Pengertian Hukum Archimedes (Penerapan, Rumus, dan Contoh)

Posted on

Pada saat belajar tentang Fisika, pasti kita akan menemui banyak sekali hukum – hukum tentang benda yang ada. Salah satu hukum yang terkenal dan sering kali digunakan di dalam kehidupan manusia sehari – hari selain hukum Newton yaitu adalah hukum Archimedes.

Apakah kalian tahu tentang apa itu yang disebut dengan hukum Archimedes ini? Dan sebenarnya bagaimanakah cara penerapan hukum Archimedes ini di dalam kehidupan manusia sehari – hari? Perlu diketahui bahwa hukum Archimedes ini ditemukan oleh seorang yang bernama Archimedes yang berasal dari Yunani di tahun 187 – 212.

Archimedes ini merupakan seorang yang ahli matematika, ilmuwan, insinyur, penemu, dan juga astronomer. Archimedes menjadi terkenal berkat penemuan hukum hidrostikanya atau yang lebih sering kita sebut dengan hukum Archimedes ini. Lalu sebenarnya apa sih hukum Archimedes itu, dan apakah manfaat dari hukum Archimedes ini bagi kehidupan manusia di dunia ini?

Nah bagi kalian semua yang mungkin saat ini sedang mencari pegertian atau materi tentang hukum Archimedes atau bagi kalian semua yang belum paham dan belum tahu tentang hukum Archimedes ini, jangan khawatir. Sebab disini akan saya berikan sedikit materi tentang hukum Archimedes dengan mudah dan singkat supaya dapat lebih untuk kalian menegrti. Berikut ini materi tentang hukum Archimedes.

Pengertian Hukum Archimedes

@informasi-pendidikan

Pada saat kita sedang berjalan atau saat kita sedang berlari di dalam air, maka tentu saja kita akan merasakan langkah kaki kita ini akan sangat berat sekali di bandingkan dengan saat kita melangkah atau berlari di atas permukaan tanah. Hal tersebut di sebabkan karena ada sebuah tekanan yang berasal dari zat cair.

Baca Juga :  Pengertian Letak Geografis Serta Pengaruh & Contohnya

Dan pengamatan atau penelitian tentang hal inilah yang pada akhirnya memunculkan sebauh hukum yang kita kenal dengan hukum Archimedes ini. Dimana hukum Archimedes ini berbunyi :

“Apabila sebuah benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda tersebut akan mendapatkan gaya yang disebut dengan gaya apung atau gaya ke atas sebesar berat zat cair yang dipindahkannya.”

Karena adanya gaya apung inilah, maka berat atau massa suatu benda yang ada di dalam zat cair ini akan berkurang. Benda yang di angkat di dalam zat cair akan terasa lebih ringan di bandingkan dengan benda yang di angkat pada daratan.

Sehingga bisa di ambil kesimpulan bahwa berat benda sekaan – akan berkurang apabila benda tersebut di masukkan ke dalam air. Hal ini tentu saja karena di sebabkan oleh adanya gaya ke atas atau gaya apung yang di timbulkan oleh air dan yang di terima oleh benda tersebut. Dengan demikian maka resultan gaya yang terjadi antara gaya berat dengan gaya apung ini yaitu adalah berat benda yang ada di dalam air.

Kemudian berat ini disebut dengan berat semu yaitu berat benda yang tidak sebenarnya karena benda tersebut berada di dalam sebuah zat cair. Sehingga akan memunculkan persamaan seperti berikut ini.

Ws = W-Fa

Dimana :

Ws = berat benda di dalam zat cair (Kg . m/s²)

W = berat benda sebenar nya (Kg . m/s²)

Fa = gaya apung (N)

Sementara besar nya gaya apung (Fa) di rumuskan dengan :

Fa = ρcair Vb g

Dimana :

Baca Juga :  Contoh Berita Acara Yang Baik Dan Benar

Vb = volume benda yang ada di dalam zat cair (m³)

ρcair = massa jenis zat cair (kg/m³)

g = percepatan gravitasi (m/s²)

Penerapan Hukum Archimedes

Seperti yang sudah saya katakana sebelumnya, bahwa hukum Archimedes ini diterapkan dan digunakan pada beberaap benda atau peralatan yang ada dalam kehidupan manusia dan cukup membantu serta bermanfaat juga bagi manusia. Berikut ini adalah contoh penerapan Hukum Archimedes di dalam berbagai bidang kehidupan manusia

1. Kapal Selam

@jejaktapak

Kapal selam ini merupakan salah satu contoh benda yang menggunakan penerapan dari hukum Archimedes ini. Yang mana di dalam sebuah kapal selam ini terdapat suatu tangki yang apabila berada di daratan maka tangki tersebut akan terisi dengan udara sehingga dapat membuat kapal selam tersebut menjadi terapung atau mengapung di permukaan air.

Sedangkan pada saat kapal selam ini di masukkan ke dalam air maka tangki tersebut akan terisi dengan air sehingga akan membuat kapal ini dapat menyelam di dalam air.

2. Jembatan Apung

@poskotanews

Contoh penerapan dari hukum Archimedes yang lainnya yaitu bisa kalian lihat pada sebuah jembatan apung atau yang biasa disebut jugan dengan jembatan poton. Dimana jembatan apung ini biasanya dibuat dari beberapa kumpulan drum kosong yang mampu mengapung di atas air dan di susun sehingga dapat menyerupai sebuah jembatan.

Supaya drum – drum yang kosong ini bisa mengapung maka drum tersebut haruslah berada dalam kondisi yang kosong serta drum harus tertutup rapat supaya udara yang ada di dalam drum ini tidak dapat keluar dan air tidak bisa masuk ke dalam drum tersebut.

Baca Juga :  Doa Niat Puasa Senin Kamis (Manfaat, Hikmah Dan Keutamaan)

3. Balon Udara

@gudeg.net

Balon udara ternyata juga memanfaatkan penggunaan hukum Archimedes ini. Sebab supaya balon udara ini bisa melayang di udara maka balon udara harus di isi dengan gas yang memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara yang ada di atmosfer.

Dengan kata lain, balon udara ini bisa melayang di udara karena memperoleh gaya apung atau gaya ke atas karena udara yang sudah di panaskan yang memiliki tingkat kerenggangan yang lebih besar di bandingkan dengan udara biasa.

4. Hidrometer

@serbaserbialatukur.blogspot

Penerapan dari hukum Archimedes ini juga bisa kita lihat pada sebuah hidrometer. Hidrometer ini merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair. Hidrometer ini memiliki bentuk seperti tabung yang di dalamnya berisikan pemberat dan juga suatu ruang udara sehingga alat ini bisa terapung dengan tegak dan dapat menjadi stabil seketika.

Contoh Soal Hukum Archimedes

Sebuah balok mempunyai massa sebesar 2 kg di udara. Apabila balok tersebut memiliki volume sebesar 2000 cm3, maka hitunglah berat balok yang ada di dalam air yang mempunyai massa jenis sebesar 1000 kg/m3.

Jawab :

  • Diketahui

m = 2 kg

V = 2000 cm³ = 0,002 m³

ρ = 1.000 kg/m³

  • Ditanya

w’ = . . . ?

  • Jawab

w’= w – Fa

w ‘ = m . g – ρ . g . V

w’ = 2 . 10 – 1.000 . 10 . 0,002

w’ = 10 N

Related posts: