Mengupas Misteri Alas Roban

Posted on

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali mitos yang beredar di kalangan masyarakat tentang suatu tempat. Hal ini sangat lumrah di Indonesia karena di zaman modern saat ini ternyata masih ada sebagian orang yang mempercayai hal-hal yang berbau mistis.

Kepercayaan itu seakan mengakar di kalangan masyarakat Indonesia. Nah salah satu yang terkenal adalah Alas Roban. Mungkin kalian masih asing dengan nama alas atau hutan yang satu ini. Namun untuk masyarakat Jawa Tengah, Alas Roban sangat terkenal akan keangkerannya. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang alas roban berikut ulasannya.

Asal Usul Alas Roban

Alas roban merupakan sebuah hutan yang dijadikan sebuah penghubung jalan antar kota di Jawa Tengah. Untuk dapat melihat apa yang terjadi mari kita kembali dulu ke masa kolonial Belanda saat masih menjajah Indonesia.

Daerah Alas Roban pertama kali mendapat pembangunan pada sekitar tahun 1808. Pada saat itu Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang merupakan seorang Gubernur Hindia Belanda ke 36, berusaha memanfaatkan apa yang ada di hutan belantara tersebut. Ia ingin menjadikan Alas Roban sebagai sarana yang dapat menghubungkan perekonomian antara kota maju dengan kota terpencil di area Jawa Tengah.

Artikel terkait : Misteri Mitos Ayam Cemani (Khasiat dan Harga)

Nama Roban berasal dari kata “Rob” yang bermakna air naik. Kata ini begitu dikenal di kalangan masyarakat pesisiran. Kampung Roban sendiri terdapat di Kecamatan Subah. Roban ada di daerah pantai-pantai Laut Jawa. Situasi tempat ini sampai saat ini masih saja di selimuti oleh udara mistik yang sangat kental. Perkampungan Roban dulu dikenal dengan perkampungan Roban Siluman. Konon pada masa lampau orang-orang Roban banyak yang memiliki kemampuan tinggi sampai bisa mengubah diri mereka menjadi seekor buaya. Hal inilah yang menimbulkan persepsi nama Roban Siluman.

Baca Juga :  Tanda Pria Menyukai Wanita Diam - Diam

1. Alas roban dikenal sebagai tempat pembuangan mayat

@merdeka

Pada masa pengerjaannya banyak rakyat Indonesia yang dipaksa untuk bekerja Rodi atau kerja paksa di bawah pemerintah Hindia Belanda. Saking beratnya pekerjaannya yang dilakukan para pekerja banyak korban berjatuhan. Bahkan mayat mereka tidak diurus dengan layak dan hanya di buang begitu saja di pinggir jalan. Selain masalah itu pembangunan ini juga berdampak pada rusaknya area hutan di Alas Roban. Sehingga sampai sekarang lokasi Alas Roban terkenal dengan tempat pembuangan mayat.

Hal ini juga di latar belakangi pula oleh tragedi Petrus atau penembakan misterius pada masa ORBA (Orde Baru) yang terjadi pada era 1980-an. Mayat–mayat yang menjadi korban pembunuhan Petrus tersebut, kemudian di buang ke Alas Roban. Tempat yang biasa sepi dan jarang sekali di lalui membuat orang–orang tak mengetahui siapa yang membuang mayat- mayat itu.

Konon, ada sebuah cerita yang menyebutkan jika mayat–mayat yang di buang di Alas Roban tersebut akan segera lenyap. Dugaan pertama adalah mayat tersebut akan di makan binatang–binatang buas. Namun, dugaan kedua ada mitos yang mengatakan bahwa mayat tersebut di makan oleh sesosok mahkluk yang misterius yang tinggal di alas tersebut.

