Pengertian, Jenis, serta Tujuan Kebijakan Dalam Bidang Ekonomi

Posted on

Saat sedang mempelajari ilmu ekonomi, khususnya ilmu ekonomi makro kalian sudah pasti sering mendengar tentang kata kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Mempelajari tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter menjadi hal yang penting untuk kalian yang terutama sedang belajar di jurusan ekonomi khususnya ekonomi makro.

Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

@ekonomi.kompas

Mungkin banyak dari kalian yang menganggap bahwa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter itu sebagai hal yang sama. Namun ternyata sebenarnya kebijakan fiskal dan kebijakan moneter merupakan dua hal yang sangat berbeda.

Perlu diketahui bahwa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ini mengacu pada dua alat yang sangat penting di dalam ekonomi suatu negara yang ada. Kebijakan moneter biasanya berkaitan dengan hal yang berupa pengelolaan suku bunga dan total pasokan uang yang beredar. Kebijakan moneter ini biasanya dilakukan atau diterapkan oleh bank sentral dalam suatu negara seperti Bank Indonesia ataupun Federal Reserve di Amerika Serikat.

Artikel Terkait : Pengertian, Sifat, dan Contoh Unsur, Senyawa, Campuran Kimia

Sedangkan kebijakan fiskal merupakan istilah kolektif untuk tindakan pajak dan pengeluaran pemerintah. Di Negara seperti Amerika Serikat, kebijakan fiskal nasional ditentukan oleh eksekutif dan legislatif pemerintah. Model ekonomi seperti kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ini berlaku dalam kebijakan ekonomi pasar, tapi tidak di dalam ekonomi fasis, komunis ataupun sosialis.

Selain yang sudah saya sebutkan diatas tadi, ternyata masih banyak sekali perbedaan antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter ini. Lalu apa sajakah perbedaan antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter itu? Disini akan saya berikan penjelasan mengenai perbedaan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter untuk kalian semua.

Perbedaan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter

1. Kebijakan Fiskal

Keuangan negara tidak hanya penting untuk biaya tugas-tugas pemerintah, tapi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk tujuan pembangunan ekonomi negara seperti pertumbuhan ekonomi, kestabilan ekonomi maupun pemerataan pendapaatan. Disinilah pentingnya peran dari kebijakan fiskal tersebut.

  • Pengertin Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal yaitu suatu kebijakan pengelolaan keuangan negara dengan mengatur penerimaan ( biasanya berupa pajak) dan pengeluaran pemerintah untuk memenuhi agregat.

Pemerintah memakai perpajakan dan pengeluaran pemerintah sebagai instrumen kebijakannya dalam menjalankan kebjakan fiskal ini. Kebijakan fiskal mencakup penyediaan anggaran untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah negara disamping alokasi anggaran guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan stabilisasi ekonomi makro di dalam cakupan yang sangat terbatas.

Kebijakan fiskal memiliki peran penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan antar sektor ekonomi dalam suatu Negara, karena kebijakan fiskal ini dapat dipakai untuk mempengaruhi sektor-sektor perekonomian tertentu.

  • Jenis Kebijakan Fiskal

1. Kebijakan Fiskal Ekspansioner

Kebijakan ini bisa digunakan pada saat kondisi perekonomian sedang lemah atau sedang lesu (rendah) serta angka pengangguran yang sangat tinggi. Cara untuk menjalankan kebijakan ini yaitu meningkatkan pengeluaran atau anggaran belanja pemerintah dan menurunkan pajak.

2. Kebijakan Fiskal Kontraksioner

Kebijakan ini dipakai guna mengatasi inflasi yang tinggi. Cara menerapkan kebijakan fiskal kontraksioner yaitu dengan menurunkan pengeluaran anggaran belanja pemerintah dan dengan cara menaikkan pajak.

  • Tujuan Kebijakan Fiskal

  1. Mengontrol perekonomian dan mempengaruhi permintaan total di dalam perekonomian.
  2. Menstabilkan perekonomian melalui kegiatan pengontrolan tingkat bunga maupun jumlah uang yang beredar di masyarakat.
  3. Mencegah terpuruknya perekonomian negara seperti inflasi contohnya.
  4. Mempertahankan tingkat harga barang dan jasa di tingkat yang sudah dicapai sekarang ini.

 

  • Instrumen Kebijakan Fiskal

Instrumen utama yang ada di dalam kebijakan fiskal yaitu pengeluaran dan pajak. Adapun variabel yang dipengaruhi oleh perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah diantaranya adalah:

  1. Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  2. Distribusi pendapatan
  3. Pola persebaran sumber daya

 

Baca Juga :  Pengertian dan Sejarah Anatomi

2. Kebijakan Moneter

Nah, setelah membahas tentang Kebijakan Fiskal sekarang saatnya untuk membahas Kebijakan Moneter. Disini akan saya jelaskan lengkap mengenai apa itu kebijakan moneter.

  • Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yaitu suatu kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dengan tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan stabilitas nilai mata uang yang dilakukan melalui pengendalian jumlah mata uang yang beredar di masyarakat dan dengan penetapan suku bunga.

Dalam hal ini, Bank Indonesia sebagai bank sentral negara menjadi pelaku utama pelaksana kebijakan moneter ini. Namun pemerintah dapat juga ikut campur dalam kebijakan moneter ini. Dalam pelaksanaannya, kebijakan moneter dibagi menjadi dua, yaitu:

    1. Kebijakan moneter langsung, dimana pemerintah ikut campur dalam masalah peredaran uang dan kredit perbankan.
    2. Kebijakan moneter tidak langsung, dimana pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kebijakan moneter ini dan kebijakan ini hanya dilakukan oleh bank sentral saja. Diantaranya adalah mempengaruhi bank-bank umum dalam masalah pemberian kredit.

 

  • Jenis Kebijakan Moneter

1. Kebijakan Moneter Ekspansif

Kebijakan ini bisa di pakai atau di gunakan jika keadaan jumlah penganggurang yang ada sangat tinggi dan perekonomian sedang dalam keadaan yang lemah. Cara menerapkan kebijakan moneter ekspansif ini yaitu dengan menambah jumlah mata uang yang beredar di masyarakat.

Artikel Terkait : Jenis, Bagian, dan Cara Mengukur Menggunakan Jangka Sorong

Baca Juga :  7 Fakta Tentang Jembatan Suramadu

2. Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan moneter jenis ini bsa di terapkan atau di pakai jika angka inflasi sudah sangat tinggi sekali. Cara menerapkan kebijakan moneter kontraktif ini yaitu dengan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat saat ini.

 

  • Tujuan Kebijakan Moneter
@sgold-palembang

Tujuan dari kebijakan moneter ini tercantum di dalam UU NO. 3 Tahun 2004 Pasal 7 tentang tujuan Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

 

  • Instrumen Kebijakan Moneter

1. Pengaturan Tingkat Bunga dan Tingkat Diskonto

Tingkat diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank sentral terhadap bank umum terhadap penjualan surat berharga yang nilai likuiditasnya tinggi. Hal ini adalah cara yang dilakukan oleh bank sentral untuk mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat.

2. Rasio Cadangan Wajib

Hal ini guna mengatur tingkat cadangan wajib minimal yang ditujukan bank sentral kepada bank-bank umum yang ada dibawahnya.

3. Operasi Pasar Terbuka

Hal ini bertujuan untuk mengendalikan uang yang beredar pada masyarakat. Yang mana dilakukan dengan cara memperjual belikan surat berharga pemerintah dan bank sentral.

Apabila surat berharga dijual maka termasuk kebijakan kontraktif, sedangkan jika membeli kembali maka melakukan kebijakan ekspansif.

4. Himbauan Moral

Himbauan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan uang yang beredar di masyarakat. Contohnya apabila ingin mengurangi jumlah uang yang beredar adalah himbauan bank sentral kepada bank umum untuk senantiasa waspada dalam pemberian kredit.

Sedangkan apabila ingin menambah jumlah uang yang beredar, Bank sentral atau pemerintah akan menghimbau kepada bank umum untuk meminjamkan banyak uang kepada bank sentral.

Itulah tadi pembahasan mengenai perbedaan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua dalam bidang perekonomian.

Related posts: