Penjelasan Hidrolisis Garam dan Macam-macamnya

Posted on

Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan tingkat konsentrasi dan kepahaman yang tinggi. Oleh sebab itu tak jarang jika kimia ini menjadi salah satu mata pelajaran yang tidak di sukai oleh banyak pelajar.

Hal ini karena memang pelajaran kimia ini di rasa cukup sulit dan cukup susah untuk bisa di pahami dengan banyaknya rumus dan juga unsur – unsur bahan kimia yang harus di hafalkan. Yang mana dalam materi pembelajaran Kimia ini banyak sekali sub bab yang harus di pelajari dan di mengerti oleh para peserta didik.

Salah satunya yaitu adalah sub bab atau materi tentang hidrolisis garam. Pada saat belajar tentang materi kimia, pasti kalian pernah mendengar taau membaca tentang yang namanya hidrolisis garam. Apakah kalian tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidrolisis garam tersebut? Apakah kalian paham mengenai materi tentang hidrolisis garam ini?

Nah apabila kalian semua belum tahu dan mungkin saat ini masih bingung memahami tentang materi hidrolisis garam ini maka jangan bingung dulu. Sebab disini akan saya berikan beberapa materi mengenai apa itu yang dimaksud dengan hidrolisis garam ini. Silahkan simak materi tentang hidrolisis garam di bawah ini dengan baik dan cermat ya.

Pahami dan ingat dengan baik, supaya kalian setelah membaca sedikit materi tentang hidrolisis garam ini jadi lebih tahu dan lebih paham tentang apa itu yang dimaksud dengan hidrolisis garam ini. Berikut ini materinya tentang hidrolisis garam.

Baca Juga :  Sejarah 34 Provinsi di Indonesia

Pengertian Hidrolisis Garam

@kimia.space

Kata hidrolisis berasal dari kata hidro yang memiliki arti air dan kata lisis yang memiliki arti penguraian. Sehingga hidrolisis bisa kita simpulkan sebagai sebuah reaksi penguraian yang terjadi di dalam air.

Dengan demikian, maka kita bisa mengartikan hidrolisis garam ini sebagai sebuah reaksi penguraian garam yang terjadi di dalam air yang akan membentuk ion, baik itu ion positif maupun ion negatif. Ion – ion ini kemudian akan bereaksi dengan air sehingga membentuk asam dan basa asalnya.

Reaksi hidrolisis ini berbanding terbalik dengan reaksi penggaraman atau reaksi penetralan. Garam – garam yang mengalami proses hidrolisis ini merupakan garam yang memiliki kandungan ion yang berasal dari asam lemah atau pun basa lemah. Sedangkan garam yang berasal dari asam kuat ataupun basa yang kuat tidak akan bisa mengalami reaksi hidrolisis.

Macam – Macam Hidrolisis Garam

@naturesjeannie

1. Hidrolisis Parsial

Hidrolisis parsial atau hidrolisis sebagian terjadi pada saat garam di reaksikan dengan air hanya sebagian ionnya saja yang mengalami reaksi hidrolisis ini sedangkan ion yang lainnya tidak. Dimana komponen dari penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsial ini adalah yang memiliki asam yang lemah dan basa yang kuat ataupun sebaliknya.

2. Hidrolisis Total

Hidrolisis total adalah reaksi penguraian seluruh garam oleh air baik itu bagian kation maupun anionnya. Yang mana komponen yang ada pada garam ini terdiri dari asam lemah dan juga basa yang lemah.

Baca Juga :  Contoh Dialog Interaktif Singkat dan Panjang Serta Kesimpulannya

3. Hidrolisis Anion

Pada saat garam yang terdiri dari beberapa komponen molekul berupa asam lemah dan basa kuat di reaksikan dengan molekul air, maka yang terjadi adalah garam – garam tersebut hanya akan terhidrolisis sebagian di dalam air tersebut. Dan juga garam tersebut akan menghasilkan ion yang memiliki sifat basa (OH-).

Misal :

CH3COONa(aq) -> Ch3COO- (aq) + Na + (aq)

CH3COO- + H2O <-> CH3COOH + OH-

Na + H2O -> Tidak terjadi reaksi

Dari contoh tersebut bisa di jelaskan bahwa CH3COO- yang merupakan anion asam lemah terhidrolisis dan membentuk OH- pada waktu di reaksikan dengan molekul air (H20). Sementara Na+ yang merupakan kation dari basa kuat ini tidak akan terhidrolisis pada saat di reaksikan dengan molekul air.

4. Hidrolisis Kation

Apabila garam dengan komponen penyusunnya yang berupa asam kuat dan basa lemah ini di larutkan ke dalam molekul air maka juga akan mengalami hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsial dan akan dapat menghasilkan ion yang bersifat asam (H+). Hal ini bisa terjadi karena hanya kation yang berasal dari basa lemah saja yang terhidrolisis, sementara anion yang ada pada asam kuat ini tidak akan mengalami hidrolisis.

Misal :

NH4Cl -> NH4+ + Cl-

NH4+ + H20 <-> NH4OH + H+

Cl- + H2O -> Tidak terjadi reaksi

Dari contoh tersebut kita bisa tarik kesimpulan bahwa NH4+ yang merupakan asam lemah ini dapat terhidrolisis dan menghasilkan ion yang memiliki sifat asam, yaitu H+. Sementara Cl- yang merupakan anion dari asam kuat ini tidak akan terhidrolisis.

Baca Juga :  7 Fakta Tentang Jembatan Suramadu

5. Kation Dan Anion Terhidrolisis

Pada saat garam dan komponen asam lemah serta basa lemah ini di reaksikan dengan molekul air maka akan dapat mengalami yang namanya hidrolisis total. Hal ini dapat terjadi karena kation yang berasal dari basa lemah dan juga anion yang berasal dari asam lemah ini bisa terhidrolisis dengan sempurna. Yang mana reaksi hidrolisis ini akan bisa menghasilkan ion H+ atau OH-.

Misal :

CH3COONH4 -> CH3COO- + NH4+

CH3COO- + H2O <-> CH3COOH + OH-

NH4+ + H2O <-> NH4OH + H+

Dari contoh di atas bisa di jelaskan bahwa kedua komponen yang menjadi penyusun garam yaitu CH3COO- yaitu anion yang berasal dari asam lemah dan NH4+ yaitu kation yang berasal dari basa lemah bisa terhidrolisis dengan mudah yang mana masing – masing berurutan dan menghasilkan ion yang memiliki sifat basa (OH-) dan ion yang memiliki sifat asam (H+).

Related posts: