Penjelasan Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar

Posted on

Pernahkah kalian semua melihat campuran minyak dengan air? Atau campuran oli kendaraan yang berada di jalanan yang berlubang yang sudah bercampur dengan aspal atau dengan air mungkin. Tentu kedua zat atau cairan seperti air dan minyak ini tidak bisa menyatu bukan. Lalu pernahkah terbersit di pikiran kalian mengapa kedua campuran antara minyak dan air ini tidak bisa bercampur?

Yang perlu kalian ketahui disini yaitu adalah bahwa air dan minyak ini merupakan suatu jenis senyawa yang mempunyai polaritas atau sifat kepolaran yang sangat berbeda. Yang mana senyawa air merupakan salah satu contoh dari senyawa polar sedangkan senyawa minyak ini merupakan salah satu contoh dari senyawa non polar.

Apa itu yang dimaksud dengan senyawa polar dan senyawa non polar? Senyawa polar ini adalah suatu senyawa yang terbentuk dari ikatan kimia yang disebut dengan ikatan kovalen polar, sementara senyawa non polar ini adalah suatu senyawa yang terbentuk dari ikatan kovalen non polar. Kemudian apa itu yang dimaksud dengan ikatan kovalen polar dengan ikatan kovalen non polar ini?

Nah bagi kalian semua yang mungkin disini masih bingung dan masih belum tahu atau belum paham mengenai apa itu yang dimaksud dengan ikatan kovalen polar serta ikatan kovalen non polar, maka disinilah tempat yang pas bagi kalian semua. Sebab disini saya akan berikan sedikit penjelasan atau materi mengenai apa itu yang dimaksud dengan ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar. Berikut penjelasannya atau materinya.

Pengertian Ikatan Kovalen Polar Dan Ikatan Kovalen Non Polar

@stefanusagustusjoni.blogspot

Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa ikatan kovalen ini terdiri dari beberapa jenis yang ada. Diantaranya yaitu adalah ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar ini. Ikatan kovalen polar serta ikatan kovalen non polar ini dibedakan berdasarkan dengan polaritas atau kepolaran ikatannya.

Baca Juga :  Ciri Manusia Modern Menurut Para Ahli

Kepolaran atau polaritas ini merupakan sebuah potensi sebuah senyawa untuk bisa membentuk kutub (pole) pada salah satu unsur penyusun senyawa tersebut karena dipengaruhi oleh adanya perbedaan nilai keelektronegatifan. Apabila diantara atom – atom unsur penyusun senyawa ini mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang sangat kecil atau bahkan nol maka ikatan yang terbentuk yaitu adalah iktan kovalen non polar.

Dan apabila perbedaan keelektronegatifannya relatif besar maka ikatan yang terbentuk yaitu adalah ikatan kovalen polar. Sehingga dengan demikian maka bisa diambil kesimpulan bahwa ikatan kovalen polar merupakan sebuah ikatan yang pasangan elektron ikatannya ini lebih cenderung untuk tertarik pada salah satu atom yang saling berikatan.

Yang mana ikatan kovalen polar ini bisa terbentuk antara atom – atom unsur yang mempunyai perbedaan nilai keelektronegatifan yang cukup besar. Sedangkan ikatan kovalen non polar merupakan suatu ikatan yang pasangan elektron ikatannya ini cenderung untuk tertarik sama kuatnya menuju ke arah atom – atom yang saling berikatan.

Yang mana ikatan kovalen non polar ini bisa terbentuk di antara atom – atom unsur yang mempunyai perbedaan nilai keelektronegatifan yang sangat kecil atau sama dengan nol dan juga tidak mempunyai pasangan elektron ikatan. Contohnya dari ikatan kovalen polar yaitu adalah senyawa HCl.

Pada molekul HCl ini pasangan elektron ikatan akan lebih cenderung untuk tertarik menuju ke salah satu atom yang mempunyai elektronegativitas lebih besar yaitu adalah atom Cl. Hal inilah yang kemudian menyebabkan bentuk molekulnya akan mengutub pada atom Cl, sehingga akan menjadi asimetris atau tidak simetris.

Baca Juga :  7 Langkah Membuat Paspor Secara Online

Kepolaran yang ada pada molekul ini bisa terjadi karena diantara atom H dengan atom Cl ini mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar. Sementara contohnya dari ikatan kovalen non polar yaitu adalah senyawa Cl2. Dimana pada molekul Cl2 ini elektron ikatan akan tertarik sama kuatnya menuju ke arah atom – atom yang saling berikatan.

Hal ini karena antara dua atom Cl ini mempunyai keelektronegatifan yang sama besarnya atau dengan kata lain bisa dikatakan bahwa perbedaan elektronegativitasnya yaitu adalah nol. Karena pasangan elketron ikatannya tertarik sama kuatnya, maka bentuk dari molekuk sneyawa Cl2 ini yaitu adalah simetris.

Ciri – Ciri Ikatan Kovalen Polar Dan Ikatan Kovalen Non Polar

1. Molekul Biatom

@id.wikipedia.org

Molekul biatom ini terdiri dari 2 atom yang kepolarannya ditentukan oleh elektronegativitas. Dua buah atom yang elektronegativitasnya tidak sama maka daya tarik elektronnya ke arah atom elketronegativitasnya akan lebih besar.

Pada molekul HCl, atom H keelektronegatifannya 2,1 sedangkan atom Cl, 3,0 sehingga elektron akan bergeser menuju ke arah Cl. Atom Cl akan kelebihan elektron dan membentuk kutub negatif sementara atom H akan kekurangan elektron membentuk kutub positif. Senyawa polar bisa membentuk kutub positif dan negatif, sedangkan senyawa non polar tidak bisa.

Contoh dari molekul biatom yang termasuk dalam senyawa polar yaitu adalah HBr, CIF, HF, HCl. Sedangkan moekul biatom yang termasuk ke dalam senyawa non polar yiatu sebagain besar molekul yang terbentuk dari dua atom yang sama seperti H2, O2, Br2, Cl2, N2.

Baca Juga :  Rumah Adat Sulawesi Selatan

2. Molekul Poliatom

@id.pinterest

Polaritas molekul poliatom ini ditentukan oleh momen dipol yang ada pada molekul tersebut. Momen dipol ini merupaakan hasil kali yang berasal dari pemisahakan muatan dengan jarak yang ada pada antar kutub. Sehingga secara matematis, momen dipol ini bisa dirumuskan sebagai berikut ini :

μ = � × r

Dimana :

μ = momen dipol

� = kelebihan muatan yang ada di tiap atom

r = jarak antara kedua inti atom

Senyawa polar merupakan senyawa yang memiliki momen dipol lebih dari nol, sementara senyawa non polar merupakan suatu senyawa yang momen dipolnya sama dengan nol.

Contoh Soal

Manakah diantara ketiga senyawa berikut ini yang memiliki nilai kepolaran yang paling tingig? Apakah CO, NO, atau HCl?

Jawab :

Keelektornegatifan yang ada di setiap atom yaitu adalah :

C = 2,5

O = 3,5

N = 3,0

Cl = 3,0

H = 2,1

Pada molekul CO, selisih keelektronegatifannya yaitu adalah 3,5 – 2, 5 = 1,0

Pada molekul NO, selisih keelektronegatifannya yaitu adalah 3,5 – 3, 0 = 0,5

Pada molekul HCl, selisih keelektronegatifannya yaitu adalah 3, 0 – 2,1 = 0,9

Sehingga kepolaran molekul bisa diurutkan seperti berikut ini :

CO > HCl > NO

Related posts: