Kedudukan Perempuan Dalam Alkitab

Posted on

Tuhan menciptakan manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Yang mana Tuhan bertujuan menciptakan laki-laki dan perempuan ini yaitu adalah supaya manusia berkembang biak dan melahirkan banyak keturunan di muka bumi ini. Peran laki-laki sejak pertama kali diciptakan oleh Tuhan memang sudah jelas untuk menjadi seorang pemimpin dan menjadi seorang imam, sedangkan peran seorang wanita menjadi pendamping seorang laki-laki yang memiliki kasih yang terwujud di dalam dirinya.

Berbicara mengenai peran perempuan memang sangat menarik sekali. Yang mana setiap kebudayaan yang ada di dunia ini mendefinisikan peran seorang wanita dengan cara yang berbeda-beda. Di jaman dahulu misalnya peran wanita di dalam lingkungan kehidupan sehari-hari tidak terlalu diperhitungkan dan wanita sering kali dianggap sebagai makhluk yang lemah. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa wanita hanya akan menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi rumah dan anak-anak.

Hal ini pun yang menyebabkan banyak wanita yang tidak memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki di dalam berbagai hal. Lalu kemudian seiring dengan perkembangan jaman, para wanita mulai memperjuangkan hak-haknya agar bisa menjadi setara dengan laki-laki. Banyak pergerakan atau emansipasi yang dilakukan oleh para wanita di seluruh dunia agar mereka juga mendapatkan hak yang sama dan sesuai dengan yang diterima oleh laki-laki.

Kini akhirnya kedudukan wanita dan laki-laki pun sama dalam berbagai hal kehidupan dan tidak ada yang namanya diskriminasi atau pengecualian terhadap wanita. Pada hakikatnya memang laki-laki dan wanita diciptakan sama oleh Tuhan dan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang sama, jadi seharusnya memang tidak ada diskriminasi yang terjadi. Lalu apa pendapat Alkitab tentang kedudukan perempuan? Berikut akan saya sampaikan beberapa ayat yang menunjukkan atau menjelaskan tentang kedudukan perempuan di hadapan Allah.

Baca Juga :  17 Kutipan Johnny Depp Tentang Hidup

Pandangan Alkitab Tentang Kedudukan Wanita

1. 1 Korintus 11:9

“Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.”

@idntimes

Pada ayat tersebut dikatakan bahwa perempuan di ciptakan oleh karena laki-laki. Hal ini berarti bahwa Allah melihat jika seorang laki-laki akan selalu membutuhkan penolong di dalam hidupnya, yaitu seorang wanita yang akan mendampingi dan menjadi penolong bagi para laki-laki. Sehingga berdasarkan dengan ayat tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa peran wanita di dalam Alkitab yaitu adalah sebagai seorang penolong bagi pasangannya.

Oleh sebab itulah Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam karena Allah tahu bahwa Adam tidak akan bisa hidup sendirian. Dan Tuhan juga tidak ingin membiarkan Adam hidup sendirian maka dari itu ia menciptakan seorang wanita yang bernama Hawa. Seorang wanita akan menjadi penolong bagi pasangannya setiap waktu.

2. Kejadian 2:22

“Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”

@sunlife

Peran wanita yang selanjutnya berdasarkan dengan ayat tersebut yaitu adalah seorang wanita akan menjadi seorang penopang bagi pasangannya. Sebab seorang wanita memang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, jadi tugas dan peran wanita menurut Alkitab yaitu adalah sebagai seorang penopang bagi pasangannya.

Hal ini bukan berarti seorang wanita memiliki peran sebagai penopang yang kedudukannya berada di atas laki-laki maupun di bawah laki-laki, namun sejajar dengan kedudukan seorang laki-laki. Alkitab yang berkata bahwa seorang wanita memiliki kedudukan yang sama dan sejajar dengan laki-laki. Oleh karena itu kita sebagai seorang laki-laki harus menghargai dan memperlakukan adil pada wanita.

Baca Juga :  Kumpulan Doa-Doa Iman Katolik Yang Mudah Dihafal

Sebab Allah sendiri yang telah berfirman bahwa kedudukan antara laki-laki dan wanita di dunia ini sama dan sejajar, tidak ada yang lebih tinggi ataupun yang lebih rendah antara satu dengan yang lainnya. Sebab hanya Tuhan Allah saja yang memiliki kuasa yang tinggi di atas segala-galanya yang hidup di dunia ini.

3. Efesus 5:24

“Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”

@momjunction

Di dalam ayat di atas juga sudah dengan jelas dikatakan bahwa kedudukan seorang wanita berdasarkan Alkitab yaitu adalah seorang wanita harus tunduk kepada suaminya. Yang mana hal ini kembali lagi pada prinsip wanita sebagai penolong dan penopang bagi pasangannya.

Namun meskipun disini dikatakan bahwa seorang wanita harus tunduk kepada laki-laki hal ini bukan berarti bahwa apabila sang suami melakukan kesalahan bisa dimaafkan atau tidak dibenarkan. Justru disinilah peran wanita sangat dibutuhkan.

Yang mana sebagai seorang penolong dan penopang, seorang wanita harus mampu mengingatkan dan memberi tahu kepada pasangannya apabila ia mulai jauh dari Tuhan dan telah melakukan perbuatan dosa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Sehingga kata tunduk disini yaitu lebih berarti kepada sifat seorang wanita yang harus menghormati dan menghargai pasangannya.

Dimana seorang wanita harus menaruh rasa hormat kepada pasangannya seperti ia menghormati Allah, sebab bagaimanapun juga seorang laki-laki menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga dan menjadi wakil Allah di bumi. Sehingga seorang wanita pun harus mendukung segala keputusan yang diambil oleh pasangannya atau juga mengingatkan suami jika telah lalai dan melupakan kebenaran.

Baca Juga :  Contoh Spanduk Buka Puasa Bersama [GAMBAR]

Oleh sebab itulah wanita harus memiliki hikmat dan kebijaksanaan yang berasal dari Tuhan agar ia bisa menjadi seorang wanita yang benar bagi pasangannya maupun bagi orang lain.

4. 1 Timotius 2:13

“Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.”

@dailymail

Kembali lagi pada masa penciptaan manusia oleh Allah, yaitu dimana Allah menciptakan laki-laki terlebih dahulu sebelum perempuan. Yang mana hal ini tentu saja menjadi hal yang harus diperhatikan dalam hidup wanita. Sebab bagaimanapun juga kedudukan wanita berada di bawah laki-laki.

Oleh sebab itu seorang wanita harus bisa menaruh rasa hormat dan menghargai kepada suami atau pasangannya. Karena dengan demikian maka seorang wanita bisa dikatakan sebagai wanita yang baik dan sesuai dengan Alkitab apabila ia mau hidup tunduk dengan suami maupun pasangannya.

Sebab demikianlah yang telah dikehendaki oleh Allah sendiri sejak pertama kali menciptakan manusia dan Allah sendiri yang telah menetapkan semuanya di dalam rancangan tangan-Nya.

Related posts: