai akhirnya ia mengeluarkan air mani.

Maka hal tersebut akan bisa membatalkan puasa nya. Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin mengatakan,“Termasuk pembatal puasa adalah mengeluarkan mani dengan syahwat (disengaja keluar, pen.). Yang demikian itu menyebabkan puasanya batal. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis Qudsi, “Allah berfirman,

يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي

“Orang yang berpuasa itu meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena diri-Ku.‘”

(H.R. Bukhari dan Abu Daud). (Liqa’at Bab Al-Maftuh, volume 50, hlm. 10)

Jadi orang yang mengeluarkan cairan maninya dengan cara disengaja dan dipaksakan saat sedang dalam berpuasa, maka puasa orang tersebut akan menjadi batal. Dan tentu saja ia harus melakukan qadha pada puasanya tersebut dan ia juga harus mandi (junub).

Karena puasanya telah batal maka ia tidak akan bisa melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka nanti dan ia juga harus segera membersihakan dirinya dari cairan air mani tersebut yang dikeluarkannya dengan sengaja.

Last modified: September 18, 2020

Title : Penjelasan Tentang Mimpi Basah Saat Puasa
Deskripsi :