Pengertian, Jenis dan Penerapan Induksi Elektromagnetik

Posted on

Siapa di sini yang masih asing atau bahkan belum pernah mendengar kata induksi? Kalian semua pasti sebagian besar sudah mendengar tentang kata induksi ini kan terutama dahulu di bangku sekolah pada saat mata pelajaran Fisika. Ya, di dalam mata pelajaran fisika kata induksi memang sering di kaitkan dan di hubungkan dengan suatu hubungan antara elektromagnetik. Tapi tahukah kalian bahwa kata induksi ternyata tidak hanya memiliki hubungan dan kaitan nya yang erat dengan mata pelajaran fisika saja.

Pengertian Induksi

Lebih dari itu induksi memiliki beberapa makna atau arti kata lain yang berbeda dengan yang ada di dalam mata pelajaran fisika tersebut. Menurut yang sudah saya baca dari berbagai macam sumber yang ada di internet ternyata kata induksi memiliki berbagai macam artian yang berbeda.

Sebagai contoh yaitu saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) induksi memiliki dua macam terjemahan atau arti yang berbeda, yaitu adalah sebagai berikut:

1. Yang pertama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) induksi adalah sebuah metode pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hal atau peristiwa) khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum; penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yang khusus untuk di perlakukan secara umum; penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus.

2. Sementara yang kedua menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) induksi adalah proses pembangkitan tenaga listrik (elektrik) di dalam sirkulasi tertutup oleh arus (gerak) magnetik melalui gerak putar.

Namun di sini saya akan membahas hal yang kedua, yaitu induksi yang berkaitan atau berhubungan dengan tenaga listrik. Berikut ini saya berikan beberapa penjelasan dan materi nya untuk kalian semua mengenai induksi listrik.

 

Pengertian Induksi Dalam Fisika

Induksi listrik merupakan sebuah fenomena fisika dimana jika suatu benda yang tadi nya bermuatan netral atau tidak memiliki muatan listrik akan menjadi bermuatan listrik akibat dari ada nya pengaruh dari gaya listrik maupun dari benda yang bermuatan lain nya yang di dekatkan kepada benda yang bermuatan netral tersebut.

Artikel Terkait : Fungsi, Proses dan Sistem Peredaran Darah Manusia

Baca Juga :  Macam Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Sampling

Dengan kata lain yaitu akan timbul gaya gerakan listrik di dalam sebuah kumparan atau benda apabila benda atau kumparan tersebut berada di dalam medan magnetik yang memiliki medan yang sangat kuat dan dapat berubah terhadap waktu.

  • Hukum Farady

Konsep dari gaya gerak listrik yang pertama di kemukakan oleh Michael Farady (1791-1867) seorang ilmuwan asal negara Inggris yang melakukan penelitian untuk menentukan faktor yang dapat mempengaruhi besar nya ggl yang di induksi. Menurut Farady proses induksi sangat bergantung dengan waktu, maksud nya yaitu adalah semakin cepat terjadi perubahan medan magnetik, maka ggl induksi yang di hasilkan akan semakin besar pula.

Adapun bunyi dari hukum Farady ini sendiri adalah sebagai berikiut: “gaya gerak listrik (ggl) induksi yang terjadi atau timbul di antara ujung-ujung pada suatu loop penghantar akan berbanding secara lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang di lingkupi oleh loop penghantar tersebut.”

  • Humum Lenz

Jika suatu ggl induksi di hubungkan dengan suatu rangkaian yang tertutup dengan suatu hambatan tertentu, maka arus listrik akan dapat mengalir. Arus inilah yang kemudian di sebut dengan arus induksi. Arus induksi dan ggl induksi ini hanya akan ada selama perubahan fluks magnetik terjadi.

Hukum Lenz menyatakan bahwa mengenai arus induksi yang berarti hukum ini hanya berlaku pada rangkaian penghantar yang tertutup saja. Hukum ini di kemukakan oleh Heinrich Fredericch Lenz (1804-1865) dimana sebenar nya hukum ini hanya merupakan suatu bentuk dari hukum kekekalan energi.

Adapun bunyi dari hukum Lenz ini sendiri adalah sebagai berikut: “ggl induksi akan selalu menciptakan atau membangkitkan arus yang memiliki medan magnet yang berlawanan dengan arah asal perubahan fluks.” Perubahan pada fluks inilah yang nanti nya akan menginduksi ggl yang bisa menyebabkan arus yang ada di dalam kumparan dan arus dari induksi ini yang bisa membangkitkan medan magnet nya sendiri.

 

Baca Juga :  Jenis Topologi Jaringan Beserta Kekurangan dan Kelebihannya

Jenis Induksi Listrik

Induksi listrik di bagi ke dalam 2 (dua) jenis, yaitu adalah seperti berikut ini:

  • Induksi Sendiri (Self Induction)

Induksi sendiri merupakan suatu proses timbul nya tegangan listrik pada sebuah kumparan pada saat terjadi nya perubahan arah arus. Jika suatu kawat penghantar berpotongan dengan medan magnet, maka akan dapat menimbulkan suatu tegangan yang ada pada kawat tersebut.

Kejadian atau fenomena semacam ini sangat sulit di jelaskan tapi sudah dapat di terima sebagai suatu hukum alam yang sangat penting sekali. Jika kuat arus yang ada berubah maka medan yang akan di hasilkan pun akan menjadi mengembang atau mengecil dan akan dapat memotong kawat itu sendiri sehingga pada kawat tersebut akan mengalami atau terjadi gaya gerak listrik. Kejadian inilah yang kemudian di namakan dengan induksi sendiri.

  • Induksi Mutual (Mutual Induction)

Jika arus listrik di alirkan pada salah satu kawat maka akan dapat menyebabkan timbul nya medan magnet pada setiap penampang kawat yang ada. Nanti nya medan magnet ini akan mengembang meskipun hanya dalam hitungan waktu yang sangat singkat dan dapat memotong kawat penghantar yang kedua. Pada saat itulah maka akan timbul gaya gerak listrik pada penghantar yang kedua yang di namakan dengan induksi mutual.

 

Faktor Penyebab Terjadinya Gaya Gerak Listrik Induksi

Gaya gerak listrik induksi ini di pengaruhi oleh beberapa faktor yang ada. Penyebab utama dari terjadi nya gaya gerak listrik induksi yaitu adalah terjadi nya perbuahan fluks magnetik yang di lingkupi dengan suatu loop yang ada pada kawat. Besar nya fluks magnetik ini di nyatakan pada persamaan 1. Dengan demikian, maka terdapat 3 faktor dari penyebab terjadi nya gaya gerak listrik (ggl) induksi pada sebuah kumparan, yaitu adalah seperti berikut ini:

  1. Perubahan dari luas bidang kumparan (A)
  2. Perubahan dari orientasi sudut kumparan θ terhadap suatu medan
  3. Perubahan induksi magnetik yang terjadi

 

Baca Juga :  Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae) dan Tertutup (Angiospermae)

Penerapan Induksi Elektromagnetik

Induksi elektromagnetik pada umum nya di pakai pada sebuah pembangkit energi listrik. Pembangkit energi listrik yang menerapkan prinsip induksi elektro magnetik ini di antara nya yaitu adalah generator dan dinamo.

Artikel Terkait : Asal Usul Candi Prambanan & Sejarah Roro Jonggrang

  • Generator

Generator di bedakan menjadi dua, yaitu generator arus searah (DC) dan generator arus bolak-bali (AC). Pada generator AC memakai cincin ganda sedangkan pada generator DC menggunakan cincin belah (komutator). Bagian dari generator ini yang berputar di sebut dengan rotor, sementara bagian yang tidak berputar di sebut dengan stator.

  • Dinamo

Sama seperti generator, dinamo juga di bedakan menjadi dinamo arus searah (DC) dan dinamo arus bolak-balik (AC). Pada dinamo arus DC memakai dua cincin yang di belah menjadi dua yang di sebut dengan cincin belah (komutator) dan pada dinamo AC memakai dua cincin atau yang sering di sebut dengan cincin ganda. Cara kerja dari dinamo ini sebenar nya sama dengan cara kerja generator yaitu dengan memutar kumparan yang ada di dalam medan magnet atau dengan memutar magnet yang ada di dalam kumparan.

Itulah tadi penjelasan materi singkat mengenai induksi listrik. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua yang membaca nya.

Related posts: