Pengertian Pointilis, Teknik, dan Contoh Gambar Lengkap

Pointilis suatu teknik menggambar yang sangat unik berbeda dengan cara membuat lukisan biasa. Apakah anda suka membuat gambar karya seni? Baik menggunakan kuas, kapur berwarna, krayon, atau sebuah pensil, tentu sangat menyenangkan membiarkan imajinasi Anda berkembang bebas dan mengubah sebuah kertas kosong menjadi karya seni yang bisa dipajang di rumah. Tentunya akan berbeda dibandingkan karya orang lain.

Jika Anda mempelajari seni, Anda akan mengetahui ada banyak sekali Teknik berbeda yang bisa digunakan seniman untuk menghasilkan karya seni yang indah. Beberapa menggunakan cat untuk membuat suatu gambar yang sangat realistis. Yang lainnya menyusun berbagai warna yang akan menipu otak bahwa susunan warna dan bentuk tersebut membentuk sesuatu yang tidak Anda bayangkan sebelumnya.

Salah satu bentuk lukisan yang berkembang pada tahun 1800-an menggunakan titik-titik dengan warna primer untuk membentuk sebuah gambar di mana warna sekunder bisa terlihat. Teknik ini dinamakan pointilis, dan istilah ini pertama kali digunakan untuk mendeskripsikan karya seniman Perancis, Georges Seurat.

Seurat, Bersama dengan rekan sesama senimannya Paul Signac, pertama kali terinspirasi dari lukisan impresionis pada masa itu. Seurat memulai melukis menggunakan titik-titik kecil (point) dengan warna murni. Lalu ia menyusun titik-titik tersebut menjadi sebuah motia yang jika dilihat dari jarak jauh akan menghasilkan suatu gambar.

Pointilis memanfaatkan cara mata manusia berkoordinasi dengan otak. Daripada melihat ratusan atau ribuan titik dengan warna berbeda, mata manusia cenderung akan membarukan semua titik tersebut menjadi blok-blok warna yang akan membentuk sebuah gambar.

Meskipun penjelasannya sederhana, pointilis bukan merupakan Teknik yang mudah untuk dikuasai. Pada masa ini, ada sedikit sekali seniman yang mau menggunakan Teknik ini. Para seniman lukis modern lebih suka menggunakan warna-warna yang sudah ada dari palet yang tersedia untuk menghasilkan lukisan tertentu.

Banyak orang yang melihat bahwa karya lukis yang menggunakan Teknik pointilis terlihat lebih terang daripada yang dibuat dengan Teknik lain. Ini mungkin menjadi hasil dari pemilihan warna yang cenderung terang, serta karena ribuan titik kanvas yang masih putih dan kosong ada di antara titik-titik tersebut.

Salah satu karya lukis pointilis yang paling terkenal dilukis oleh Georges Seurat di antara tahun 1884 hingga 1886. Karya beliau yang berjudul Un Dimanche a la Grande Jatte (Minggu Sore di Pulau La Grande Jatte) merupakan karya lukis berukurna besar yang dipercaya oleh para kritikus seni sebagai pengubah haluan seni modern ke arah seni lukis baru, yaitu Neo-impresionisme.

Tentang Pointilis

Pengertian Pointilis, Teknik, dan Contoh Gambar Lengkap 1

Pointilis merupakan Teknik melukis revolusioner yang diprakarsai oleh Georges Seurat dan Paul Signac di Paris pada pertengahan tahun 1880-an. Ini merupakan reaksi dari munculnya gerakan impresionisme, yang berdasarkan respon subjektif dari setiap seniman pada masa itu. Pointilis menuntut pendekatan yang lebih ilmiah untuk memahaminya.

Bersama Seurat dan Signac, beberapa seniman karya lukis pointilis yang terkenal termasuk beberapa seniman Perancis lainnya seperti Henri-Edmond Cross dan Maximilien Luce. Beberapa seniman terkenal yang pernah setidaknya satu kali membuat karya lukis pointilis adalah Van Gogh, Picasso, Mondrian, dan Kandinsky.

Pointilis mencakup aplikasi cat dalam bentuk titik-titik dengan warna yang murni dan tidak tercampur. Menurut Seurat dan Signac, Teknik ini akan membuat warna-warna yang ada dibaurkan oleh mata pengamat dan hasilnya akan lebih menakjubkan daripada mencampurkan warna terlebih dahulu pada palet, seperti cara yang biasa digunakan.

Seurat, yang meninggal pada usia muda karea penyakit difteria, pernah melukis dua mahakarya pointilis yang peling berkesan dari masa itu: Un Dimanche Après-Midi À L’île De La Grande Jatte (1884-86, sekarang bertempat di Art Institute of Chicago) dan Une Baignade, Asnières (1884, dalam National Gallery in London).

Pentingnya Teknik pointilis pada masa itu untuk para seniman sama pentingnya dengan peran Michel Eugène Chevreul dan bukunya, Principles of Harmony and Contrast of Colors. Setelah mengamati beberapa karya pointilis yang pernah dibuat, Ia menemukan bahwa keunikan yang sebenarnya terletak pada penggabungan warna, bukan jenis cat yang digunakan.

Singkatnya, peran pilihan dan penggabungan warnalah yang bisa mempengaruhi penglihatan, bukan komposisi cat tersebut. Semua lukisan pointilis bergantung pada penempatan warna komplementer yang meningkatkan intensitas warna sejenisnya, contohnya warna biru dan jingga.

Nama gerakan pointilis ini bersumber dari sebuah ulasan karya lukis Seurat oleh kritikus seni Perancis yang bernama Félix Fénéon. Beliau menggunakan ungkapan peinture au point (melukis dengan titik. Seurat sebenarnya memilih untuk menggunakan istilah “divisionisme” atau “kromoluminarisme”, namun akhirnya nama pointillisme lah yang paling umum digunakan.

Untuk Fénéon, salah satu seniman terbaik dalam masa ini, ia diabadikan dalam sebuah lukisan berjudul Signac’s Portrait of Félix Fénéon dari tahun 1890 yang sekarang menjadi bagian koleksi Museum of Modern Art (MoMA) di New York.

Pointilis disebut sebagai salah satu gerakan neo-impresionisme. Dengan kata lain, pointilis berada sangat jauh dari impresionisme. Beberapa karya seperti Un Dimanche Après-Midi À L’île De La Grande Jatte bahkan pernah dipamerkan sebagai bagian dari pameran impresionisme yang kedelapan (dan terakhir) di Paris pada bulan Mei 1886. Seperti bagian dari gerakan yang lebih awal, para seniman pointilis berharap untuk mengimplementasikan ilusi optic pada karya mereka. Namun, beberpaa dari mereka lalu lebih memilih untuk menggunakan gerakan yang “mengalir” berupa garis-garis, namun tettap mempertahankan detail dan ketelitian.

Vincent van Gogh, yang mengenal Seurat dan Signac pada saat beliau tinggal di Paris pada tahun 1886 hingga 1888, memiliki hubungan yang singkat dengan pointilis. Tentu saja, beberapa karyanya dari periode Parisian seperti “Self-Portrait” tahun 1887 menunjukkan beberapa petunjuk tentang pengaruh pointilis. Menurut cerita, setelah mengujungi studio milik Seurat pada suatu hari, ia mendapatkan persepsi yang berbeda tentang warna. Namun semua ahli sejarah seni maupun kritikus setuju bahaw van Gogh terlalu “sangar” untuk Teknik melukis yang membutuhkan ketelitian tinggi seperti pointilis.

Seniman lain yang pernah menggunakan Teknik pointilis sekitar masa itu adalah Camille Pissarro. Setelah meninggalkan gaya impresionisme yang pernah membesarkan Namanya, ia dinilai oleh seorang kritikus seni Paris sebagai “ahli yang selalu dan secara berani beradaptasi terhadap teori dan Teknik baru”.

Metafora music seringkali digunakan untuk membantu mendeskripsikan pointilis. Salah satu ungkapan yang paling jelas adalah semua titik yang ada seakan berada dalam harmoni. Signac, yang menjadi pemimpin gerakan pointilis setelah Seurat meninggal pada tahun 1891, menggambarkan proses pemilihan warna dalam penciptaan karya lukis pointilis seperti halnya seorang composer memilih alat musik dalam menciptakan simfoni.

Teknik Pontilis

Pengertian Pointilis, Teknik, dan Contoh Gambar Lengkap 2

Pointilis mendeskripsikan sebuah Teknik di mana ratusan bahkan ribuan titik atau garis-garis kecil diaplikasikan pada kanvas, atau permukaan lain, untuk menciptakan suatu bentuk. Teknik ini bersandar pada kemampuan mata dan pikian pengamat untuk menggabungkan semua titik menjadi rangkaian warna. Teknik ini merupakan kebalikan dari metode tradisional yang mencampurkan warna pada palet terlebih dahulu, baru mengoleskannya pada permukaan kanvas.

Baca juga : 5+ Contoh Undangan Natal Kreatif Lengkap Dengan Cara Membuatnya

Teknik pointilis juga bisa dibilang mirip dengan proses pencetakan modern menggunakan printer CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key). Jika komposisi ini dilihat dari jarak tertentu (sekitar 3 kali pengukuran diagonal), titik-titik yang ada memberikan efek yang lebih halus daripada yang dibuat dengan cara konvensional.

Subjek dan materi tidak begitu menjadi perhatian dalam komposisi lukisan pointilis. Semua yang ada pada lukisan pointilis adalah tentang gambar yang dihasilkan. Terakhir, mayoritas lukisan pointilis lebih banyak dibuat dengan media cat minyak. Ada beberapa krya yang merupakan pengecualian, namun jarang ditemukan.

Lalu, apa perbedaan antara “dotted art” dan pointilis? Sebenarnya, kedua istilah ini merujuk pada hal yang sama. Satu-satunya perbedaan yaitu istilah pointilis lebih banyak digunakan di kalangan sejarawan, penikmat, dan kolektor seni, sedangkan “dotted art” merupakan istilah yang lebih awam. “Dotted art” merupakan istilah yang banyak digunakan di kalangan seniman non professional dan ada banyak karya seni lain yang termasuk dalam “dotted art”. Contohnya adalah seni aborigin yang terkenal dengan Teknik lukisan titiknya. Selain perbedaan konteks ini, tak ada banyak perbedaan lain di antara istilah pointilis dan dotted art.

Pointilis terkadang secara salah kaprah diasosiasikan dengan divisionisme (kadang juga disebut kromoluminarisme). DSeniman penganut aliran divisionis juga merupakan Teknik mirip yang menggunakan corak untuk menghasilkan sebuah gambar, namun hasil akhir dari pembuatan karya ini sangat berbeda. Kedua Teknik ini muncul pada waktu yang sama, dan keduanya dianggap merupakan bagian dari post-impresionisme. Divisionisme muncul karena teori ilmiah dan aturan tentang warna. Sebagai contoh, roda warna ciptaan Charles Blanc menjadi pengaruh praktek divisionisme.

Namun, meskipun divisionisme terpaku pada warna dan pembagiannya, pointilis tercipta atas dasar kemungkinan membuat seni corak, bentuk, dan perspektif dari susunan titik-titik. Saat sebuah karya seni pointilis dibuat, tidak banyak perhatian diberikan pada pemisahan warna yang ada. Kebingungan tentang istilah ini mungkin saja muncul karena beberapa seniman berpengaruh pada perkembangan kedua gaya, yaitu pointilis dan divisionisme.

Contoh seniman-seniman itu adalah Seurat, Signac, dan van Gogh. Mungkin perbedaan terbesar di antara kedua gaya ini bisa dilihat saat mengamati hasil akhirnya. Para seniman divisionis menggunakan olessan kuas yang lebih besar dan berbentuk seperti kubus, sedangkan komposisi pointilis secara jelas memiliki karakteristik susunan titik-titik multi warna.

Beberapa nama seniman yang menggunakan Teknik pointilis juga merupakan bagian dari jajaran seniman post-impresionisme. Post-impresionisme dimulai pada pertengahan tahun 1880-an, dan disebut sebagai gerakan avant-garde yang pertama dalam seni lukis. Salah satu tujuan utama gerakan ini adalah untuk menggabungkan penjelasan paling baru dari persepsi warna dan optic.

Dengan menggunakan titik atau olesan kuas yang seperti kubus. Para seniman post-impresionisme sebenarnya mempraktekkan penemuan terbaru teori warna dan persepsi. Namun, pendekatan pointilis juga tidak secara eksklusif terbatas pada post-impresionisme.

Pointilis juga memiliki dampak yang lumayan besar pada beberapa gaya lain seperti kubisme, bahkan pop art. Pada saat ini, masih ada banyak seniman kontemporer yang menggunakan Teknik ini pada karya seni mereka. Setelah mengamati tren paling akhir dari kreativitas digital, Anda bisa saja bertanya-tanya: bukankah ada koneksi antara pointilis dan piksel yang ditemukan pada seni digital? Bukankah seni piksel buatan computer juga merupakan seni titik? Meskipun konsep yang dipakai sama, gaya dan konteks yang ada sangat berbeda.

Menggambar dengan Pointilis

Inilah cara yang bisa Anda gunakan jika Anda ingin mencoba berkreasi menggunakan Teknik pointilis. Semakin sering Anda mempraktekkan Teknik ini, maka hasil karya Anda juga akan semakin indah.

Pertama-tama, carilah gambar yang ingin Anda buat sebagai referensi. Setelah itu, cetaklah untuk dijiplak menggunakna Teknik pointilis, atau Anda juga bisa menggunakan sebuah potret kesukaan. Setelah gambar sudah ditentukan, letakkan kertas di atas gambar tersebut. Jika ingin, Anda bisa menggunakan klip kertas untuk menjepit gambar di dua sisi agar tidak bergeser.

Metode pertama yang bisa Anda gunakan adalah metode pensil. Pertama, gunakan pensil untuk membuat beberapa titik pada kertas. Jika gambar contoh memiliki beberapa area yang gelap dan berbayang, buatlah titik denga jarak sangat dekat. Jika Anda sampai pada bagian yang berwarna terang, buatlah titik dengan jarak lebih jauh. Gunakan ini sebagai acuan: semakin gelap warna, semakin dekat titiknya.

Metode kedua yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan cat. Jika menggunakan cat, Anda bisa langsung menjiplak warna yang terlihat pada kertas Salinan. Jika Anda tidak ingin merusak gambar yang sedang Anda gunaakn sebagai contoh, letakkan selembar plastik bening di antara gambar asli dan gambar jiplakan yang sedang anda buat. Plastik ini akan melindungi gambar asli dari cat warna.

Gunakan prinsip yang sama dengan pointilis menggunakan pensil, namun menggunakan warna. Anda bahkan dapat mengubah gambar dengan warna jika diinginkan. Jika Anda menyalin sebuah gambar bernuansa musim panas dan ingin mengubahnya menjadi “dingin”, anda cukup mengubah pilihan warna yang digunakan.

Setelah Anda selesai membuat gambar dengan Teknik pointilis, kertas yang digunakan utnuk menyalin dapat dipisahkan dari gambar asli dan Anda akan langsung mendapatkan hasilnya. Sekarang, Anda sudah mempunyai sebuah karya seni yang bisa dipajang dan dibanggakan, atau juga bisa diberikan ke orang tersayang sebagai hadiah.

Pengertian Pointilis

pengertian-pointilis

Pointilis adalah sebuah bentuk seni yang lahir dari karya para seniman di Perancis dan Italia pada akhir 1800-an dan awal 1900-an. Konsep penciptaan karya seni pointilisme adalah penggunaan titik-titik berwarna untuk menciptakan karya seni, bukan goresan kuas seperti yang biasa digunakan.

Meskipun sudah banyak yang mengenal Teknik ini, masih saja ada beberapa pihak yang bingun membedakan antara pointilisme, divisionisme, kubisme, dan gaya lukisan lainnya. Sebagai pembeda yang utama, Teknik pointilisme menggunakan titik-titik sebagai unsur utama dalam pembuatan karya, sedangkan gaya lukisan yang lain menggunakan unsur lain seperti garis atau goresan kuas.

Dengan Teknik ini, sang seniman bisa mengespresikan karya mereka secara realistis dengan cara pemilihan warna serta peletakan titik-titik yang renggang atau rapat. Di tempat di mana titik terletak sangat rapat, warnanya akan semakin pekat dan bayangannya semakin kelihatan. Di tempat yang titiknya terletak jauh, warna akan terlihat lebih terang karena lebih banyak bagian putih kosong.

Meskipun pointilisme merupakan sebuah bentuk dari karya seni, pointilis jauh lebih baik diamati dari jarak beberapa meter dibandingkan jarak dekat. Pengamatan ini pun tidak biasa, dibandingkan dengan pengamatan pada karya lukis biasa yang dibuat menggunakan goresan kuas. Intinya, semakin jauh posisi pengamat dari lukisan impresionis atau pointilis, lebih indah pula lukisan ini akan terlihat.

Contoh Pointilis

contoh pointilis

contoh pointilis dua

Ini merupakan beberapa karya seni Pointilis yang telah diupload oleh beberapa pengguna instagram.