Penjelasan Puasa Mutih

Banyak sekali jenis puasa yang ada di dunia ini. Yang mana di dalam ajaran Islam ada 2 jenis puasa, yaitu mulai dari puasa yang hukumnya atau sifatnya wajib yang harus dikerjakan oleh umat Muslim pada saat waktunya tiba. Dan ada juga jenis puasa sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk ucapan syukurnya dan juga untuk meningkatkan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Namun ternyata ada juga bentuk-bentuk atau cara-cara puasa lainnya yang mungkin berada dari luar ajaran keagamaan dan merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan adat yang telah berlangsung sejak lama secara turun temurun dari jaman dahulu kala.

Salah satu contoh puasa adat atau puasa tradisi yang masih ada dan masih dipraktikkan hingga saat ini yaitu adalah puasa mutih. Yang mana puasa mutih ini merupakan puasa adat yang menjadi tradisi masyarakat Jawa yang sudah ada sejak jaman orang Jawa kuno jaman dahulu. Hingga kini pun masih ada beberapa orang yang masih melakukan tradisi puasa mutih ini sebab banyak yang meyakini bahwa mereka akan mendapatkan kekuatan yang bersifat gaib atau supranatural pada saat mereka sedang melakukan puasa mutih ini.

Lalu sebenarnya apa itu puasa mutih? Nah bagi kalian semua yang belum mengerti tentang puasa mutih maka disini akan saya berikan sedikit ulasan atau penjelasan mengenai puasa mutih ini.

Apa Itu Puasa Mutih ?

@hellosehat

Puasa mutih merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara memakan dan meminum makan serta minuman yang berwarna putih atau serba putih, yaitu seperti meminum air putih dan memakan nasi tanpa ada lauk pauk. Yang mana di dalam ajaran agama Islam sendiri pun tidak ada yang mengenal apa itu puasa mutih dan apa saja hukum-hukumnya dalam melakukan puasa mutih ini.

Hal ini berarti bahwa puasa mutih ini memang merupakan murni tradisi turun temurun orang Jawa kuno dari jaman dahulu. Yang mana menurut tradisi Jawa kuno sendiri, puasa mutih ini bermanfaat untuk membersihkan sifat dan juga energi-energi yang bersifat negatif atau yang jahat yang melekat di dalam jiwa manusia. Selain itu juga orang Jawa yakin bahwa puasa mutih ini akan bisa mendatangkan kekuatan spiritual kepada seseorang yang melakukannya.

Namun jika seseorang ingin mendapatkan atau merasakan manfaat yang besar dari puasa mutih maka terlebih dahulu orang tersebut harus mengetahui kapan waktu yang tepat dan berapa lama waktu pelaksanaan puasa mutih ini. Berdasarkan dengan pendapat masyarakat Jawa yang masih memegang teguh budaya puasa mutih ini mereka mengatakan bahwa puasa mutih ini biasanya dikerjakan minimal 3 hari secara berturut-turut dan maksimal hingga selama 40 hari lamanya.

Manfaat Puasa Mutih

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa kebanyakan orang yang melakukan atau mengerjakan puasa mutih ini yaitu karena mereka ingin mendapatkan khasiat atau manfaat dari puasa mutih tersebut. Yang mana menurut keyakinan serta kepercayaan orang Jawa puasa mutih ini memiliki dampak dan manfaat yang sangat besar dan hebat sekali bagi orang yang mampu melakukan dan menjalankannya dengan baik dan benar.

Lalu apa sajakah manfaat yang akan diperoleh jika melakukan puasa mutih ini? Berikut adalah beberapa manfaat dari puasa mutih.

1. Memberikan Kekuatan Supranatural

@lapakmisterkuota

Salah satu manfaat dari puasa mutih yang diyakini oleh orang-orang Jawa kuno yaitu adalah yaitu bahwa puasa mutih ini bisa memberikan kekuatan supranatural bagi setiap orang yang mengerjakannya. Apabila seseorang melakukan puasa mutih ini maka biasanya orang tersebut akan mendapatkan suatu kekuatan gaib serta bisa membuka indera ke enamnya.

Namun untuk bisa mendapatkan kekuatan supranatural tersebut ia harus dibimbing atau didampingi oleh seorang pembimbing atau orang yang dianggap mampu dan mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan supranatural tersebut.

2. Menjamin Kesuksesan Sebelum Melakukan Hajatan Besar

@hipwee

Orang Jawa kuno juga percaya bahwa puasa mutih ini akan bisa menjamin kesuksesan atau lancarnya acara atau hajatan besar yang akan dilakukan. Oleh sebab itulah biasanya orang-orang Jawa yang akan menggelar atau mengadakan sebuah hajatan besar seperti pernikahan maupun acara hajatan lainnya mereka melakukan puasa mutih selama beberapa hari sebelum acara hajatan tersebut diselenggarakan.

Sebab mereka percaya bahwa apabila mereka melakukan puasa mutih setidaknya selama 3 hari sebelum acara hajatan diselengarakan, maka acara hajatan yang akan mereka adakan tersebut akan sukses dan bisa terhindar dari berbagai macam gangguan seperti misalnya adanya hujan deras, adanya badai, dan berbagai macam jenis gangguan lain yang mungkin saja bisa muncul saat hajatan besar sedang berlangsung.

3. Melindungi Diri Dari Santet

@jogja.tribunnews

Puasa mutih juga diyakini mampu mengindarkan seseorang dari pengaruh santet atau guna-guna dan ilmu hitam lainnya yang bersifat jahat. Yang mana masih banyak orang yang percaya dengan adanya ilmu hitam seperti santet atau guna-guna ini.

Yang mana bahwa hingga sekarang ini hal mengenai ilmu santet ini masih menjadi sesuatu yang dipercaya dan disakralkan oleh sebagian orang. Banyak orang yang berspekulasi bahwa ilmu santet ini berasal dari peranan atau sebuah faktor energi cahaya yang membuat benda-benda tak wajar bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

Namun tentang bagaimana kekuatan energi cahaya tersebut yang dikendalikan oleh seseorang masih belum diketahui bagaimana caranya atau metode yang digunakannya. Oleh karena itu banyak orang-orang Jawa, khususnya orang kejawen yang rutin untuk melakukan puasa mutih ini agar mereka terhindar dari hal-hal kuasa gaib seperti santet ini.

4. Menjaga Kesehatan Tubuh

@health.detik

Selain bermanfaat secara spiritual, puasa mutih ini juga memiliki efek yang dinilai baik bagi kesehatan tubuh seseorang. Sama seperti saat kalian sedang melakukan puasa ramadhan maupun puasa sunnah. Karena aturan puasa mutih ini hanya boleh untuk memasukkan atau mengkonsumsi makanan dan minuman yang putih-putih seperti air putih dan nasi saja, sehingga dengan demikian maka tubuh akan dapat merespon dengan lebih baik karena tidak adanya zat-zat lainnya yang ada di dalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi ke dalam tubuh.