Mengenal Metabolisme Lemak Dalam Tubuh

Posted on

Lemak merupakan salah satu komponen penting yang ada di dalam tubuh manusia. Sebab lemak ini ternyata juga bisa berfungsi sebagai salah satu sumber energi juga, selain karbohidrat. Lemak ini merupakan salah satu senyawa organik yang terkandung atau terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi setiap harinya dan lemak ini merupakan salah satu zat yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia dalam jumlah yang lumayan cukup banyak.

Lemak sebagai penyedia energi cadangan

Selain berfungsi sebagai sumber energi, lemak ini juga bisa berfungsi sebagai penyedia energi cadangan pada saat tubuh kita sedang tidak memperoleh asupan energi dari sumber energi utama yang berasal dari makanan yang biasa kita konsumsi ini. Selain itu lemak juga sangat diperlukan sebagai penyusun struktur bagian tubuh dan juga dapat menjalankan beberapa fungsi fisiologis yang ada di dalam tubuh kita.

Nah beberapa kelainan yang terjadi pada tubuh manusia ini di antaranya disebabkan karena adanya kesalahan dalam proses metabolisme lemak ini. Lalu apakah itu metabolisme lemak dan bagaimana proses metabolisme lemak yang terjadi di dalam tubuh manusia. Nah bagi kalian semua yang belum mengerti dan belum tahu tentang apa itu yang dinamakan dengan metabolisme lemak jangan bingung dahulu.

Sebab disini akan saya berikan sedikit materi tentang metabolisme lemak. Silahkan disimak dan di baca dengan baik dan teliti ya supaya kalian bisa mengetahui apa itu yang dimaksud dengan metabolisme lemak.

Pengertian Metabolisme Lemak

@putraparmadi.blogspot

Metabolisme lemak adalah suatu rangkaian reaksi kimia yang mencakup tentang reaksi pembentukan dan reaksi penguraian lemak yang terjadi di dalam tubuh manusia. Metabolisme lemak ini berlangsung atau terjadi pertama kali di dalam sistem pencernaan yang ada di dalam tubuh manusia.

Baca Juga :  Cara Membersihkan Karang Gigi Menggunakan Campuran Garam

Yang mana enzim – enzim yang ada di dalam sistem pencernaan ini akan memecah lemak dan kemudian lemak ini yang akan diserap oleh tubuh. Setelah itu maka lemak ini akan diedarkan menuju ke seluruh bagian tubuh.

Yang kemudian lemak ini akan bisa berguna dan berfungsi sebagai energi cadangan bagi tubuh dan juga sebagai struktural dan fungsional bagi tubuh. Berikut ini adalah beberapa metabolisme lemak yang melibatkan molekul lemak di dalam tubuh suatu organisme.

1. Oksidasi Asam Lemak Jenuh

Lemak yang ada di dalam tubuh manusia ini berasal dari makanan yang mengandung lemak, dan bisa juga berasal dari karbohidrat dan protein. Hal ini karena ada suatu hubungan antara metabolisme lemak, metabolisme karbohidrat, serta metabolisme protein. Oksidasi asam lemak jenuh ini terbagi ke dalam beberapa tahapan reaksi yaitu seperti berikut ini :

  • Reaksi 1 : pembentukan heksanoil koenzim A yang berlangsung dengan akatalis enzim asli KoA sintesase.
  • Reaksi 2: Pembentukan senyawa tidak jenuh dengan oksidasi. Reaksi ini membentuk enoil KoA dengan cara oksidasi. Enzim yang berperan sebagai katalis dalam reaksi ini adalah Enzim asil KoA dehidrogenase.
  • Reaksi 3: Hidrasi. Dalam reaksi ini, enzim enoil KoA hidratase berperan sebagai katalis dan menghasilkan L-hidroksiasil koenzim A. Reaksi ini reaksi hidrasi terhadap ikatan rangkap antara C-2 dan C-3.
  • Reaksi 4: Oksidasi. Reaksi ini adalah reaksi oksidasi yang mengubah hidroksiasil koenzim A menjadi ketoasil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah L-hidroksiasil koenzim A dehidrogenase.
  • Reaksi 5: Butiril koenzim A. Reaksi pemecahan ikatan C – C, sehingga menghasilkan asetil koenzim A dan asil koenzim A. Asil koenzim A yang terbentuk pada reaksi ini mengalami metabolsime lanjutan melalui reaksi tahap 2 hingga tahap 5, demikian seterusnya sampai rantai karbon (C) pada asam lemak dirombak menjadi molekul molekul asetil koenzim A. Selanjutnya asetil koenzim A ini teroksidasi menjadi CO2 dan H2O melalui siklus Krebs atau digunakan untuk reaksi-reaksi yang membutuhkan asetil koenzim A
Baca Juga :  10 Rekomendasi Vitamin Tulang Dan Sendi Yang Bagus Tahun 2018

2. Metabolisme Senyawa Keton

Asetil koenzim A yang di dapatkan dari hasil reaksi oksidasi asam lemak ini bisa dipakai di dalam siklus Krebs apabila perombakan lemak dan karbohidrat terjaid dengan seimbang. Dalam siklus Krebs ini, jika koenzim A bereaksi dengan asam oksaloasetat akan menghasilkan asam sitrat.

Pada saat kekurangan makanan maka konsentrasi glukosa yang ada di dalam tubuh akan menjadi berkurang sehingga sebagian asam oksaloasetat ini akan diubah menjadi glukosa. Hal inilah yang membuat asetil koenzim A yang berasal dari lemak tidak bisa masuk ke dalam siklus Krebs, akan tetapi diubah menjadi asam oksaloasetat, asam hidroksibutirat, dan aseton.

Yang mana ketiga senyawa ini disebut dengan senyawa keton. Asam asetoasetat ini terbentuk dari asetil koenzim A dari 3 tahap reaksi, yaitu:

  • Tahap 1: 2 molekul asetil koenzim A berkondensasi membentuk asetoasetil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah enzim ketotiolase.
  • Tahap 2: Asetoasetil koenzim A bereaksi dengan asetil koenzim A dan air, menghasilkan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A. Enzim katalis dalam reaksi ini adalah hidroksi-metilguratil koenzim A sintetase.
  • Tahap 3: Perombakan 3-hidroksi-3-metilgluratil koenzim A menjadi asetil koenzim A dan asam asetosetat.

3. Sintesis Asam Lemak

Sintesis asam lemak ini berasal dari asetil koenzim A dan enzim yang bekerja sebagai katalis yaitu kompleks enzim – enzim yang ada di dalam sitoplasma, sedangkan enzim pemecah asam lemak ini terdapat di dalam mitokondria.

Baca Juga :  10 Vitamin Untuk Kesehatan Mata Yang Bagus

Sintetis asam lemak ini merupakan pembentukan asam lemak yang sebagian besar berlangsung lewat jalur metabolik lain, walaupun ada sebagian kecil asam lemak yang bisa dihasilkan melalui kebalikan dari reaksi penguraian asam lemak yang ada di dalam mitokondria ini.

Ada beberapa karakteristik atau ciri – ciri yang bisa kalian lihat di dalam sintetis asam lemak ini, yaitu adalah seperti berikut ini :

  • Sintesis asam lemak terjadi dalam sitoplasma, sedangkan oksidasi terjadi pada mitokondria.
  • Senyawa-senyawa antara dalam sintesis asam lemak terikat pada ACP (acyl carrier protein), sedangkan pada pemecahan asam lemak, senyawa antara terikat pada koenzim A.
  • Beberapa enzim yang bekerja sebagai katalis pada sintesis asam lemak adalah termasuk dari bagian kompleks multi enzim yang disebut asam lemak sintetase. Pada pemecahan asam lemak, tidak terdapat sistem multi enzim.
  • Perpanjangan rantai karbon pada sintesis asam lemak adalah penambahan 2 atom karbon secara berturut-turut yang berasal dari asetil koenzim A. Senyawa yang berfungsi sebagaia donor unit 2 atom karbon ini adalah malonil ACP.
  • Dalam sintesis asam lemak, NADPH berfungsi sebagai reduktor
Related posts: