Jenis Tumbuhan Lumut (Ciri dan Klasifikasi)

Posted on

Lumut merupakan salah satu jenis tumbuhan atau tanaman yang sering kali kita jumpai di tempat yang memiliki kondisi yang lembab, serta juga di tempat – tempat yang kurang memperoleh pancaran sinar matahari. Tapi tahukah kalian semua bahwa sebenarnya tumbuhan lumut ini memiliki berbagai macam jenis loh.

Ya, tumbuhan lumut ini memang memiliki berbagai macam jenis. Mungkin banyak dari kalian disini yang mengira bahwa tumbuhan lumut ini hanya memiliki satu jenis saja, yaitu lumut itu sendiri. Akan tetapi sebenarnya ada beberapa jenis tumbuhan lumut yang ada dan berkembang di sekitar kita.

Lalu apa saja jenis – jenis tumbuhan lumut tersebut? Berikut ini akan saya berikan beberapa informasi mengenai beberapa jenis tumbuhan lumut ini dan juga informasi mengenai tumbuhan lumut ini sendiri. Sebenarnya apa sih tumbuhan lumut itu? Berikut informasinya.

Pengertian Tumbuhan Lumut

@artikelsiana

Tumbuhan lumut di dalam bahasa Yunani disebut dengan Bryophyta yang berarti suatu jenis tumbuhan yang hidupnya di darat yang pada umumnya memiliki warna hijau dan memiliki ukuran yang kecil (sebagian hanya bisa dilihat dengan memakai bantuan dari lensa), dan adapun ukuran tumbuhan lumut yang terbesar yaitu kurang dari 50 cm ukurannya. Lumut ini biasanya hidup pada batu, kayu, pohon, maupun di tanah.

Lumut tersebar hampir di seluruh tempat di belahan dunia, kecuali di dalam laut. Lumut ini memiliki sel – sel plastid yang bisa menghasilkan klorofil A dan B, sehingga lumut dapat membuat makanannya sendiri dan juga bersifat autotrof. Tumbuhan lumut ini termasuk ke dalam kingdom plantae.

Dimana organisme yang termasuk dalam kingdom plantae ini hampir semuanya memiliki sifat autotrof atau bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan dari sinar cahaya matahari pada saat proses fotosintesis.

Baca Juga :  Pengertian, Jenis dan Penerapan Induksi Elektromagnetik

Klasifikasi Dan Ciri – Ciri Lumut

Di dunia ini terdapat sekitar kurang lebih 16.000 spesies tumbuhan lumut yang sudah dikenali dan juga telah di klasifikasikan. Nah untuk mempermudah kalian dalam mempelajari atau mengetahui ciri – ciri dari sekian banyaknya spesies lumut ini, maka para ilmuwan sepakat untuk mengkelompokkan atau mengklasifikasikan lumut ini menjadi 3 (tiga) kelas atau kelompok berdasarkan dengan bentuk gametofrit serta bentuk sporofitnya.

Berikut penjelasannya mengenai masing – masing jenis lumut ini dengan ciri – cirinya masing – masing.

1. Hepaticopsida (Lumut Hati)

@agroteknologi.id

Lumut hati atau hepaticopsida adalah sebuah jenis tumbuhan lumut yang memiliki bentuk yang halus dengan bagian tubuhnya yang berbentuk seperti lembaran, pipih, serta berlobus. Kebanyakan jenis lumut hati ini tidak memiliki daun, misalnya seperti Marchantian dan Lunularia.

Akan tetapi ada juga yang memiliki daun, misalnya seperti Jungermannia. Lumut jenis ini banyak tumbuh dan melekat pada substrat dengan memakai rizoidnya. Lumut hati banyak di temukan di permukaan tanah yang lembab, terutama di daerah hutan hujan tropis. Berikut ciri – ciri lumut hati :

  1. Kebanyakan hidup di tempat basah
  2. Siklus hidupnya sama dengan siklus hidup lumut daun
  3. Sebagian besar tubuhnya tipis seperti kulit yang tumbuh memipih rata di atas medium penunjangnya seperti tanah basah atau air tenang
  4. Tubuh lumut hati memiliki struktur yang mirip dengan akar, batang, serta daun
  5. Terdapat rizoid yang memiliki fungsi untuk menempel dan menyerap zat makanan

2. Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)

@natureeffect1.blogspot

Lumut tanduk ini bentuknya hampir sama dengan lumut hati, namun sporofitnya berbentuk seperti kapsul memanjang yang menyerupai tanduk dan mengandung kutikula. Lumut tanduk ini banyak tumbuh di batuan dan tanah yang lembab. Ada sekitar 100 spesies lumut tanduk ini, yaitu seperti Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, Folioceros, serta Leiosporoceros. Berikut ciri-ciri atau karakteristik dari Anthocerotopsida atau lumut tanduk ini :

  1. Sel – sel yang ada pada lumut tanduk ini hanya memiliki satu kloroplas saja dengan satu pirenoid yang besar
  2. Sel – sel yang menjadi penyusun kaki sporogonium ini berbentuk sebagai rhizoid yang melekat pada talus gametofitnya
  3. Sporogonium ini tidak memiliki tangkai, memiliki bentuk yang seperti tanduk yang panjangnya bisa mencapai ukuran 10 – 15 cm
  4. Lumut jenis ini banyak hidup dan berkembang di daerah yang memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi
  5. Lumut ini memiliki salah satu keunikan yang berbeda dari lumut jenis lainnya, yaitu adalah masaknya kapsul spora yang ada pada sporogonium ini tidak bersamaan, melainkan di mulai dari bagian atas dan kemudian baru berurutan hingga sampai ke bagian bawah
Baca Juga :  Niat Puasa Ayyamul Bidh

3. Bryopsida (Lumut Daun)

@gamabramasta.blogspot

Jenis tumbuhan lumut yang terakhir yaitu adalah bryopsida atau lumut daun. Jenis tumbuhan lumut bryopsida ini juga menjadi tumbuhan lumut sejati. Dimana jenis lumut daun atau bryopsida ini jumlahnya paling banyak di bandingkan dengan spesies atau jenis lumut lainnya yang menutupi sekitar 3 % dari permukaan daratan yang ada di bumi ini.

Lumut daun ini sangat mudah sekali untuk kalian jumpai diatas permukaan tanah, pada tembok, batu – batuan, maupun juga di bagian kulit pohon. Bagian tubuh lumut daun ini bentuknya mirip dengan tumbuhan kecil yang tumbuh tegak.

Pada umumnya lumut daun ini memiliki tinggi kurang dari 10 cm, tapi ada juga yang bisa mencapai 40 cm, seperti Polytrichum commune. Berikut ini adalah beberapa ciri – ciri atau karakteristik dari tumbuhan lumut daun atau bryopsida ini :

  1. Bagian batang dari lumut daun ini bercabang – cabang, akan tetapi ada juga yang tidak memiliki cabang
  2. Bagian daun pada lumut daun ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan tersebar di sekeliling batang
  3. Gametofit dewasa pada lumut daun ini akan membentuk alat kelamin jantan (anteridium) yang akan menghasilkan spermatozoid, dan alat kelamin perempuan (arkegonium) akan menghasilkan ovum
  4. Fertilisasi ovum yang dilakukan oleh spermatozoid ini yang kemudian akan menghasilakm zigot yang kemudian akan tumbuh menjadi sebuah sporofit. Yang mana sporofit ini yang akan membentuk sporogonium yang memiliki bentuk yang bermacam – macam dan bervariasi, yaitu seperti bulat, kapsul, horizontal, kapsul tegak, maupun kerucut berparuh.
  5. Sporogonium ini mempunyai sporangium yang mana di dalamnya terdapat banyak spora. Dimana spora ini yang bisa tumbuh menjadi lumut daun yang baru apabila jatuh pada habitat atau tempat yang cocok.
Baca Juga :  Penjelasan Irregular Verb (Kata Kerja Tak Beraturan)

Nah itulah tadi sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis lumut beserta dengan karakteristik atau cirinya masing – masing.

tumbuhan lumut termasuk jeni apa
Related posts: