3 Makna Utama Hari Raya Idul Adha dan Sejarahnya

Posted on

Hari raya Idul Adha adalah salah satu hari raya atau hari besar yang diperingati oleh setiap umat Muslim setiap tahunnya. Hari raya yang dikenal juga dengan sebutan “Hari Raya Haji” ini jatuh di setiap tanggal 10 Dzulhijjah di dalam sistem penanggalan Hijriyah. Yang mana di tahun 2019 ini hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Hari raya Idul Adha ini disebut juga dengan hari raya haji karena pada waktu tersebut para kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Selain dinamakan sebagai hari raya haji, hari raya Idul Adha juga sering disebut dengan hari raya kurban, sebab pada hari tersebut Allah memberikan kesempatan kepada umat Nya untuk lebih mendekatkan diri kepada Nya.

Untuk umat Muslim yang belum mampu untuk melakukan perjalanan haji, maka mereka diberikan kesempatan untuk berkurban. Caranya yaitu adalah dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan serta kecintaan mereka kepada Allah.

Lalu tahukah kalian apa makna sesungguhnya yang terdapat dalam hari raya Idul Adha ini bagi umat Muslim? Tentu saja peringatan hari raya Idul Adha ini bukan saja hanya mencakup tentang penyembelihan hewan kurban dan ibadah haji saja, melainkan banyak makna yang terkandung di dalam hari raya Idul Adha ini.

Berikut akan saya berikan beberapa makna yang terkandung di dalam hari raya Idul Adha bagi para kaum muslim di seluruh dunia. Tapi sebelum melihat lebih jauh tentang makna yang terkandung di dalam hari raya Idul Adha ini, terlebih dahulu disini akan saya berikan bagaimana sejarah tentang kurban di hari raya Idul Adha ini. Berikut penjelasannya.

Baca Juga :  Daftar Film Animasi Pixar Yang Penuh Pesan Moral

Sejarah Kurban Idul Adha

@wajibbaca

Sejarah mengenai kurban idul adha ini dijelaskan di dalam Al Quran surat As Shoffat ayat 102. Di dalam surat tersebut diceritakan bahwa sejarah kurban yaitu dimulai pada saat Ismail berusia remaja, ayahnya (Ibrahim) memanggil Ismail untuk membicarakan atau mendiskusikan sesuatu.

Ibrahim pun kemudian bercerita kepada Ismail bahwa Ibrahim telah memperoleh perintah dari Allah melalui sebuah mimpi untuk menyembelih Ismail sebagai kurban. Kemudian Ibrahim pun meminta pendapat Ismail dan menanyakan kepada Ismail, katanya : “Bagaimana menurutmu, wahai Ismail?”

Kemudian Ismail pun menjawab : “Wahai ayah, laksanakanlah dan patuhilah perintah Allah yang telah dimandatkan atau diberikan kepadamu. Saya akan sabar dan ikhlas atas segala yang telah di perintahkan oleh Allah.” Namun pada saat itu Ibrahim masih ragu dan masih belum yakin jika mimpi nya ini benar-benar datang dari Allah dan ia takut jika ternyata mimpinya tersebut berasal dari setan.

Akan tetapi Allah membuktikan bahwa mimpi tersebut benar-benar berasal dari Nya dengan cara Ia menunjukkan mimpi tersebut sebanyak 3 kali kepada Ibrahim. Lalu kemudian setelah Ibrahim yakin bahwa itu merupakan perintah Allah yang harus dilakukannya, maka ia pun dengan ikhlas akan melakukan apa yang telah diperintahkan Allah yaitu menyembelih Ismail.

Sampai akhirnya tiba waktunya Ibrahim dan Ismail untuk melakukan perintah ini dengan ikhlas. Pada saat Ibrahim akan menyembelih Ismail ternyata Allah mengganti Ismail menjadi seekor domba. Dari peristiwa atau kejadian inilah kemudian muncul makna hari raya kurban yang diperingati oleh umat Muslim setiap tahunnya.

Makna Hari Raya Idul Adha

1. Ketakwaan

@dakwahjateng

Ketakwaan yaitu merupakan sebuah hal yang berhubungan dengan ketaatan seorang hamba kepada Yang Maha Kuasa untuk menjalankan perintah serta menjauhi larangan Nya. Melalui peringatan hari raya Idul Adha inilah Allah ingin mengingatkan kepada setiap umat Nya untuk senantiasa bertakwa kepada Nya.

Baca Juga :  Tanda Pria Menyukai Wanita Diam - Diam

Hal ini dicontohkan di dalam Al Quran yaitu tentang kesiapsediaan Ibrahim untuk menyembelih anak yang sangat disayanginya atas perintah dari Allah. Yang mana hal tersebutlah yang menandakan tingginya tingkat ketakwaan dari seorang Nabi Ibrahim ini, sehingga dengan ketakwaan yang dimilikinya ia tidak akan mudah untuk jatuh ke dalam dosa.

Karena Allah melihat betapa tingginya takwa seorang Ibrahim kepada Nya maka dengan kuasa Allah, ternyata yang disembelih oleh Ibrahim bukanlah Ismail melainkan adalah seekor domba. Yang mana melalui peristiwa inilah maka membuktikan bahwa Islam amat sangat menghargai nyawa dan kehidupan seorang manusia dan Islam juga sangat menjunjung tinggi peradaban manusia.

2. Hubungan Antar Manusia

@sahabatyamima

Ibadah yang diperintahkan oleh Allah tentu senantiasa mengandung 2 aspek utama di dalamnya yang tak bisa dipisahkan. Yaitu adalah hubungan atau kaitannya dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Yang mana hal ini bisa kita lihat pada saat kita sedang menjalankan ibadah puasa tentu akan merasakan bagaimana susahnya seorang dhuafa untuk memenuhi kebutuhan panganannya setiap hari sehingga mereka harus rela menahan rasa lapar dan haus.

Kemudian dengan menyembelih hewan kurban dan membagikan nya kepada para kaum miskin juga merupakan suatu bentuk kepedulian sosial seorang Muslim kepada sesamanya manusia yang kurang mampu. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan saling tolong menolong di dalam kebaikan merupakan salah satu ciri khas ajaran Islam.

Baca Juga :  Cerita Rakyat Jakarta - Si Pitung Jagoan Betawi

Sedangkan hikmah yang bisa dipetik dari hal ini yaitu adalah seorang Muslim senantiasa diingatkan untuk selalu berkorban demi kebahagiaan orang lain khususnya bagi yang kurang beruntung dan senantiasa waspada dari godaan dunia agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang tidak disukai oleh Allah seperti serakah, egois, dan juga lalai dalam menjalankan kewajiban ibadahnya.

3. Peningkatan Kualitas Diri

@sedulurlawas

Hikmah dari Idul Adha yang selanjutnya yaitu adalah memperkuat empati, kesadaran diri, pengendalian diri yang mana hal tersebut merupakan asal muasal dari akhlak terpuji seorang Muslim. Hal mengenai akhlak yang terpuji ini telah dicontohkan oleh Nabi yaitu seperti membantu sesama di dalam kebaikan maupun kebajikan, memuliakan tamu, mementingkan orang lain, dan senantiasa siap untuk menjalankan segala perintah agama serta menjauhi hal-hal yang dilarang di dalam agama.

Di dalam Islam kedudukan akhlak ini sangat penting, sebab akhlak merupakan “buah” dari pohon Islam yang berakarkan akidah dan berdaunkan syariah. Yang mana setiap tingkah laku dan perbuatan seorang manusia ini tidak dapat terlepas dari sikap yang melahirkan perbuatan serta tingkah laku manusia. Sebaliknya, akhlak yang tercela dipastikan berasal dari orang yang memiliki masalah dalam hal keimanannya dan hal tersebut merupakan sifat-sifat yang berasal dari iblis.

makna hari raya kurban
Related posts: