Pacaran Beda Agama Menurut Kristen

Posted on

Siapa sih disini yang tidak pernah jatuh cinta? Terutama bagi para remaja yang mulai dari usia belasan tahun yang sudah memasuki usia pubertas pasti sudah mengenal apa itu yang namanya cinta bukan. Tapi terkadang jika kita sedang jatuh cinta pada seseorang pasti ada saja sebuah hal yang menjadi penghalang di dalam cinta tersebut.

Salah satunya yaitu adalah jika pasangan kita berbeda keyakinan atau beda agama dengan kita. Hal ini merupakan salah satu hal klasik yang banyak terjadi diantara pasangan muda-mudi yang ada di dunia, terlebih di Indonesia.

Lalu bagaimana jika kita memiliki pasangan yang berbeda keyakinan dengan kita? Boro-boro mau memikirkan tentang ke jenjang yang lebih serius seperti untuk menikah, kadang di masa-masa pacaran pun pasti sudah banyak menjumpai perdebatan dan pertengkaran mungkin karena perbedaan keyakinan ini.

Namun jika sudah merasa sangat cinta sekali atau mungkin bisa dikatakan seperti cinta mati pada seseorang, kita akan merasa sangat sulit untuk melepaskan cinta kita tersebut bukan. Jika seseorang sudah benar-benar cinta kepada pasangannya maka hal apa pun akan ia lakukan agar bisa selalu berada dekat dengan orang yang dicintainya.

Lalu sebenarnya bagaimana pandangan iman Kristen tentang pacaran beda agama ini? Apakah Tuhan memperbolehkannya? Apa yang dikatakan Alkitab tentang pacaran beda agama? Berikut ini akan saya ulas mengenai pacaran beda agama menurut Alkitab dan berdasarkan dengan iman Kristen.

Kristen Tidak Mengenal Yang Namanya Pacaran

@scdc.binus

Sebenarnya di dalam ajaran Kristen tidak ada yang namanya pacaran. Yang mana pacaran disini akan lebih ditujukan kepada para pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahannya kelak. Lalu mengapa bisa muncul atau timbul yang namanya pacaran pada anak-anak Tuhan yang ada di gereja sekalipun? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bandingkan dua jenis kasih yang berkaitan dengan pacaran ini, yaitu adalah kasih yang dari Allah dan kasih yang telah dipalsukan.

Baca Juga :  Kumpulan Dekorasi Natal Untuk Altar Gereja 2018 [Lengkap]

Yang pertama kasih dari Allah merupakan kasih yang berasal dari Allah yang tentu saja dimiliki oleh seluruh orang percaya di dunia ini. Selain itu kasih dari Allah ini juga akan menjadi sebuah refleksi Allah di muka bumi ini. Di dalam hal ini telah dikatakan bahwa kasih dari Allah ini telah dinyatakan ditengah umat-Nya yaitu bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang tunggal untuk turun ke dunia agar kita bisa beroleh hidup karena-Nya.

Inilah yang disebut dengan kasih yang sejati, dimana bukan kita yang telah mengasihi Allah, namun Allah yang telah mengasihi kita semua dan mengutus anak-Nya yang tunggal sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita semua. Lalu yang kedua adalah kasih yang telah dipalsukan, yaitu merupakan alasan bagi manusia untuk hidup di dalam kecemaran atau dalam dosa.

Kasih yang palsu ini sudah menjadi “tuhan” yang baru bagi para penikmatnya. Kasih yang palsu ini akan membuat manusia membenarkan orang untuk hidup yang tidak sesuai dengan perintah Allah, salah satunya yaitu adalah pacaran beda agama. Yang mana seolah-olah cinta di dunia tidak dapat salah dan disalahkan.

Pendapat Alkitab Tentang Pacaran Beda Agama

@blog.bible

Nah sekarang mari kita membahas tentang bagaimana pendapat Alkitab tentang pacaran beda agama. Di dalam Alkitab sendiri juga telah tertulis mengenai hal pasangan hidup bagi para orang percaya. Yaitu seperti yang terdapat di dalam 2 Korintus 6 : 14 – 16 tentang pasangan hidup. Berikut akan saya bahas mengenai ayat-ayat yang ada di dalam 2 Korintus 6 : 14 – 16.

Baca Juga :  10 Rekomendasi Film Tentang Narkoba Terbaik [Review Singkat]

1. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang – orang yang tak percaya”

Hal ini berarti bahwa kita harus memiliki pasangan yang mempunyai kepercayaan yang sama dengan apa yang kita percaya. Hal ini tak selalu tentang soal agama. Sebab sesama orang Kristen pun juga kadang tidak mempunyai pemahaman dan kepercayaan yang sama tentang Yesus. Oleh sebab itu ayat ini berarti bahwa sepasang kekasih haruslah orang yang telah sama-sama mati di dalam dosa dan lahir kembali melalui baptisan yang suci.

2. “Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?”

Disini maksudnya yaitu adalah seorang pasangan yang baik akan hidup di dalam sebuah kebenaran. Yang mana pasangan ini akan menjadi teladan bagi sesamanya tentang kasih yang sebenarnya. Kasih yang benar di dalam Kristus akan menjadi cerminan dari hubungan antara Tuhan Yesus dengan jemaatnya.

3. “Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Di dalam Kristus kita merupakan terang, dan tentu saja terang tak akan bisa bersatu atau menyatu dengan gelap. Hal ini kecuali jika kita bisa membawa orang lain yang ke dalam terang yang sama dengan kita, maka kita bisa menjadi sebuah pasangan dan bersatu.

Namun hal ini disini bukan hanya soal perbedaan agama, namun juga tentang pengenalan terhadap Tuhan dan hubungan terhadap Tuhan yang benar. Sebab masih banyak juga orang Kristen yang hidupnya masih dikuasai oleh kegelapan.

4. “Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial?”

Hal ini berarti bahwa hidup kita akan bergantung pada Siapa yang kita sembah. Hidup di dalam penyembahan kepada Yesus akan membuat banyak aspek kehidupan kita menjadi berbeda dengan orang yang hidupnya dipengaruhi oleh dunia.

Baca Juga :  Inspirasi Souvenir Pernikahan Murah dan Bagus

5. “Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?”

Hal ini berarti bahwa identitas kita di dalam Yesus sebagai orang percaya benar-benar berbeda dengan orang yang hidupnya berada di luar Tuhan. Yang mana dari perbedaan identitas ini maka kita tak akan mungkin menjadi pasangan yang baik bagi orang yang belum percaya kepada Tuhan. Sehingga jika kita merupakan pasangan yang berbeda keyakinan maka kecil kemungkinannya kita akan bisa menjadi pasangan yang baik di hadapan Tuhan.

6. “Apakah hubungan bait Allah dengan berhala?”

“Karena kita adalah bait Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Kita sebagai orang percaya merupakan bait Allah sebab Tuhan Yesus hidup di dalam kita. Dan kepercayaan serta ketaatan kita ini tentu harus berujung pada ketaatan sebagai umat Allah. Dan sebagai seorang pasangan tentu harus memiliki pemahaman yang sama tentang Tuhan, yang mana tentu hal ini tidak akan bisa dilakukan jika seorang pasangan memiliki pemahaman yang berbeda tentang Tuhan.

bagaimana pendapat mengenai pacaran beda agama, cerita kristen tentang pacaran baik