Pengertian Lengkap Rotasi dan Revolusi Bumi

Posted on

Bumi planet yang kita tinggali ini ternyata tidak diam begitu saja. Bumi melakukan beberapa gerakan seperti diantaranya melakukan gerakan berputar pada porosnya atau yang biasa disebut dengan gerak rotasi bumi dan bumi juga melakukan gerakan berputar mengelilingi matahari atau yang biasa juga kita sebut dengan gerak revolusi bumi.

Perlu diketahui bahwa planet bumi yang kita tinggali ini memiliki ukuran diameter sekitar 12.750 kilometer. Bentuk dari planet bumi ternyata tidaklah bulat seutuhnya, melainkan hampir bulat atau oval. Dan hal ini yang mengakibatkan garis tengah bumi atau yang biasa disebut dengan garis equator atau garis khatulistiwa ini memiliki ukuran yang lebih panjang bila dibandingkan dengan garis kutub bumi.

Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi

@artoyblog.blogspot

Gerakan bumi yang disebut dengan rotasi dan revolusi ini menyebabkan beberapa dampak dan pengaruh yang cukup signifikan dan berarti bagi kehidupan makhluk hidup di dalam bumi. Dan gerakan revolusi dan rotasi ini juga mempengaruhi semua aspek kehidupan dan aspek yang menunjang dan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

Artikel Terkait : Proses Terjadinya Tsunami

Contohnya dari akibat gerakan rotasi dan gerakan revolusi di bumi ini yaitu adalah pergantian antara siang dan malam setiap harinya dan terjadinya pergantian musim di bumi. Serta masih banyak hal lagi yang terkait dengan dampak dan pengaruh dari akibat gerakan rotasi dan gerakan revolusi yang dilakukan oleh bumi.

Lalu tahukah kalian apa itu yang dinamakan dengan gerak rotasi bumi dan gerak revolusi bumi itu sendiri dan apa sajakah dampaknya bagi kehidupan di bumi yang dapat kita lihat dan rasakan? Berikut akan saya berikan beberapa penjelasan atau materi singkat mengenai gerak rotasi dan revolusi bumi.

Rotasi Bumi

Gerakan rotasi bumi merupakan sebuah gerakan perputaran bumi yang bertumpu pada porosnya. Lama waktu dari rotasi bumi ini adalah sekitar 23 jam 56 menit 4 detik yang biasa dibulatkan menjadi 24 jam. Karena bumi kita berotasi maka daerah tertentu yang ada di bagian bumi tidak menghadap matahari secara terus menerus.

Matahari akan tampak bergerak dari arah timur ke barat. Bagian bumi yang menghadap matahari akan mengalami siang hari dan bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam hari. Bumi kita ini di bagi berdasarkan garis khayal yang melintang dan membujur di sepanjang permukaan bumi.

Garis lintang ini merupakan garis yang membagi bumi dengan arah yang melintang dari barat ke timur. Garis lintang yang membagi bumi ini memiliki besar yang sama dengan garis khatulistiwa.

Garis khayal lainnya selain garis lintang yaitu adalah garis bujur. Garis bujur ini ialah garis yang membujur dari arah utara hingga ke selatan bagian bumi yang melewati kutub bumi. Garis bujur ini yg membagi bumi ke dalam 24 daerah zona waktu. Setiap garis bujur ini memiliki lebar 15 derajat.

Garis bujur ini memiliki ujung yang melewati kota Greenwich di Inggris, sehingga kota inilah yang menjadi standar waktu dunia atau yang biasa disebut dengan Greenwich Mean Time (GMT). Daerah yang berada di sebelah timur GMT akan memiliki waktu yang lebih cepat dari waktu GMT, sementara daerah yang berada di sebelah barat GMT akan memiliki waktu yang lebih lambat dari waktu GMT.

Ternyata gerak rotasi bumi ini terus melambat karena adanya pengaruh dari gaya gravitasi bulan. Hal ini dapat di buktikan dengan melambatnya satu hari pada masa sekarang sebesar 1,7 milidetik di bandingkan dengan satu hari pada masa satu abad yang lalu. Adapun akibat dari gerak rotasi bumi ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Terjadinya perubahan waktu
  • Terjadinya pergantian siang dan malam
  • Terjadinya perubahan arah angin
  • Gerak semu harian bintang
  • Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi bumi
  • Terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer
  • Terjadinya gerak semu harian matahari
  • Terjadinya pembelokan arah angin
  • Satelit dapat berfungsi dengan baik
  • Terjadinya pembelokan arus laut

Revolusi Bumi

Gerakan bumi yang kedua selain berputar pada porosnya atau rotasi bumi yaitu adalah gerakan bumi dalam berputar mengelilingi matahari atau disebut dengan gerakan revolusi bumi. Lama waktu yang dibutuhkan bumi untuk melakukan sekali gerakan revolusi yaitu adalah sekitar 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik yang biasa dibulatkan menjadi 365 hari.

Bumi bisa mengalami gerak revolusi ini dikarenakan adanya gaya tarik atau gaya gravitasi yang kuat dari matahari yang menyebabkan bumi dan semua planet dan benda langit lainnya akan berputar untuk mengelilingi matahari dan melakukan gerak revolusi ini.

Gerak revolusi bumi ini salah satunya yaitu menyebabkan perubahan lamanya siang dan malam serta adanya pergantian musim. Salah satu bukti bahwa bumi kita ini berputar mengelilingi matahari atau berevolusi yaitu adalah terjadinya paralaks bintang dan adanya cahaya bintang.

Artikel Terkait : Contoh Surat Pengunduran Diri (Resign) Yang Baik

Baca Juga :  Pengertian Letak Geografis Serta Pengaruh & Contohnya

Pada saat tanggal 21 Juni matahari akan berada di garis 23 1/2 derajat lintang utara dan pada saat itulah belahan bumi bagian utara akan mengalami waktu siang hari yang lebih panjang. Sementara sebaliknya belahan bumi bagian selatan akan mengalami waktu siang hari yang lebih pendek. Pada waktu itu daerah lingkaran kutub utara akan mendapatkan sinar matahari selama 24 jam sehari dan daerah lingkaran kutub selatan tidak akan mendapatkan sinar matahari selama 24 jam sehari.

Kemudian pada tanggal 22 Desember, matahari akan berada tepat di atas garis 23 1/2 derajat lintang selatan. Hal ini mengakibatkan belahan bumi bagian selatan akan mengalami waktu siang hari yang lebih panjang. Dan belahan bumi bagian utara akan mengalami waktu siang hari yang lebih pendek. Sementara itu daerah lingkaran kutub utara tidak akan mendapatkan sinar matahari selama 24 jam sehari. Dan daerah lingkaran kutub selatan akan mendapatkan pancaran sinar matahari selama 24 jam sehari.

Selain terjadi perbedaan lama waktu siang dan malam, gerak revolusi bumi juga menyebabkan adanya pergantian musim di belahan bumi. Waktu pergantian musim tersebut yaitu adalah sebagai berikut:

  1. 21 Maret – 21 Juni

Belahan bumi bagian utara mengalami musim semi, dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim gugur

  1. 21 Juni – 23 September

Belahan bumi bagian utara mengalami musim panas, dan belahan bumi selatan mengalami musim dingin

  1. 23 September – 21 Maret

Belahan bumi bagian utara mengalami musim gugur, dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim semi

  1. 22 Desember – 21 Maret

Belahan bumi bagian utara mengalami musim dingin, dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim panas

Namun pergantian musim tersebut tidak berlaku bagi wilayah belahan bumi yang berada di daerah sekitar garis khatulistiwa yang hanya dapat mengalami dua musim saja, yaitu musim panas dan musim hujan.

Gerak revolusi bumi ini juga digunakan manusia sebagai dasar perhitungan tahun matahari atau yang lebih umum disebut dengan tahun masehi. Satu tahun dalam tahun masehi dibagi menjadi 12 bulan dan 365 hari. Adapun tahun yang memiliki jumlah 366 hari disebut dengan tahun kabisat dan terjadi setiap 4 tahun sekali. Adapun selain yang sudah saya sebutkan diatas berikut beberapa pengaruh dari gerak revolusi bumi adalah sebagai berikut:

  • Terjadinya pergantian musim
  • Adanya perbedaan lama waktu antara siang dan malam
  • Terjadinya gerak semu matahari
  • Adanya perbedaan rasi bintang setiap bulannya
  • Penetapan dari sistem penanggalan atau kalender masehi

Itulah tadi beberapa pengaruh dari gerak rotasi dan revolusi bumi. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian semua.

apa itu rotasi bumi
Related posts: