Pencak Silat Di Indonesia

Posted on

Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional Indonesia yang tersebar merata di seluruh tanah air Indonesia termasuk Malaysia. Pencak silat dinilai dari pukulan, tendangan, sapuan, dan bantingan. Sasaran yang harus dikenai adalah pelindung tubuh masing-masing atlet. Pencak silat sendiri mulai mendapat perhatian dari masyarakat luas ketika berhasil menyabet 14 medali emas dalam ajang Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta. Hal ini membuat seni bela diri Indonesia ini mendapatkan euphoria yang luar biasa dari berbagai belahan dunia termasuk London.

Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan sesuai penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah persekutuan pencak silat anatar bangsa (Persilat) yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pencak silat sendiri adalah olahraga yang membutuhkan banyak konsentrasi. Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas, misalnya Jawa Barat terkenal dengan aliran cimande dan cikalong, dan silat Jawa timur dengan ciri khas aliran perisai diri.

Artikel Terkait : Sejarah Perang Dingin (faktor, dampak dan penyebab)

Pencak silat Indonesia merupakan pusaka leluhur dan bagian yang tidak terpisahkan di kekuatan kehidupan bangsa Indonesia yang didalamnya memiliki aspek mental dan spiritual bela diri, seni dan olahraga yang telah menjadi bagian budaya bangsa dan menjadi satu kesatuan seluruh jajaran pencak silat Indonesia serta sebagai bagian integral dari ketahanaan nasioanl Indonesia. Organisasi pencak sikat Indonesia bernama IPSI, yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, Jawa Tengah. IPSI dibentuk secara bertingkat mulai dari kabupaten, propinsi hingga nasional.

Saat ini terdapat 16 organisasi dan perguruan pencak silat yang terdaftar sebagai anggota IPSI pusat yaitu 10 angggota khusus (perguruan historis pencak silat ) dan 6 anggota biasa sebagai berikut :

Baca Juga :  Biografi Soichiro Honda Lengkap : Pencipta Merk Honda

1. Persaudaraan Setia Hati

@pbsetiahati.wordpress

Pencak setia hati diciptakan oleh Ki Ngabehi Soradiwiryo pada tahun 1903 di daerah Gringsing, Surabaya. Beliau dikenal juga dengan Eyang Soero merumuskan pencak silat ini dari hasil menimba iklim pencak silat dari berbagai daerah, dimulai setelah menyelesaikan pendidikan sekolah rakyat pada tahun 1891 yang hidup berpindah-pindah dari Bengkulu selama 6 bulan. Kemudian ia pindah ke Padang, Sumatera Barat. Di daerah ini beliau mempelajari silat dari Pariaman, Padang Sidempuan,  Padang Panjang, Padang Alai Alang Laweh, Solok, Singkarak, Talarak , Lintau, Fort De Kock, Sipai Air Bangis, dan sebagainya. Salah satu guru beliau adalah Datuk Raja Batuah.

Pada tanggal 22 mei 1932 di Semaang, Jawa Tengah atas prakarsa Moenandar Hardjowiyoto dari Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur mendirikan organisasi yang merupakan perwujudan ikrar bersama .

2. Persaudaraan Setia Hati Terate

@pshttoboali.wordpress

Persaudaraan Setia Hati Terate yang pada awalanya bernama Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) didirikan di Pilangbango, Madiun, Jawa Timur oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang merupakan murid dari Ki Ngabehi Soeryodiwiryo, pencipta pencak silat.

Untuk mengelabuhi penjajah Belanda, Setia Hati Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata pencak sehingga menjadi SH Sport Club. Pada tahun 1925 penjajah Belanda menangkap Ki Hadjar yang dipenjara secara pindah-pindah atau nomaden.

Selang beberapa bulan, kegiatan itu macet tapi kemudian digalakkan lagi. Memasuki tahun 1942 pada saat penjajahan Jepang organisasi pencak silat ini berganti nama menjadi SH Terate. Selang enam tahun kemudian yaitu pada tahun 1948, SH Terate mulai berkembang dan kemudian berubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Sebagai ketua, R.M Soetomo Mangkoedjojo, yang merupakan murid dari Ki Hadjar yang sudah mencapai tingkat tiga.

3. Persinas Asad

@persinas.wordpress

Perguruan yang bertujuan untuk menghimpun seluruh potensi persamaan cita-cita dan tujuan dalam melestarikan tradisi dan budaya bangsa. Dengan moto “pencak silat is my life” Persinas Asad Jakpus mencoba membangkitkan semangat generasi silat untuk membela kebenaran dan  membela golongan yang lemah.

Baca Juga :  Biografi Cut Nyak Dien

4. Tapak Suci Putera Muhammadiyah

 Perguruan yang satu ini mungkin kalian sudah pernah mendengarnya, perguruan yang berdiri pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta ini tak sekedar sebuah perguruan silat saja melainkan juga sebagai wadah silahturahmi para anggota organisasi Muhammadiyah. Pada tahun 1964 Tapak Suci diterima sebagi organisasi otonom Muhamdiyah. Salah satu bentuk kemenangan yang diraih yaitu sebagai juara umum piala wali kota Surabaya.

5. Perisai Diri

@perisaidirisumbar.wordpress

Organisasi pencak silat yang satu ini didirikan di Surabaya pada 2 Juli 1995. Salah satu yang khas dari perguruan pencak silat ini adalah adanya 156 aliran yang dikategorikan gerakan silat. Anggota perguruan ini sudah tersebar luas bahkan hingga sampai ke mancanegara. Salah satu prestasi yang ditorehkan perguruan pencak silat ini yaitu berhasil menyabet gelar juara umum pada pada kejuaraan Brawijaya Open 2016.

6. Merpati Putih

@mpsmecone.blogspot

Organisasi pencak silat merpati putih berkembang dari tradisi Jawa sejak tahun 1550. Organisasi ini merupakan organisasi pencak silat tertua di Indonesia. Perguruan pencak silat Merpati Putih ini juga dikenal dengan aliran pencak silat “bela diri tangan kosong“ (betako).

7. Perguruan Silat Nasional Perisai Putih

@zainalanam.blogspot

Perguruan Silat Nasional Perisai Putih didiran pada tanggal 1 januari 1967 di Surabaya oleh Raden Achmad Boestami atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Boestam.

Artikel Terkait : Biografi B. J. Habibie – Ahli Teknologi Pesawat Terbang Dunia

Pak Boestam mendalami ilmu silat dari kakeknya yaitu Kyai Haji Agus Salim yang dikenal dengan nama Ki Lamet Dari Sumenep. Pak Bustam mengemukakan bahwa perguruan pencak silat di Indoneisa  memiliki kelebihan masing-masing yang semuanya patut dipelajari, walaupun kemudian didalam perkembangannya Pak Bustam lebih mengembangkan pencak silat Madura sebagi ciri khasnya.

8. Phashadja Mataram

Baca Juga :  Sejarah Perang Tondano dan Tokoh - Tokohnya
@twitter

Phasahadja Mataram didirikan oleh KRT Soetardjonegoro pada tanggal 20 Oktober 1950 di Yogyakarta. Nama Phasadja apabila diuraikan yaitu Pha dari Phas atau puasa, Sha Daruu Shanjata yang mengandung makna keluarnya senjata melalui puasa.

9. Perguruan Pencak Silat Harimurti

@media.neliti

Perguruan pencak silat ini disirikan oleh Suko Winadai di Yogyakarta pada tangga 23 Oktober 1932. Suko Winadi ini menimba ilmu pencak silat dair Raden Mas Harimurti, cucu dari Sultan Hamengku Buwono VII dengan gaya seni bela diri yang  dikenal sebagai pencak Teji Kusumo.

Salah satu asisten yang bernama Tarsono diutus untuk melatih angkatan darat (RKAD) di Surakarta, perpi harimurti juga megirimkan guru pencak silat di kodam iskandar muda.

Pada tahun 1970an perpi harimurti dikenal baik didunia perfilman karena perannya dalam beberapa film yaitu November 1828  dan film Api Bukit.

10. Persatuan Pencak Silat Indonesia

@pencaksilatindonesia.wordpress

Persatuan Pencak Silat Indonesia didirikan pada tanggal 17 Agustus 1957 di Bandung, Jawa Barat. Salah satu tujuan pembentukan PPSI adalah untuk  menggalang kekuatan jajaran pencak silat untuk pagar betis dalam menghadapi pemberontakan DI/TII  yang berkembang di wilayah Jawa Barat, Lampung, Jakarta, dan lainnya.

Di Indonesia banyak sekali beraneka ragam aliran pencak silat yang berkembang di Indonesia selama berabad-abad dan tiap aliran ini bercabang lagi menjadi banyak beberapa perguruan silat. Mulai dari pulau Sumatera hingga sampai ke negara tetangga.

Dari rangkuman diatas dapat menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kita tentunya warga Indonesia agar kedepannya kita harus bisa menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi mengingat Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan tradisi.

Related posts: