Penjelasan Perceraian Dalam Kristen [Lengkap]

Posted on

Seperti yang kita semua ketahui disini bahwa di dalam iman Kristen pernikahan merupakan sebuah hal yang suci dan kudus di hadapan Tuhan maupun manusia. Oleh sebab itulah Tuhan menghendaki agar pernikahan ini bisa bertahan hingga akhir maut memisahkan kedua orang suami istri ini.

Sehingga disini Tuhan meneguhkan bahwa pernikahan manusia ini bukanlah sebuah hal yang hanya bersifat sementara saja namun merupakan sebuah hal yang bersifat seumur hidup hingga maut memisahkan mereka. Oleh sebab itu Tuhan Yesus sangat menentang sekali yang namanya perpisahan atau perceraian.

Namun kini kita melihat semakin banyak kasus-kasus perceraian yang menimpa keluarga-keluarga Kristen di dunia ini. Ya tak menutup kemungkinan bahwa kasus perceraian semakin meningkat setiap tahunnya, dan tak sedikit juga pasangan suami istri Kristen yang memilih bercerai sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi atau menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.

Lalu bagaimanakah sebenarnya pandangan iman Kristen tentang perceraian ini? Dan apa yang akan terjadi jika perceraian ini sampai terjadi? Berikut akan saya berikan beberapa ulasannya mengenai perceraian menurut pandangan iman Kristen. Semoga tulisan di bawah ini bisa menjadi pengetahuan dan dapat menjadi berkat bagi kalian semua, terutama pasangan suami istri yang mungkin sedang memiliki permasalahan di dalam kehidupan rumah tangganya dan pernah berfikir untuk bercerai.

Mengenal Perceraian

@michaellovell

Perceraian merupakan berakhirnya ikatan pernikahan sepasang suami istri, yang mana seharusnya ikatan pernikahan ini harus dijalankan seumur hidup dan hanya mautlah yang bisa memisahkan ikatan pernikahan tersebut. Selain itu perceraian ini juga akan menyangkut banyak aspek di dalamnya yang pada akhirnya hanya akan meninggalkan konflik yang tersisa, salah satunya yaitu adalah masalah broken home. Yang mana biasanya disini anaklah yang akan menjadi korban dari perceraian ini.

Baca Juga :  Renungan Harian Mutiara Iman Katolik

Bentuk perceraian ini sendiri yaitu ada 2 bentuk, yaitu cerai hidup dan cerai mati. Yang mana cerai hidup ini bisa terjadi karena sudah tidak adanya rasa ketidakcocokan maupun permasalahan lainnya di dalam hubungan rumah tangga. Misalnya yaitu adalah seperti alasan perzinahan, perekonomian, kekerasan di dalam rumah tangga, pertikaian, dan beberapa alasan lain yang biasanya digunakan sebagai alasan untuk bercerai.

Sedangkan yang kedua yaitu adalah cerai mati. Cerai mati ini hanya terjadi jika salah satu pasangan suami atau istri meninggal dunia. Yang mana di dalam kasus ini maka ikatan pernikahan suami istri tersebut telah usai saat pasangannya meninggal dunia. Sehingga dalam hal ini salah satu pasangan yang masih hidup tersebut tidak wajib untuk tetap setia pada ikatan pernikahannya tersebut, namun apabila ia memilih untuk tetap setia maka hal tersebut merupakan sebuah hal yang luar biasa yang menjadi bukti nyata dari ikatan yang mulia atas dasar kasih yang suci dan tulus hingga mati dengan tidak menikah kembali.

Larangan Perceraian Di Dalam Kristen

@thoughtco

Tuhan telah mengatur tentang hukum pernikahan dan perceraian umat-Nya ini di dalam Alkitab, yaitu salah satunya yang ada di dalam Matius 19:4-6 yang berbunyi : “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? dan firmanNya: sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang sudah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan manusia”.

Dari ayat tersebut sebenarnya Tuhan telah melarang perceraian terjadi di dalam kehidupan pernikahan orang percaya. Nah disini ada beberapa poin penting yang terdapat di dalam firman Tuhan mengenai perceraian, berikut akan saya berikan beberapa poin-poin penting yang saya tangkap berdasarkan firman Tuhan mengenai perceraian umat Kristen.

Baca Juga :  Kumpulan Lagu - Lagu Rohani Kristen [8 Lagu Favorite]

1. Allah Tidak Menghendaki Perceraian

@psychologytoday

Sama seperti yang telah saya katakan sebelumnya yaitu di dalam beberapa ayat Alkitab yang ada sudah jelas tertulis bahwa Allah tidak pernah menghendaki yang namanya perceraian ini terjadi dan sangat menentang keras yang namanya perceraian ini.

Namun apabila manusia masih ingin melakukan perceraian ini maka hukumnya yaitu adalah manusia tersebut telah berbuat zina dan tentu saja Tuhan tidak ingin orang yang telah berbuat zina dapat masuk ke dalam kerajaan surga-Nya. Sebab Tuhan sendiri telah menguduskan dan menyucikan pernikahan umat-Nya di dalam kasih-Nya. Oleh sebab itulah Tuhan Allah kita tidak ingin agar pernikahan yang telah kudus dan suci tersebut terputus begitu saja dan terlepas begitu saja ikatannya.

Walaupun hukum pemerintahan mengijinkan untuk perceraian tersebut terjadi, namun tetap hukum gereja dan hukum Allah tidak pernah membenarkan yang namanya perceraian apapun alasannya, kecuali perceraian mati atau perceraian yang terjadi karena salah satu pasangan suami istri tersebut meninggal.

2. Tuhan Yesus Melarang Perceraian Kecuali Karena Perzinahan

@lovedignity

Di dalam Alkitab Perjanjian Baru pun Tuhan Yesus juga telah memberikan perintah yang tegas mengenai perceraian ini. Seperti yang tertulis di dalam beberapa ayat Alkitab seperti yang ada di Matius 5:31-32 dan Matius 19:9. Yang mana di dalam ayat-ayat tersebut telah diterangkan dengan jelas bahwa Tuhan Yesus secara langsung melarang perceraian terjadi apapun alasannya.

Baca Juga :  Manfaat Puasa Senin Kamis

Namun ada sebuah pengecualian yang bisa dijadikan sebagai dasar perceraian ini selain tentu saja cerai mati, yaitu adalah karena zinah. Ya terdapat sebuah pengecualian mengenai perceraian yang terjadi karena tindakan zinah ini, yang mana perzinahan merupakan sesuatu yang najis dan tidak berkenan di hadapan Tuhan Allah.

Oleh sebab itulah jika salah satu pasangan suami istri tersebut telah berbuat zina maka bisa saja diceraikan oleh pasangannya. Namun tetap Tuhan Yesus sendiri juga tak menghendaki yang namanya perceraian ini. Ia menasihatkan kepada para murid-Nya agar mereka bisa senantiasa untuk menjaga kehidupan pernikahan mereka agar tetap suci, kudus, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Akibat Perceraian

@beritagar

Perceraian memang akan memiliki dampak yang sangat buruk dan merugikan sekali. Yang mana dampaknya tak hanya terjadi pada pasangan suami istri yang bercerai saja namun juga akan berdampak pada anak-anak maupun keluarga besar dan juga lingkungan di sekitar.

Yang mana perceraian ini akan mengakibatkan hubungan baik yang terjalin antara keluarga besar akan menjadi terputus dan akan kehilangan kasih yang ada di dalam keluarga tersebut, sehingga kasih akan menjadi tawar dan tidak ada lagi kasih di dalam kehidupan keluarga tersebut.

Selain itu hal ini juga akan bisa berdampak pada anak-anak. Yang mana anak-anak yang memiliki orang tua yang bercerai ini akan dapat mengalami gangguan psikologis maupun gangguan mental di dalam dirinya.