Pengertian Silogisme [Rumus dan Contoh]

Posted on

Bahasa merupakan salah satu aspek atau salah satu hal yang sangat luas sekali untuk dipelajari dan dimengerti. Bahasa ini merupakan hal yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan mengikuti perkembangan jaman dan juga seiring berjalannya waktu bahasa ini bisa saja mengalami yang namanya perubahan.

Bahasa yang digunakan oleh bangsa kita yaitu adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia ini sudah pasti menjadi suatu mata pelajaran yang wajib diajarkan sejak di bangku Sekolah Dasar. Di dalam materi Bahasa Indonesia ini akan sangat banyak sekali materi – materi mengenai parafgraf maupun hal – hal lainnya.

Nah disini saya akan membahas mengenai salah satu materi yang terdapat di dalam bahasa Indonesia, yang mungkin banyak dari kalian disini yang masih asing dengan materi mengenai jenis paragfraf berikut ini. Disini akan saya bahas mengenai paragraf silogisme.

Apakah kalian pernah mendengar apa itu paragraf silogisme, atau mungkin kalian pernah belajar tentang paragraf silogisme ini sebelumnya? Nah buat kalian semua yang belum tahu tentang apa itu paragraf silogisme, berikut ini akan saya berikan sedikit materi tentang paragfraf silogisme.

Apa Itu Paragraf Silogisme?

@lahiya

Paragraf silogisme adalah sebuah jenis paragraf yang dikembangkan dari pola pikir silogisme. Silogisme sendiri merupakan suatu jenis penalaran deduktif yang dipakai oleh seseorang untuk menyusun sebuah argumentasi yang deduktif yang dipakai untuk menjadi slaah satu teknik di dalam pengambilan kesimpulan di dalam suatu tulisan atau paragraf.

Di dalam paragraf silogisme ini terdapat 2 (dua) buah premis dan 1 (satu) buah kesimpulan. Premis adalah sebuah pernyataan yang dijadikan sebagai suatu dasar untuk menarik sebuah kesimpulan. Kedua premis yang ada di dalam paragraf silogisme ini yaitu adalah premis mayor atau premis umum (PU) dan premis minor atau premis khusus (PK).

Baca Juga :  Cara keluar Dari Group WhatsApp Agar Tidak Ketahuan

Rumus Paragraf Silogisme

Paragraf silogisme di rumuskan sebagai berikut ini :

1. Premis Umum (PU) : bentuknya bisa berupa suatu pernyataan kelompok yang memiliki karakter, ciri, atau suatu sifat tertentu

2. Premis Khusus (PK) : bentuknya berupa suatu pernyataan yang mana di dalamnya menyatakan salah satu atau sebagian dari kelompok yang ada pada premis umum

3. Kesimpulan (K) : bentuknya berupa keterpautan atau hubungan antara persamaan antara salah satu bagian kelompok yang ada di dalam premis umum serta premis khusus

Sehingga dari pengertian di atas, rumus di dalam paragraf silogisme ini yaitu adalah seperti berikut ini :

  • PU : A = B
  • PK : C = A
  • K : C = B

Keterangan :

  • PU : Premis Umum
  • PK : Premis Khusus
  • K : Kesimpulan

Misalnya :

  • PU : Seluruh guru pandai mengajar
  • PK : Nia adalah seorang guru
  • K : Nia pandai mengajar

Berdasarkan dengan rumus diatas, maka akan menjadi sebuah paragraf seperti berikut ini :

Seluruh guru pandai dalam hal mengajar, kepintaran para guru ini di dalam hal mengajar tentu sudah terbukti dari gelar yang sudah mereka terima dan mereka dapatkan setelah mereka lulus dari Perguruan Tinggi. Sementara itu, Nia merupakan seorang guru. Maka dapat dikatakan bahwa Nia merupakan seorang guru yang pandai mengajar.

Macam – Macam Paragraf Silogisme

@lahiya

1. Paragraf Silogisme Kategorial

Paragraf silogisme kategorial ini merupakan suatu paragraf yang pada bagian premis mayornya berupa kategorial yang berubah menjadi predikat. Sedangkan di bagian premis minornya berubah menjadi subyek.

Baca Juga :  Cara Membuat Blog Ramai Pengunjung

Contoh :

PU : Setiap karyawan meminta tunjangan khusus di hari raya di PT. Trijaya

PK : Pak Dadang tiap bulan menerima gaji dari PT. Trijaya

K : Pak Dadang menerima tunjangan khusus hari raya di PT. Trijaya

Contoh Paragraf :

Setiap karyawan yang bekerja di PT. Trijaya berhak mendapatkan tunjangan khusus hari raya tiap tahun. Pak Dadang merupakan salah satu karyawan yang setiap bulan mendapatkan gaji dari perusahaan tersebut. Dengan demikian, maka pak Dadang juga berhak untuk mendapatkan tunjungan khusus hari raya tiap tahun dari PT. Trijaya.

2. Paragraf Silogisme Hipotetik

Paragraf silogisme hipotetik ini merupakan jenis paragraf yang memakai pola silogisme kategorial yang di bagian premis mayornya berupa sebuah pendapat, gagasan, argumen, dan semacamnya.

Contoh :

PU : Andi akan membeli buku novel terbaru apabila tanggal gajian telah tiba

PK : tanggal gajian telah tiba

K : Andi membeli buku novel

Contoh Paragraf :

Buku novel terbaru sudah terbit di toko buku. Andi memiliki keinginan untuk membeli buku novel tersebut saat tanggal gajian sudah tiba. Dan pada saat tanggal 1, dimana pimpinan perusahaan memberikan gaji untuk para karywannya, termasuk juga Andi. Sehingga, Andi bisa membeli buku novel yang baru terbit tersebut.

3. Paragraf Silogis Alternatif

Paragraf silogis alternatif ini adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan memakai pola dari silogisme alternatif yang di bagian premis umumnya berupa sebuah pilihan tertentu.

Baca Juga :  Perbedaan Jalur PMDK dan SNMPTN ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Contoh :

PU : Sinta menyukai singkong dan keju

PK : Sinta menyukai singkong

K : Sinta tidak menyukai keju

Contoh paragraf :

Beberapa saat setelah disajikan dua buah piring yang masing-masing berisi singkong dan keju di depan Sinta, ternyata kedua piring tersebut habis dimakan olehnya. Ibu menduga jika Sinta menyukai kedua makanan tersebut. Ibu pun berkomentar tentang singkong dan keju yang habis dimakan tersebut. Namun Sinta menyangkal bahwa dirinya sudah menghabiskan kedua makanan tyersebut. Ia hanya memakan singkong yang ditaruh di salah satu piring. Dan ternyata keju yang ada di piring lainnya habis dimakan oleh adiknya sesaat setelah Sinta memakan singkong. Maka Sinta tidak memakan keju dan ia hanya menyukai singkong.

4. Silogisme Entimen

Silogisme entimen merupakan suatu jenis kalimat yang di dalamnya berisikan sebuah kesimpulan premis umum dan premis khusus dari suatu silogisme yang sudah disederhanakan sebelumnya.

Contoh :

PU : Anak yang pandai selalu rajin belajar

PK : Reno selalu rajin belajar

K : Reno adalah anak yang pandai

Entimen : Reno anak yang pandai, sebab ia rajin belajar

contoh silogisme tiap bentuknya
Related posts: