Pengertian dan Proses Dalam Teknik Analisis Data Kuantitatif

Posted on

Kata analisis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata “ana” yang berarti atas dan kata “lysis” yang berarti memecahkan atau menghancurkan. Teknik analisis data merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk mengolah sebuah data menjadi suatu informasi sehingga data tersebut dapat di pahami dan juga dapat bermanfaat untuk menemukan sebuah solusi dari suatu permasalahan terutama suatu permasalahan yang menyangkut sebuah penelitian.

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Suatu data agar dapat dianalisis maka data tersebut haruslah dipecah terlebih dahulu ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil (menurut struktur dan elemen) lalu baru menggabungkannya bersama untuk memperoleh pemahaman yang baru. Dalam hal ini proses analisa data menjadi hal yang sangat penting di dalam sebuah penelitian. Hal ini dikarenakan bahwa ada pendapat yang mengatakan bahwa di dalam proses analisa inilah data yang sudah diperoleh oleh para peneliti dapat diterjemahkan dan diartikan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah yang ada.

Oleh karena itu diperlukan kerja keras, kreativitas dan kemampuan intelektual yang cukup tinggi untuk dapat melakukan proses analisis data ini agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Adapun tujuan dari analisis data ini yaitu adalah untuk mendeskripsikan sebuah data yang ada agar lebih mudah dimengerti dan dipahami , dan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan mengenai karakteristik populasi berrdasarkan data yang telah diperoleh dari sample yang biasanya dibuat dengan dasar pengujian hipotesis.

Artikel Terkait : Pengertian, Jenis, serta Tujuan Kebijakan Dalam Bidang Ekonomi

Di dalam suatu teknik penelitian ilmiah ini terdapat 2 (dua) macam teknik penelitian data yang ada, yaitu teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Namun disini saya tidak akan membahas keduanya, melainkan saya hanya akan membahas mengenai teknik analisis data kuantitatif. Tahukan kalian dengan apa yang dimaksud dengan teknik analisis data kuantitatif? Berikut penjelasan singkat mengenai teknik analisis data kuantitatif untuk kalian semua.

Pengertian Teknik Analisis Data Kuantitatif

Teknik penelitian analisis data kuantitatif dapat diartikan sebagai sebuah metode atau cara yang dilakukan di dalam suatu penelitian dengan berdasarkan pada filsafat positivisme yang biasanya metode ini dipakai untuk meneliti sebuah populasi atau sampel. Metode penelitian ini disebut sebagai metode kuantitatif karena data penelitiannya berupa angka-angka dan analisa data yang memakai statistik.

Pada umumnya, cara pengambilan sampel dalam teknik analisis data kuantitatif ini dilakukan secara acak. Analisis data kuantitatif ini memiliki tujuan untuk menguji sebuah hipotesis yang telah ditetapkan. Teknik analisis data kuantitatif ini sering juga disebut dengan metode tradisional. Hal ini karena cara ini sudah cukup lama digunakan dalam analisis suatu data sehingga dianggap sebagai sebuah metode atau cara tradisional dalam sebuah penelitian yang dilakukan.

Selain itu metode ini juga sering disebut sebagai metode atau cara penganalisisan data yang scientific atau ilmiah, karena cara atau metode ini mempunyai unsur dan kaidah ilmiah yang terpenuhi secara konkrit, obyektif, rasional, empiris, dan sistematis. Teknik analisis data kuantitatif dapat juga kita sebut dengan metode atau teknik discovery, karena di dalam metode analisis data kuantitatif ini bisa dikembangkan dan ditemukan di dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang terbaru.

Proses Dalam Teknik Analisis Data Kuantitatif

Di dalam teknik analisis data kuantitatif proses teknik analisis data nya yang ada di dalam penelitian menggunakan statistik. Terdapat 2 (dua) macam ststistik yang ada yang biasa dipakai untuk menganalisis suatu data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berikut penjelasannya dari masing-masing statistik tersebut.

  • Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan sebuah statistik yang dipakai dalam menganalisis data dengan cara menggambarkannya atau mendeskripsikan data yang sudah terkumpul sebagaimana adanya tanpa ada maksud atau tujuan untuk membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau secara general. Sesuai dengan namanya, statistik deskriptif hanya akan mendeskripsikan keadaan suatu gejala yang sudah direkam dengan memakai alau ukur yang kemudian akan diolah menurut dengan fungsinya.

Hasil pengolahan data tersebut kemudian akan ditampilkan dan disajikan ke dalam bentuk angka-angka sehingga akan dapat memberikan suatu kesan lebih mudah dipahami maknanya oleh semua orang yang memerlukan informasi tentang keberadaan gejala tersebut. Metode statisistik dekriptif hanya dapat diterapkan apabila sang peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi darimana sampel data tersebut diambil dan diperoleh.

Fungsi dari statistik deskriptif ini diantaranya yaitu adalah untuk mengklasifikasikan atau mengelompokkan suatu data variable berdasarkan dengan kelompoknya masing-masing dari yang semula belum beraturan atau secara acak menjadi lebih beraturan secara rapi agar mudah dimengerti dan dipahami oleh orang yang memerlukan informasi mengenai keadaan atau gejala variable tersebut.

Selain itu statistik deskriptif ini juga berfungsi untuk menyajikan dan memaparkan atau menampilkan informasi yang sudah diolah dari sampel data sedemikian rupa sehingga data baru yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya bisa bermanfaat dan berguna bagi orang lain yang memerlukannya.

  • Statistik Inferensial

Statisitik inferensial biasa juga disebut dengan statistik induktif maupun statistik probabilitas. Yaitu merupakan sebuah statistik yang dipakai dalam menganalisis data sampel yang hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial ini akan cocok bila dipakai apabila sampelnya diambil dan didapatkan dari populasi yang jelas dan teknik dalam pengambilan sampel dari populasi tersebut dilakukan secara random atau acak.

Artikel Terkait : Pengertian, Sifat, dan Contoh Unsur, Senyawa, Campuran Kimia

Baca Juga :  Perbedaan Imunitas Aktif dan Imunitas Pasif Pada Tubuh Manusia

Pemakaian statistik inferensial ini memiliki tujuan untuk menghasilkan dan menciptakan suatu penemuan yang dapat digeneralisasikan secara lebih luas ke dalam suatu wilayah populasi yang ada. Oleh karena itu pemakaian statistik inferensial ini menuntut persyaratan yang sangat ketat dalam masalah sampling, karena dari persyaratan yang ketat inilah nantinya akan dapat diperoleh sampel yang representative dan sampel yang mempunyai ciri sebagaimana yang dimiliki oleh populasinya. Sebab dengan sampel yang representative maka hasil dari analisis statistik inferensial ini bisa digeneralisasikan ke dalam wilayah suatu populasi.

Di dalam statistik inferensial ini meliputi juga statistik parametris dan statistik non parametris. Penggunaan statistik parametris dan statistik non parametris ini bergantung pada asumsi dan jenis data apa yang akan dianalisis dan diteliti nantinya. Statistik parametris menuntut banyaknya asumsi yang harus terpenuhi, sedangkan pada statistik non parametris tidak menuntut terlalu begitu banyak asumsi yang harus dipenuhi. Karena hal itulah maka statistik non parametris memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada statistik parametris apabila asumsi yang melandasi dapat terpenuhi.

Itulah tadi penjelasan singkat tentang pengertian teknik analisis data kuantitatif. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua.

Related posts: