Penjelasan, Dampak dan Jenis Sampah Pada Lingkungan

Posted on

Sampah merupakan sisa akhir dari barang-barang buangan yang sudah tidak berguna dan tidak di butuhkan lagi karena sudah tidak memiliki nilai dan harga lagi. Setiap harinya setiap orang menghasilkan minimal 1 (satu) kantong sampah. Bayangkan saja berapa ratus ton sampah yang terdapat di muka bumi ini jika penduduk bumi saat ini mencapai 7 milyar orang.

Jenis Sampah dan Penjelasannya

@merantitribunnews.com

Selain manusia, makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan yang hidup di bumi juga menghasilkan sampah setiap harinya. Nah, secara umum sampah sendiri di bagi menjadi 2 (dua) kategori atau golongan. Yaitu sampah organik dan sampah non organik (anorganik). Untuk lebih jelasnya mengenai apa itu sampah organik dan sampah non organik silahkan simak penjelasan saya di bawah ini dengan teliti ya.

Sampah Organik

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa-sisa pembuangan makhluk hidup, baik itu dari manusia, hewan maupun tumbuhan. Sampah jenis organik ini sifatnya mudah membusuk, sehingga disini bakteri menjadi sesuatu yang sangat penting yang mana bakteri ini dapat menguraikan sampah jenis organik ini secara alami.

Artikel Terkait : Penjelasan Lengkap Jenis Bahan Bakar Pesawat Terbang

Sampah organik ini juga bisa di katakan sangat ramah lingkungan karena memang berasal dari hasil pembuangan makhluk hidup sehingga tidak mengandung senyawa atau bahan kimia lainnya yang berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya dan dapat merusak ekosistem yang ada.

Jenis Sampah Organik

Beberapa sampah organik yang di hasilkan setiap harinya di dunia ini juga di bagi lagi ke dalam beberapa jenis dan di kelompokkan sehingga dapat dipilah dengan sangat mudah. Berikut akan saya berikan penjelasan mengenai jenis-jenis dari sampah organik ini.

1. Sampah Organik Padat

Sampah organik padat ini merupakan jenis sampah yang bentuk nya padat dan bisa di pegang langsung secara fisik. Sampah organik padat ini beberapa ada yang mengandung bahan alami atau bahan-bahan organik.

  • Contoh dari sampah organik padat ini diantaranya yaitu: bangkai hewan, sisa sayuran, kertas, dan sebagainya.

2. Sampah Organik Cair

Baca Juga :  Pengertian dan Proses Dalam Teknik Analisis Data Kuantitatif

Sesuai dengan namanya, sampah organik cair ini berbentuk cair, yang berarti bahwa sampah organik jenis ini bisa berpindah tempat dengan cara mengalir menuju ke suatu tempat. Sampah organik cair ini memang tidak terlalu berbahaya di banding dengan sampah organik jenis lainnya. Tapi bila di serap langsung oleh tanah, sampah organik cair ini akan bisa menjadi sangat berbahaya sekali. Hal ini di karenakan tanah merupakan tempat berkembangnya berbagai macam virus dan bakteri yang menimbulkan munculnya berbagai macam penyakit bagi makhluk hidup.

  • Contoh dari sampah organik cair ini diantaranya adalah: air kencing manusia maupun hewan dan bekas-bekas minuman atau jus yang berasal dari buah-buahan.

3. Sampah Organik Gas

Sampah organik jenis gas ini merupakan sampah organik yang sering kali di hasilkan oleh manusia maupun makhluk hidup lainnya dengan tidak sadar. Salah satu contoh sampah organik jenis gas ini yang paling sering kita hasilkan maupun makhluk hidup hasilkan yaitu adalah kentut. Ya, kentut baik dari manusia maupun dari hewan mengandung gas metana yang bisa menyebabkan timbulnya sampah organik di udara. Apabila seluruh makhluk hidup di bumi ini kentut secara bersamaan, maka secara langsung bumi ini akan terasa sangat panas sekali, hal ini di sebabkan karena kandungan gas metana yang ada pada kentut yang dapat membuat suhu di muka bumi meningkat.

Sampah Non Organik

Setelah tadi sebelumnya kita membahas tentang sampah organik, sekarang saatnya kita membahas tentang sampah non organik atau yang biasa disebut juga dengan sampah anorganik. Sampah non organik merupakan sampah atau sisa-sisa hasil pembuangan dari kegiatan manusia bukan yang berasal dari makhluk hidup seperti sampah organik.

Sumber dari sampah non organik ini pun dapat bermacam-macam, diantaranya seperti sisa hasil industri, sisa rumah tangga, sisa hasil pertambangan, dan lain-lain. Sampah jenis non organik ini sangat susah di uraikan berbeda dengan sampah organic yang mudah untuk di uraikan.

Sebenarnya bakteri yang dapat menguraikan sampah organik juga dapat menguraikan sampah jenis non organik ini, namun membutuhkan waktu yang sangat lama agar sampah non organik ini dapat terurai yang bisa memakan waktu hingga ratusan tahun agar sampah jenis non organik ini bisa terurai.

Artikel Terkait : Ciri-Ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

Baca Juga :  Contoh Biosfer [Pengertian, Ciri, dan Penyebab]

Maka dari itu sampah non organik ini menjadi permasalahan terbesar bagi para umat manusia di muka bumi ini. Karena beberapa pencemaran di muka bumi ini dipicu karena sampah-sampah non organik yang belum juga dapat ditangani dan diuraikan secara sempurna maupun dimusnahkan secara utuh. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini diantaranya yaitu adalah dengan cara mendaur ulangnya kembali menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Jenis Sampah Non Organik

1. Sampah Non Organik Padat

Sampah non organik padat ini wujudnya padat, dapat di pegang secara fisik namun tidak semua jenis sampah non organik padat ini bisa di pegang secara fisik karena ada beberapa sampah non organik padat yang mengandung senyawa yang berbahaya bagi kulit kita.

  • Contoh dari sampah non organik padat yaitu: besi, baja, plastik, kaleng, aluminium, dan masih banyak lagi.

2. Sampah Non Organik Cair

Sampah non organik cair ini biasanya di hasilkan dari limbah cair yang berasal dari beberapa perusahaan pabrik-pabrik industri. Limbah cair ini sangat berbahaya sekali apabila dialirkan langsung ke sungai karena dapat membunuh dan merusak ekosistem yang ada di sungai, seperti ikan dan hewan lainnya yang ada di sungai contohnya. Beberapa kegiatan rumah tangga juga bisa menghasilkan sampah non organik cair ini, salah satunya dari sabun deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian. Selain itu tumpahan minyak di pengeboran dan pertambangan di tengah laut juga dapat berbahaya bagi kelangsungan hidup ekosistem di lautan.

3. Sampah Non Organik Gas

Sampah non organik ini jenisnya berupa gas yang tidak bisa dipegang secara fisik.

  • Contohnya diantaranya yaitu adalah asap dari kegiatan pembuangan limbah pabrik dan gas-gas yang dihasilkan dari kendaraaan bermotor yang juga berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Asap-asap tersebut bisa menyebabkan polusi, meningkatnya global warming, serta terjadinya hujan asam yang bisa merusak ekosistem kehidupan yang ada.

4. Limbah Radioaktif

Jenis sampah non organik yang satu ini sangat berbahaya sekali efeknya bagi makhluk hidup. Limbah radioaktif ini disebabkan dari hasil generator fusi dan fisi nuklir yang kemudian menghasilkan uranium dan thorium yang berbahaya bagi makhluk hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, pembuangan limbah radioaktif ini biasanya dilakukan di tempat yang jauh dari pemukiman warga seperti di dasar laut dan di tempat bekas penambangan garam.

Itulah tadi penjelasan tentang sampah organik dan sampah non organik. Mari jaga dan rawatlah lingkungan tempat tinggal kita, salah satunya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Karena hal itu akan bisa menyebabkan bencana alam yg bisa merugikan kita semua.

Related posts: