Macam-Macam Planet dan Proses Terbentuknya Planet

Siapa di sini yang tidak tahu dengan apa yang di namakan dengan planet? Ya planet merupakan sebuah benda langit di antariksa yang ukuran nya sangat besar. Pada saat di bangku sekolah dulu mungkin kita pernah mempelajari tentang apa itu yang di sebut dengan planet dan jenis-jenis planet yang ada.

Di dalam sistem tata surya kita saat ini terdepat 8 planet yang ada dan yang telah berhasil di identifikasi oleh para ahli maupun oleh para astronomi. Planet-planet itu adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Dan satu-satu nya planet di dalam sistem tata surya kita yang mempunyai kehidupan dan bisa di tinggali yaitu adalah planet bumi ini.

Macam-Macam Planet dan Proses Terbentuknya Planet

Hanya di dalam planet bumi terdapat kehidupan sementara ketujuh planet lain nya tidak memiliki kehidupan. Planet merupakan sebuah bintang atau sisa bintang yang berukuran cukup besar yang memiliki gravitasi nya sendiri. Kata planet oleh peradaban kuno di pandang sebagai suatu benda yang abadi dan menjadi perwakilan dari dewa.

Tapi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan pandangan dan tafsiran manusia mengenai planet pun berubah. Meskipun ide dan gagasan mengenai planet yang berputar mengelilingi matahari telah lama ada dan  di utarakan, namun baru lah pada sekitar abad ke 17 semua ide dan gagasan manusia mengenai planet ini dapat terbukti.

Artikel Terkait : Pengertian Batuan Beku, Sedimen dan Metamorf (Contoh & Gambar)

Hal ini di buktikan dengan pengamatan dengan memakai teleskop yang di lakukan oleh Galileo Galilei. Planet juga bergerak mengitari matahari dan juga berputar pada poros nya sendiri. Gerakan planet dalam mengitari matahari di sebut dengan revolusi, sedangkan gerakan planet dalam berputar pada poros nya sendiri di sebut dengan rotasi.

Meskipun semua planet dalam sistem tata surya kita ini berputar mengelilingi matahari, namun planet-planet ini tidak bertabrakan. Hal ini di sebabkan karena setiap planet yang ada di dalam sistem tata surya kita ini mempunyai sebuah jalur lintasan yang berbentuk elips yang biasa di sebut dengan orbit.

Hal inilah yang kemudian akan memungkinkan dan membuat setiap planet yang ada akan tetap berada di dalam lintasan orbit nya masing-masing karena ada nya pengaruh dari gaya tarik atau gaya gravitasi yang di miliki oleh matahari.

Dan juga lintasan atau orbit tiap-tiap planet ini akan berbeda antara satu dengan yang lain nya. Semakin jauh jarak suatu planet tersebut dari matahari maka akan semakin panjang lintasan orbit planet tersebut.

Planet Dalam dan Planet Luar

Di dalam sistem tata surya kita ini, planet yang ada di bagi menjadi ke dalam 2 (dua) bagian. Yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam merupakan planet-planet yang memiliki jarak yang terdekat dengan matahari, sedangkan planet luar merupakan planet-planet yang jarak nya jauh dari matahari. Adapun ciri-ciri dari planet dalam dan planet luar ini adalah sebagai berikut:

  • Planet Dalam
  1. Tidak mempunyai cincin
  2. Pada umum nya mempunyai jumlah satelit yang sangat sedikit
  3. Sebagian besar terbentuk dari batuan dan logam
  4. Mempunyai permukaan yang padat
  5. Jarak nya tidak terlalu jauh dari matahari sebagai pusat tata surya
  • Planet Luar
  1. mempunyai cincin serta atmosfer yang cukup tebal
  2. pada umum nya mempunyai jumlah satelit yang lebih banyak dari pada planet dalam
  3. sebagian besar terbentuk dari gas hidrogen dan helium
  4. jarak nya cukup jauh dari matahari sebagai pusat tata surya

Planet yang termasuk ke dalam planet dalam yaitu adalah planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sementara planet yang termasuk ke dalam planet luar yaitu adalah planet Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Pembentukan Planet

 

Hingga saat ini memang belum di ketahui secara pasti bagaimana proses pembentukan dari planet-planet yang ada di dalam tata surya ini. Begitu banyak teori yang beredar dan berkembang di dalam masyarakat yang di kemukakan dan di utarakan oleh para ahli dan astronom dari jaman dahulu.

Salah satu teori yang paling di kenal dan mendominasi ilmu pengetahuan tentang bagaimana proses dari terbentuk nya planet-planet ini yaitu adalah planet ini terbentuk dari suatu nebula yang kemudian berubah menjadi sebuah cakram gas dan juga debu tipis.

Dengan ada nya proses akresi atau proses tabrakan yang terjadi ini kemudian akan menyebabkan partikel-partikel debu yang ada pada cakram akan saling menempel. Dan kemudian akan membentuk suatu gumpalan yang mempunyai massa yang semakin lama akan semakin besar.

Konsentrasi massa yang ada pada suatu tempat inilah yang di sebut dengan planetasimal. Dan konsentrasi inilah yang bisa mempercepat terjadi nya proses akresi dengan cara menarik material-material tambahan yang ada di alam semesta dengan memakai gaya tarik atau gaya gravitasi nya tersebut.

Kumpulan dari partikel-partikel yang ada ini semakin lama akan semakin padat hingga akhir nya akan membentuk sebuah protoplanet. Lalu setelah protoplanet ini mempunyai ukuran yang lebih besar dari pada ukuran diameter Bulan (satelit planet Bumi) maka akan terbentuk lah lapisan atmosfer pada planet ini. Sehingga akan menambah daya tarik atau daya gravitasi planetasimal dengan gaya hambat yang ada pada atmosfer.

Artikel Terkait : Pengertian dan Proses Dalam Teknik Analisis Data Kuantitatif

Saat protobintang ini tumbuh dan berkembang menjadi ukuran yang lebih besar dari sebelum nya hingga menjadi seukuran dengan ukuran bintang, maka cakram-cakram yang masih tersisa akan di musnahkan dan di lenyapkan dari dalam menuju ke luar dengan bantuan dari angin matahari, gaya hambat atmosfer, dan juga dari pengaruh-pengaruh lain yang ada di dalam semesta.

Di alam semesta jumlah protoplanet yang saling berputar mengelilingi bintang atau pun yang mengelilingi antar protoplanet satu sama lain jumlah nya masih sangat banyak sekali. Tapi seiring berjalan nya waktu maka sebagian besar dari protoplanet ini akan bertabrakan dan membentuk suatu planet yang mempunyai ukuran lebih besar maupun ia juga akan melepaskan material-material yang kemudian akan di serap oleh protoplanet lain nya maupun oleh planet yang ukuran nya lebih besar.

Objek-objek yang ada yang berukuran cukup besar ini kemudian akan menangkap sebagian materi yang ada di lingkungan orbit nya dan kemudian akan menjadi sebuah planet. Sementara itu, protoplanet yang bisa menghindari tabrakan ini akan menjadi sebuah satelit alami planet tersebut yang melalui proses tangkapan gravitasi.

Atau pun protoplanet ini juga akan tetap berada di dalam sabuk pada objek yang lain nya dan kemudian juga akan menjadi sebuah planet yang baru juga namun dengan ukuran yang lebih kecil dari pada planet pada umum nya yang biasa di sebut juga dengan sebutan planet katai.

Ternyata tata surya beserta isinya termasuk planet-planet yang ada bisa terjadi atau terbentuk dengan cara yang dahsyat luar biasa dan dalam waktu yang tidak singkat pula.  Dan itu semua merupakan tanda kebesaran dari Tuhan sang maha pencipta alam semesta ini. Sudah sepatutnya kita menjaga dan merawat alam sekitar kita supaya kehidupan di planet Bumi ini bisa terjaga.

planet dalam, gambar planet dalam