2. Jalan alas roban dibangun di atas darah kesakitan masyarakat pribumi

@bacaterus

Jalan alas roban telah ada mulai sejak era abad ke 18 serta dibangun oleh beberapa pribumi. Untuk membangun jalan ini memanglah sangat sulit lantaran jalanan itu memiliki kontur pegunungan. Jalan ini termasuk jalan yang mengagumkan lantaran mesti membelah gunung, membabati hutan rimba yang pada saat itupun peralatam masih belum secanggih saat ini. Nah, lebih mengerikan lagi jalanan ini di bangun beberapa pelaku kerja paksa.

Baca Juga :  Belalang Sombong Dan Semut – Dongeng Nusantara

Beberapa orang pribumi dengan jumlah ribuan di paksa untuk membuat jalanan tersebut. Alhasil, banyak dari mereka yang mati lantaran sangat melelahkankannya kerja paksa ini serta juga perlakuan kolonial Belanda yang berlaku seenaknya. Sehingga banyak yang meninggal karena pembangunan jalanan ini.

3. Mitos pantangan saat melalui alas roban

@travel.tribunnews

Berdasarkan pada pengalaman beberapa orang yang pernah melewati jalan tersebut. Terdapat beberapa pantangan yang harus di patuhi kalau ingin melewati jalur yang satu ini khususnya pada malam hari.

Pertama yaitu jangan sampai melewati waktu malam hari. Upayakan melewati daerah ini pada pagi atau sore hari. Dan ketika melewati alas ini anda harus konsentrasi lepas dari kengerian alas ini anda harus tetap berkonsentrasi saat di jalan agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Pantangan selanjutnya adalah senantiasa abaikan godaan yang ada di jalan. Jadi saat anda melihat kejadian yang ganjil upayakan anda harus tetap fokus dan abaikan saja bila ada kejadian yang diluar nalar.

Cerita Bus Misterius Yang Melintas Di Alas Roban dan Kecelakaan Yang Terajadi

Misteri Alas Roban selanjutnya adalah tentang kecelakaan–kecelakaan yang terjadi. Jalanan yang terdapat di Alas Roban itu memiliki kontur tanah yang ekstrim. Pengendara yang ingin melewati jalan ini harus sangat hati-hati terhadap tikungan tajam, jalanan yang sangat curam, dan sempit. Apalagi dengan penerangan yang masih kurang. Alhasil, banyak kecelakaan terjadi di daerah tersebut.

Menurut beberapa laporan korban yang selamat dari kecelakaan, menyebutkan jika mereka mengalami kejadian mistis saat sebelumnya terjadi kecelakaan.

Baca Juga :  3 Makna Utama Hari Raya Idul Adha dan Sejarahnya
@radarsemarang

Cerita horror tentang Alas Roban sempat disinggung di halaman sebelumnya, ada beberapa kisah misterius Alas Roban yang cukup populer. Salah satunya yaitu kisah dari Brodigyo yang terjadi pada tahun 1996.

Dalam kondisi cuaca yang sedikit gerimis, Brodigyo yang menggunakan motor bebek Astrea sedang melakukan perjalanan dari Surabaya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pada pukul 12 malam dan akan memasuki daerah Alas Roban. Namun karena kondisi yang mengharuskan dia untuk melanjutkan perjalanan ia terus melajukan motornya ke arah Alas Roban. Setelah masuk ke jalan Alas Roban ia mulai merasakan kejanggalan.

Artikel terkait : Dongeng Anak : Si Kancil Mencuri Ketimun

Ia melihat sorot lampu bus yang mengikuti motornya. Sesekali ia melambatkan laju montornya. Brodigyo pun panik lalu ia melihat ke arah spion dan terkejut mengetahui bahwa cahaya yang berasal dari belakang laju motornya bukanlah bus pada zaman sekarang, namun seperti bus zaman dahulu dengan model seperti Kijang.

Brodigyo lantas mempercepat laju motornya dan bus misterius itu pun melaju dengan kecepatan tinggi seakan menabrak motor Brodigyo. Anehnya, setelah menyalip bus itu tiba-tiba lenyap begitu saja.

Hingga saat ini misteri alas ini menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat sekitar Alas Roban.

Related posts: