Penjelasan Hukum OHM (Contoh & Rumus)

Posted on

Seperti yang kita ketahui di dalam ilmu Fisika tentu terdapat banyak sekali teori hukum yang ada. Dan tentu saja semua jenis teori hukum yang terdapat di dalam materi ilmu Fisika ini sering kali digunakan dan juga dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia setiap harinya. Salah satu teori hukum di dalam ilmu Fisika yang banyak sekali digunakan dalam kehidupan manusia sehari – hari ini yaitu adalah hukum Ohm.

Hukum Ohm ini khususnya dipakai dan digunakan di dalam hal yang berkaitan dengan kelistrikan, sebab hukum Ohm ini memang secara spesifik mempelajari tentang arus listrik. Lalu tahukah kalian sebenarnya apa yang dimaksud dengan hukum Ohm ini? Dan bagaimana rumus – rumus yang ada di dalam hukum Ohm ini, serta apa saja kegunaan atau manfaat dari teori hukum Ohm ini bagi kehidupan kita sehari – hari?

Nah bagi kalian semua yang belum mengetahui dan juga belum memahami tentang apa itu yang dinamakan dengan hukum Ohm, berikut akan saya berikan penjelasan singkat mengenai materi tentang teori hukum Ohm ini. Silahkan disimak dan dibaca dengan teliti ya materi berikut ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian semua.

Pengertian Hukum Ohm

Hukum Ohm ini mencakup tentang kuat arus listrik yang ada di dalam sebuah rangkaian yang akan berbanding lurus dengan tegangan yang ada pada bagian ujung – ujung rangkaiannya dan juga akan berbanding terbalik dengan hambatan yang ada pada rangkaiannya.

Baca Juga :  Gambar Bagian Bagian Mikroskop dan Fungsinya

Semakin besar hambatan atau resistansi yang ada pada sebuah rangkaian listrik maka akan semakin kecil arus yang mengalirinya. Sebaliknya, jika sumber daya yang dihasilkan sangat besar maka beban juga harus bisa menerima daya yang lebih besar pula.

Sedangkan jika beban menerima daya sesuai dengan kemampuannya, maka hal ini justru akan menyebabkan kerusakan yang ada di dalam sebuah komponen tersebut. Dimana keadaan seperti inilah yang sering kali disebut dengan overload. Jika arus yang mengalir pada sebuah rangkaian ini terlalu besar untuk bisa di terima oleh beban, maka hal ini bisa di gunakan untuk satu komponen listrik atau yang disebut juga dengan resistor.

Resistor ini merupakan salah satu komponen listrik yang menyebabkan tegangan listrik menjadi lemah atau menjadi menurun. Bunyi dari hukum Ohm ini sendiri yaitu adalah sebagai berikut ini :

Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah konduktor atau penghantar akan berbanding terbalik dengan hambatannya (R), dan akan berbanding lurus dengan teganagan atau beda potensialnya (V).

Sehingga disini bisa kita ambil kesimpulan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir di dalam sebauh rangkaian yang melalui sesuatu ini yang disebut sebagai penghantar atau konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan yang berada pada bagian ujung – ujung rangkaian dan akan berbanding terbalik dengan hambatan pada rangkaiannya.

Rumus Hukum Ohm

Dari penjelasan mengenai hukum Ohm di atas, maka rumus dari hukum Ohm ini bisa kita tuliskan sebagai berikut ini.

Baca Juga :  7 Fakta Unik Tubuh Manusia Yang Patut Anda Ketahui

V = I x R

I = V / R

R = V / I

Dimana :

v = beda potensial (voltage / volt)

I = arus listrik (Ampere / A)

R = hambatan atau resistansi (Ohm / Ω)

Seluruh komponen yang berada di dalam rangkaian listrik masing – masing ini di jelaskan atau di gambarkan dengan memakai simbol – simbol khusus. Yang mana hal ini bertujuan supaya komponen dan koneksi bisa di gambarkan dengan jelas.

Satuan unit yang ada di dalam hukum Ohm ini menggunakan satuan pasti yaitu Volt, Ampere, dan Ohm. Sehingga apabila terdapat unit lainnya seperti millivolt, kilovolt, miliampere, megaOhm, maupun kiloOhm maka kita harus mengkonversikan atau mengubah unit – unit satuan tersebut ke dalam satuan pokok yang berupa Volt, Ampere, dan Ohm ini.

Rangkaian Listrik Dalam Hukum Ohm

Rangkaian merupakan sebuah lintasan listrik yang dilalui dari sumber daya dan kembali lagi. Seluruh bagian yang ada di dalam rangkaian sederhana harus bisa menghantarkan listrik dan juga terhubung antara satu dengan yang lainnya. Di dalam rangkaian listrik ini terdapat 2 (dua) jenis rangkaain listrik yang umum kita gunakan, yaitu sebgaai berikut ini.

1. Rangkaian Seri

@nyunyunphysics.blogspot

Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang seluruh bagian komponennya terhubung dengan komponen yang lainnya. Contoh dari alat yang menggunakan rangkaian listrik jenis seri ini yaitu adalah seperti senter

2. Rangkaian Paralel

@m-edukasi.kemdikbud.go.id

Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang di susun secara paralel. Yang mana pada rangkaian paralel ini biasanya akan memiliki baterai atau komponen lainnya yang akan saling terhubung dengan cara saling menyilang.

Baca Juga :  Penjelasan Hidrolisis Garam dan Macam-macamnya

Contoh Soal Hukum Ohm

1. Berapakan nilai dari arus listrik yang ada pada setting DC Generator (Power Supply) untuk bisa menghasilkan output tegangan sebesar 10V yang kemudian akan di atur nilai potensiometer nya menjadi 10 ohm?

Penyelesaian

Diketahui :

V = 10 V

R = 10 ohm

Ditanya :

I = . . . ?

Jawab :

I = V / R

I = 10 / 10

I = 1 Ampere

2. Setting DC Geberator (Power Supply) untuk bisa menghasilkan output tegangan sebesar 10 V, setelah itu atur lah nilai potensiometer menjadi 1 kiloOhm. Hitunglah berapakah nilai arus listrik yang ada.

Penyelesaian

Diketahui :

V = 10 V

R = 1 kilo ohm = 1000 ohm

Ditanya :

I = . . . ?

Jawab :

I = V / R

I = 10 / 1000

I = 0,01 A atau 10 miliAmpere

3. Atur nilai hambatan atau resistansi potensiometer ke 500 ohm, lalu aturlah DC Generator hingga bisa menghasilkan arus listrik sebesar 10 mA. Berapakah tegangan yang ada pada arus tersebut?

Penyelesaian

Diketahui :

I = 1O mA = 0,01 Ampere

R = 500 Ohm

Ditanya :

V = . . . ?

Jawab :

V = I x R

V = 0,01 x 500

V = 5 volt

4. Apabila tegangan yang ada di dalam sebuah listrik yaitu sebesar 12 V, dan nilai arus listrik nya yaitu adalah 0,5 A, maka berpaakah besaran nilai resistansi atau nilai hambatan nya?

Penyelesaian

Diketahui :

V = 12 V

I = 0,5 A

Ditanya :

R = . . . ?

Jawab :

R = V / I

R = 12 / 0,5

R = 24 Ohm

Related posts: