Penjelasan Rumah Adat Bali (Makna dan Struktur)

Posted on

Struktur Bangunan dalam Rumah Adat Bali

Perancang rumah atau arsitek dalam rumah adat Bali biasanya disebut dengan nama Udagi. Dalam proses pembutannya para Udagi akan berpatokan pada Asta Kosala Kosali, sehingga terbangunlah beberapa bangunan dalam rumah adat Bali seperti sebagai berikut ini:

9 Bangunan Rumah Adat Bali

1. Pintu Gerbang “Angkul-Angkul”

@cakepane.blogspot

Bangunan ini merupakan sebuah bangunan berupa pintu masuk utama dan satu–satunya untuk menuju ke dalam rumah adat Bali. Fungsi dari bangunan tersebut hampir sama dengan Gapura Candi Bentar pada Pura, yaitu sama-sama sebagai pintu masuk. Namun, ada sedikit perbedaan antara keduanya, yaitu pada bangunan angkul-angkul terdapat sebuah atap yang menghubungkan kedua sisi pada gapura tersebut. Adapun atap dari bangunan tersebut berupa atap yang berbentuk piramida dan terbuat dari rumput kering.

2. Bale Aling-Aling

@balubu

Bangunan aling–aling berguna sebagai pembatas antara angkul-angkul dengan halaman pekarangan atau tempat suci. Adanya bangunan aling–aling ini dipercaya dapat meningkatkan sifat ruang positif yang muncul akibat adanya dinding pembatas yang mengelilingi rumah atau disebut dengan penyengker. Di dalam penyengker terdapat sebuah ruangan yang didalamnya terdapat beberapa aktifitas dan kegiatan manusia. Selain tembok, banyak juga aling-aling yang dibuat dari patung. Sedangkan makna penyengker sendiri dianggap sebagai pembatas antara ruang positif dan negatif.

Artikel Terkait : Daftar Pencak Silat di 5 Wilayah Indonesia

3. Pura Keluarga “Pemerajan atau Sanggah”

@sitehindu.web.id

Bangunan sanggah atau pemerajaan merupakan sebuah tempat suci bagi seluruh rumah yang biasanya ruangan tersebut terletak di sudut timur laut dari rumah. Dengan begitu berbagai kegiatan sembahyang dan berdoa biasanya di lakukan disini.

4. Bale Daja atau Balai Meten

@arsundwi.wordpress

Bale meten merupakan bale yang dikhususkan untuk ruangan tidur bagi kepala keluarga atau anak gadis. Pada umunya ruangan tersebut terletak di area sebelah utara (kaja). Bangunan tersebut memiliki bentuk persegi panjang dan terdiri dari dua bale lain yang terletak di sebelah kanan dan kiri rungan.

5. Bale Dauh / Bale Tiang Sanga

@minglets

Bale dauh ternyata sering di juluki bale loji yang merupakan suatu tempat untuk menerima tamu dan juga tempat tidur untuk anak remaja yang biasanya di letakkan pada bagian barat rumah. Bangunan ini juga terdapat bale yang terletak pada bagian dalam dan memiliki bentuk persegi panjang. Selain itu balai dauh juga memiliki sesaka atau sebuah tiang yang terbuat dari kayu dan juga memiliki sebutan yang berbeda–beda serta tergantung pada jumlah tiang yang tersedia.

Baca Juga :  Jenis-Jenis Narkoba Beserta Dengan Penjelasannya

Biasanya pada bale tersebut terdapat 6 buah tiang yang di sebut sakenem. Apabila jumlah tiang ada 8 buah, maka disebut dengan sakutus atau astasari, sedangkan jika berjumlah 9 maka disebut dengan singasari. Selain itu, pada bagian tersebut juga menggunakan bebatuan dengan posisi lantai yang lebih rendah dari bale dangin dan bale mente.

6. Bale Sakepat

Bale sekapet adalah bangunan yang hampir mirip dengan gazebo. Bangunan ini memiliki 4 buah tiang yang digunakan untuk pavilliun atau kamar anak, selain itu juga digunakan untuk bersantai. Bangunan tersebut bisa dibilang cukup simple karena hanya berbentuk segi empat dan atap yang berbentuk pelana atau limasan.

7. Bale Dangin/Bale Gede

Salah satu fungsi dari bagian bangunan ini adalah digunakan sebagai tempat upacara adat dan juga untuk beristirahat. Bangunan tersebut terletak di bagian timur atap pada di bagian dangin natah umah. Bale dangin ini memlili bentuk fisik segi empat dan juga ada yang berbentuk persegi empat tergantung dari jumlah tiang pada bangunan tersebut. Pada umumnya, bale dangin atau bale gede memiliki 12 sesaka atau tiang penyangga dan juga 12 buah bale pada sisi kanan dan kiri. Bebaturan pada bale dangin memiliki lantai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bale manten.

8. Paon atau Pewaregan

@guliangkangin.or.id

Paon sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan dapur yaitu tempat untuk mengolah dan memasak makanan. Biasanya ruangan tersebut di sisi sebelah selatan atau barat daya dari rumah. Tempat ini dibagi menjadi 2 area, yaitu

  1. Area pertama, ruangan ini terbuka dan juga memasaknya pun masih mengunakan cara tradional yaotu, dengan kayu bakar.
  2. Pada area kedua, merupakan ruangan penyimpanan makanan dan alat dapur.

Pada kepercayaan masyarakat Bali mereka percaya bahwa dapur merupakan area yang dapat menghilangkan ilmu ghaib atau butha kala yang menempel pada rumah tersebut. Sehingga bila ada anggota keluarga yang baru datang dari luar rumah harus memasuki dapur terlebih dahulu sebelum ia akan memasuki bangunan atau ruangan lainnya.

Baca Juga :  7 Cara Mengatasi Cegukan Secara Ampuh dan Manjur

9. Jineng / Klumpu

@nimadesriandani.wordpress

Jineng atau klumpu adalah sebuah lumbung atau gedung untuk menyimpan bahan pokok seperti beras. Bangunan ini terletak di sebelah tenggara atau dekat dengan paon. Atap dari bangunan paon terbuat dari alang–alang dan biasanya bangunan ini terdiri dari 2 lantai, yang mana pada setiap bagian dapat digunakan untuk menyimpan padi yang belum kering. Dengan begitu akan memudahkan untuk menjemur dan mengangkat padi yang selama beberapa hari untuk dijemur. Bentuk dari bangunan ini sangat meginspirasi beberapa arsitek untuk membuat banguan yang serupa atau hampir mirip dengan jineng. Akan tetapi tidak secara real visual jineng Bali namun ada sedikit modifikasi yang dilakukan.

Artikel Terkait : Sejarah Perang Dingin (faktor, dampak dan penyebab)

Keunikan Rumah Adat Bali

Rumah adat Bali merupakan cerminan dari budaya Bali yang memiliki beragam nilai-nilai agama Hindu yang sangat kental. Ternyata ada beberapa keunikan yang terdapat pada bangunan khas Bali ini mulai dari sisi arsitekturnya maupun makna yang terkandung di dalamnya.

  • Material bangunan

Pada umumnya material yang digunakan untuk membangun rumah adat ini tidak di samakan, karena terdapat pengaruh ekonomi dan strata sosial pemiliknya. Untuk masyarakt biasa, pada umunya dinding rumah di bangun menggunakan bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat. Sedangkan di golongan bangsawan biasanya menggunakan tumpukan bata. Adapun pada umumnya terbuat dari genting tanah, alang-alang, ijuk atau sejenisnya yang sesui dengan kemampuan pemilik rumah.

  • Nilai-nilai dalam rumah adat Bali

Selain sebagai ikon budaya Bali dan tempat tinggal, nyatanya rumah Gapura Candi Bentar ini juga mengandung filosofis yang menggambarkan kearifan lokal budaya masyarakat Bali. Dalam pembangunannya misalnya melalui serangkaian proses yang tidak singkat.

Mulai dari proses pengukuran tanah, ritual persembahan kurban, dan memohon leluhur untuk  memberikan izin mendirikan rumah, ritual peletakkan batu pertama, proses pengerjaan dan kemudian di tutup dengan upacara syukuran setelah rumah tersebut selesai di bangun.

Semua hal tersebut dilakukan agar rumah yang didirikan dapat memberikan manfaat bagi si penghuni rumah. Selain itu ada beberapa aturan dalam tata letak pembagian ruangan pada rumah tersebut. Misalnya, di sudut utara dan timur digunakan sebagai tempat yang disucikan sedangkan bagian sudut barat dan selatan diyakini memiliki tingkat kesucian yang rendah.

Baca Juga :  Contoh Makalah Puasa

Dengan demikian, setiap masuk adat tersebut kita akan menemukan tempat untuk bersembahyang pada bagian sudut utara dan timur. Sedangkan pada sudut rumah sebelah barat dan selatan, kita akan menemukan beberapa tempat seperti : kamar mandi, penjemuran, dan lain – lain.

Contoh rumah adat Bali

Rumah adat Bali dibagi menjadi dua macam. Agar lebih jelas lagi, pada bab ini kita akan bahas satu persatu. Berikut penjelasannya.

o Bangunan Gapura Candi Bentar

@tripadvisor.nl

Bangunan ini merupakan salah satu bangunan ikonik yang ada di Bali sampai saat ini. Bangunan ini di juluki gerbang terbelah. Mendapat julukan itu karena bentuknya seolah menggambarkan satu bangunan candi yang terbelah. Pada salah satu bangunan candi tersebut terdapat 2 bangunan candi yang terletak sejajar dan digunakan sebagai pintu masuk utama juga tedapat di suatu Pura atau suatu tempat ibadah umat Hindu di Bali. Meskipun bangunan ini terpisah dengan bangunan lain namun gapura ini masih terhubung dengan adanya pagar dan sejumlah tangga.

o Rumah Hunian

@arsitag

Selain candi bentar ada juga bangunan rumah hunian yang digunakan untuk tempat tinggal. Bangunan ini memiliki bentuk segi empat. Dalam pembuatan rumah ini harus sesuai syarat dan aturan yang terdapat dalam kitab suci weda. Dan aturan yang terdapat di Asta Kosala Kosali. Filosofinya yang terdapat di dalam kitab ini adalah terbangunnya keselarasan dan kedinamisan dalam hidup apabila tercapai suatu hubungan yang damai dan harmonis antara 3 aspek yang disebut dengan Tri Hita Kirana.

Nah sekiranya begitu pembahasan kita kali ini tentang rumah adat Bali yang memiliki ciri khas yang sangat unik. Semoga dengan artikel ini dapat menambah informasi kalian. Sekian.

Related posts: