Penjelasan Proses Daur Air Secara Lengkap [+Gambar]

Posted on

Air merupakan komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup di bumi ini. Air memiliki fungsi yang sangat vital bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi ini. Tanpa air manusia serta makhluk hidup lainnya tidak akan bisa hidup dan akan mati.

Yang mana memang sebagian besar bumi ini terdiri dari air, dan yang paling banyak yaitu adalah air di lautan. Selain itu juga tubuh manusia terdiri dari air yang paling banyak dibanding dengan zat lainnya.

Itulah mengapa air menjadi sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Dengan adanya pergantian musim ini maka akan bisa menyebabkan air datang dan pergi. Yang mana di musim penghujan kadar air yang ada mungkin akan lebih banyak dan lebih melimpah dibandingkan dengan pada saat sedang musim kemarau.

Hal inilah yang kemudian dinamakan dengan daur air. Lalu tahukah kalian apa itu yang dinamakan dengan daur air dan bagaimanakah proses daur air ini bisa terjadi? Berikut akan saya berikan sedikit penjelasan atau materi mengenai daur air bagi kalian semua.

Pengertian Daur Air

Daur air merupakan sebuah proses yang terjadi dimana ada sebuah siklus yang tidak akan berhenti pada air. Hal ini di mulai dari air yang ada di daratan akan menguap ke udara dan berubah menjadi awan. Kemudian awan tersebut akan menjadi hujan yang jatuh ke bumi.

Daur air ini akan selalu terjadi selam kehidupan di bumi ini masih ada. Yang mana daur air ini akan berjalan secara sistematis dengan melalui beberapa proses interaksi yang terjadi diantara setiap komponen abiotik di dalam ekosistem.

Baca Juga :  Rumah Adat Sulawesi Selatan

Karena proses daur air ini jugalah ketersediaan air yang ada di bumi ini bisa terus terjaga. Daur air ini adalah suatu daur dari pergerakan air yang melalui 3 fase yaitu gas, cair, dan padat di dalam 4 lapisan bumi yaitu atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer.

Daur air ini selain bermanfaat untuk menjaga ketersediaan air di bumi ternyata juga sangat baik untuk mengatur suhu lingkungan, mengatur perubahan cuaca, serta menciptakan keseimbangan di dalam biosfer bumi ini.

Tahapan Daur Air

Secara keseluruhan daur air akan melalui 7 proses tahapan yang berjalan dengan sistematis dan beraturan. Berikut penjelasannya mengenai tahapan dalam proses daur air ini.

1. Evaporasi

@geograph88

Proses daur air yang pertama dimulai dengan evaporasi. Evaporasi adalah sebuah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi yang disebabkan karena adanya energi panas yang berasal dari matahari.

Air yang berbentuk sebagai zat cair yang berasal dari berbagai macam sumber seperti air laut, air danau, air sungai, maupun air-air yang menggenang di jalanan, dan lain sebagainya ini akan bisa menguap menjadi uap air dan naik ke atas hingga ke lapisan atmosfer bumi. Semakin besar energi panas yang dihasilkan oleh matahari yang sampai ke permukaan bumi, maka akan semakin cepat pula proses evaporasi ini.

2. Transpirasi

@ilmutekniksipilindonesia

Proses dalam daur air ini tak hanya terjadi penguapan air-air yang ada di permukaan bumi saja. Namun hal ini juga terjadi untuk air yang berada di dalam permukaan bumi, yaitu melalui jaringan tumbuh-tumbuhan. Penguapan yang terjadi pada air yang ada di jaringan tumbuhan ini disebut dengan trasnpirasi.

Baca Juga :  4 Jenis Kepribadian Manusia

Proses terjadinya transpirasi ini yaitu adalah akar tanaman akan menyerap air dan kemudian akan mendorong air tersebut menuju ke bagian daun agar bisa di pakai dalam proses fotosintesis. Air dari hasil proses fotosintesis inilah yang kemudian akan dikeluarkan oleh tanaman dengan melalui stomata sebagai uap air.

3. Sublimasi

@hardikasanwikarto

Sublimasi adalah sebuah proses dimana es akan berubah menajdi uap air tanpa harus berada dalam fase cair. Adapun sumber utama dari proses sublimasi ini yaitu adalah lapisan es yang ada di kutub utara, kutub selatan, maupun es yang ada di pegunungan.

Namun proses sublimasi dalam daur air ini lebih lambat dan lebih lama dibandingkan dengan proses penguapan.

4. Kondensasi

@kikigeografi

Saat air dari permukaan bumi menguap dan menjadi uap air, air ini akan naik hingga menuju ke lapisan atas atmosfer. Di ketinggian tertentu, uap air ini akan berubah menjadi partikel es yang memiliki ukuran yang kecil yang terjadi karena pengaruh dari suhu udara yang rendah.

Proses inilah yang disebut dengan kondensasi. Partikel-partikel es tersebut kemudian akan saling mendekati dan berkumpul atau bersatu dan kemudian akan membentuk sebuah awan serta kabut yang ada di langit.

5. Presipitasi

@thoughtco

Awan yang berasal dari uap air yang terkondensasi ini kemudian akan turun ke bumi sebagai hujan yang disebabkan karena adanya pengaruh dari angin maupun perubahan suhu.

Baca Juga :  7 Fakta Tentang Jembatan Suramadu

Jika suhu sangat rendah maka tetesan air yang jatuh ke bumi akan berupa salju. Nah dengan melalui salah satu proses di dalam daur air ini, maka air tersebut akan masuk kembali menuju ke lapisan litosfer.

6. Limpasan

@lorenskambuaya

Limpasan merupakan sebuah proses dimana air akan mengalir menuju ke atas permukaan bumi. Air ini akan berpindah dan bergerak menuju ke arah tempat yang lebih rendah dengan melalui saluran-saluran air yang ada seperti selokan sampai akhirnya air akan bermuara menuju ke danau, laut, maupun samudra. Pada tahapan ini air akan kembali menguap dan menuju kembali ke lapisan hidrosfer.

7. Infiltrasi

@aetra

Setelah terjadi hujan tidak semua air akan ikut dalam tahap limpasan. Yang mana hanya akan ada beberapa air saja yang ikut dalam tahap limpasan, sedangkan sebagian air lainnya akan bergerak menuju ke dalam tanah.

Air inilah yang disebut dengan air infiltrasi. Air ini akan merembes menuju ke bawah tanah dan kemudian akan menjadi air tanah.

Related posts: