Jenis-Jenis Gempa Bumi Beserta Penjelasannya

Posted on

Gempa bumi merupakan suatu bencana alam yang datangnya secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi. Gempa bumi ini terjadi karena adanya getaran yang terjadi pada permukaan bumi akibat adanya pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan gelombang seismik.

Fakta Gempa Bumi

Gempa bumi ini biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempengan bumi. Kekuatan gempa bumi di ukur dengan memakai alat yang dinamakan seismometer. Skala yang paling umum dimana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia disebut dengan moment magnitudo. Sedangkan skala rickter merupakan sebuah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala yang besaran lokalnya 5 magnitude, kedua skala yang sama selama rentang angka ini valid.

Secara teknis memang seluruh wilayah yang ada di muka bumi ini berpotensi untuk mengalami gempa bumi. Namun, ada beberapa titik di muka bumi ini yang mengalami gempa bumi dengan jumlah yang lebih banyak bila dibandingkan dengan titik atau wilayah lainnya di bumi. Beberapa wilayah yang sering terjadi gempa bumi diantaranya yaitu adalah negara Jepang dan Indonesia.

Hal ini karena wilayah negara kita yang berupa kepulauan dan di kelilingi oleh banyak tumpukan lempeng dan juga Indonesia dilalui oleh jalur pegunungan api aktif sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik sehingga menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan terhadap gempa bumi.

Proses Terjadinya Gempa

Gempa bumi kebanyakan disebabkan oleh adanya pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang terjadi oleh karena pergerakan lempengan bumi. Semakin lama tekanan itu akan semakin membesar hingga mencapai puncaknya pada keadaan dimana tekanan tersebut sudah tidak bisa ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah maka gempa bumi akan terjadi.

Artikel Terkait : Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

Pergeseran antar lempeng bumi ini bisa menyebabkan gempa bumi karena dalam pergeseran lempeng bumi ini diikuti dengan pelepasan sejumlah energi yang besar. Selain karena pergeseran lempeng bumi, gerakan lempeng bumi yang saling menjauhi satu sama lain pun juga bisa menyebabkan gempa bumi. Ini karena pada saat dua lempeng bumi yang bergerak saling berjauhan, maka akan terbentuk sebuah lempeng baru antara kedua lempeng yang berjauhan tadi.

Lempeng baru yang terbentuk ini mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari pada berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru ini akan mendapat tekanan yang cukup besar dari kedua lempeng yang lama sehingga akan bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang sangat besar pula.

Sementara untuk pergerakan dua lempeng bumi yang saling mendekat hal ini juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pergerakan dua lempeng bumi yang saling mendekat ini memicu terbentuknya gunung, yang mana hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi ini umumnya terjadi pada area perbatasan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling dahsyat kekuatannya biasanya terjadi di area perbatasan antara lempengan kompresional dan lempengan translasional.

Selain disebabkan oleh pergerakan dua lempengan, gempa bumi juga bisa terjadi karena adanya pergerakan magma yang ada di dalam gunung berapi. Dimana hal ini menunjukkan tanda akan terjadinya letusan gunung berapi. Selain itu ada juga gempa bumi yang disebabkan oleh adanya tumpukan massa air yang sangat besar dibalik sebuah dam atau bendungan.

Sebagian gempa bumi juga bisa terjadi karena adanya injeksi atau aktraksi cairan dari dan atau ke dalam bumi, contohnya seperti gempa bumi yang terjadi pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selain itu gempa bumi juga dapat terjadi karena adanya efek dari peledakan bahan peledak.

Jenis Gempa Bumi

Jenis gempa bumi yang terjadi bisa dibedakan sesuai dengan karakteristiknya masing-masing seperti sebagai berikut:

1. Berdasarkan Penyebab

@antigempa
  • Gempa Bumi Tektonik

Yaitu jenis gempa bumi yang sering terjadi. Gempa bumi tektonik ini disebabkan karena adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran antar lempeng tektonik secara tiba-tiba yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi jenis ini banyak menimbulkan kerusakan dan bencana alam di bumi. Apabila pusat dari gempa tektonik ini berada di permukaan laut maka akan dapat menyebabkan terjadinya gelombang besar yang disebut dengan tsunami yang dapat merusak dan menghancurkan segala sesuatu yang ada disekitarnya.

  • Gempa Bumi Vulkanik

Gempa bumi vulkanik disebabkan oleh aktivitas magma pada gunung berapi yang akan meletus. Jika ke aktifan dari gunung berapi tersebut semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya gempa dan ledakan dari gunung berapi tersebut. Gempa bumi vulkanik ini hanya dapat dirasakan disekitar tempat gunung berapi tersebut.

  • Gempa Bumi Tumbukan

Gempa bumi tumbukan ini disebabkan oleh tumbukan yang terjadi dan disebabkan oleh benda-benda langit yang jatuh ke permukaan bumi, seperti meteor atau asteroid. Namun gempa bumi jenis tumbukan ini sangat jarang sekali terjadi di muka bumi.

  • Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi jenis ini biasanya terjadi dan paling sering di temukan di daerah kapur dan juga di daerah pertambangan. Gempa bumi jenis runtuhan ini juga sangat jarang sekali terjadi selama ini.

  • Gempa Bumi Buatan

Gempa bumi jenis buatan ini adalah jenis gempa bumi yang terjadi dan di sebabkan oleh aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Aktivitas itu yang dapat memicu terjadinya gempa di antaranya yaitu seperti peledakan nuklir dan dinamit.

2. Berdasarkan Kedalaman

  • Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi dalam ialah sebuah gempa bumi dengan pusat gempanya yang berada di kedalaman lebih dari 300 KM yaitu di bawah kerak bumi yang ada di bawah permukaan bumi. Pada umumnya jenis gempa bumi dalam ini tidaklah terlalu berbahaya.

  • Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi menengah merupakan jenis gempa yang pusat gempa berada di antara jarak 60 hingga 300 KM di bawah permukaan bumi. Gempa bumi menengah ini pada umumnya dapat menimbulkan kerusakan yang ringan dan getarannya dapat sedikit terasa.

Artikel Terkait : 5 Jenis Tanah Subur dan Cara Merawat Tanah Agar Selalu Subur

  • Gempa Bumi Dangkal

Gempa bumi dangkal pusat gempanya berada di kedalaman yang kurang dari 60 KM dari permukaan bumi. Gempa bumi jenis dangkal ini biasanya dapat menimbulkan kerusakan yang cukup berat jika terjadi.

3. Berdasarkan Gelombang atau Getaran Gempa

@progresnews
  • Gelombang Primer

Gelombang primer atau yang bisa disebut juga dengan gelombang longituudinal merupakan sebuah gelombang atau getaran yang merambat pada bumi yang dimana gelombang ini mempunyai kecepatan antara 7-14 KM/detik. Getaran primer ini berasal dari hiposentrum atau titik sumber gempa.

  • Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder atau yang biasa disebut dengan gelombang transversal ini adalah sebuah getaran atau gelombang yang dapat merambat pada bumi yang sama dengan gelombang primer. Percepatan dari perambatan gelombang sekunder ini yaitu sekitar 4-7KM/detik. Tapi gelombang sekunder ini tidak bisa merambat melalui permukaan lapisan yang cair.

Itulah tadi penjelasan mengenai proses terjadinya gempa bumi. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua yang membaca.

jenis jenis gempa beserta penjelasannya
Related posts: