Isi Prasasti Canggal serta Penjelasannya Lengkap

Posted on

Prasasti Canggal sebuah prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Medang Kamulan). Prasasti canggal ( juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau Prasasti Sanjaya) merupakan prasasti dalam bentuk candra sengkala berangka tahun 645 Saka atau 732 Masehi yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah.

@id.wikipedia.org

Prasati yang ditulis pada stela batu ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sansekerta. Prasasti ini dipandang sebagai pernyataan dari Raja Sanjaya pada tahun 732 sebagai seorang penguasa universal dari Kerajaan Mataram Kuno.

Tulisan Dan Bahasa Pada Prasasti Canggal

@ki-demang

Prasasti canggal merupakan bongkahan batu yang berisikan aksara Pallawa dan memuat simbol yang menunjukkan waktu pembuatannya. Berbagai simbol yang temuat dalam prasasti tersebut menggambarkan angka dari tahun yang memiliki bunyi sruti indriy rasa.

Tulisan tersebut setelah diteliti dan diterjemahkan oleh para peneliti dan ternyata merupakan simbol angka yang berbunyi enam limo papat dalam bahasa jawa atau dibuat pada 654 saka yang bertepatan dengan tahun masehi ke 732 Masehi. Menurut temuan sejarah prasasti canggal ini merupakan prasasti yang memiliki angka tahun yang paling tua yang penah ditemukan di kawasan pulau jawa.

Artikel Terkait : Sejarah Henna

Tentu saja prasasti ini juga memiliki kecacatan karena pada prasasti ini sudah dalam keadaan terkubur dalam kurun waktu yang sangat lama. Namun dengan adanya prasasti Canggal ini setidaknya memiliki gambaran seperti apa kejayaan kerajaan Mataram Kuno yang pernah ada di Indonesia.

Baca Juga :  Ucapan Hari Lahir Pancasila dan Sejarahnya [+10Gambar]

Menurut para ahli yang mempelajari prasasti ini memiliki beberapa kemiripan dengan prasasti yang ditemukan di Kamboja yaitu prasasti Han Chei. Hal ini berdasarkan studi mendalam dengan metode komperatif atau membandingkan. Adapun hal yang dibandingkan adalah bagian epigrafi seperti bahasa, isi, serta aksara atau jenis huruf yang digunakan. Dari studi pembanding tersebut telah disepakati bahwa prasati tersebut berasal dari periode atau abad yang sama yaitu abad ke-7.

Isi Dari Prasasti Canggal

Prasasti canggal memiliki isi sebanyak 12 bait yang termuat di dalamnya. Dalam 12 bait tersebut memuat 25 baris yang dibagi menjadi 12 bait. Prasasti ini menceritakan tentang pendirian lingga (lambing siwa) di desa Kunjarakunja oleh Sanjaya. Diceritakan pula bahwa yang menjadi raja mula – mula adalah Sanna, kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha, saudara perempuan Sanna.

Prasasti ini dipahat pada sebuah batu berbentuk lempeng dengan bentuk menyerupai persegi panjang dengan warna cokelat. Terdapat ornamen cantik berbentuk bunga yang dipahatkan pada bagian bawah dan bagian atas prasasti menyerupai fungsi sebuah border dari prasasti tersebut. Walaupun dalam prasasti canggal ini tak menyebutkan secara langsung mengenai Mataram Kuno. Namun cerita sejarah yang disampaikan itu diyakini jika yang dimaksud meruapakan kerajaan Mataram Kuno dengan ajaran agama Hindu.

Terjemahan isi prasasti canggal :

Bait 1  Pembangunan lingga oleh Raja Sanjaya diatas gunung
Bait 2 – 6  Pujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Brahma, Dewa Wisnu
Bait 7  Pulau jawa yang sangat makmur, kaya akan tambang emas dan banyak menghasilkan padi. Di pulau itu didirikan candi Siwa demi kebahagiaan penduduk dengan bantuan dari penduduk Kunjarakundesa
Bait 8 – 9 Pulau jawa yang dahulu diperintah oleh Raja Sanna yang sangat bijaksana, adil dalam tindakannya, perwira dalam peperangan, bermurah hati kepada rakyatnya. Ketika wafat negera berkabung sedih kehilangan pelindung
Bait 10 – 11 Pengganti Raja Sanna yaitu putranya bernama Sanjaya yang diibaratkan dengan matahari. Kekuasaan tidak langsung diserahkan kepadanya oleh Raja Sanna tetapi melalui kakak perempuannya ( Sannaha ). Pada bait ini mengisahkan jika sepeninggalan Sanna negeri Jawa hancur dan kacau balau juga mengalami kesengsaraan. Namun Sanjaya muncul sebagai pengganti Sanna yang dapat menjadikan keadaan mulai membaik serta kembali aman, sentosa, serta seluruh rakyat makmur sejahtera
Bait 12  Kesejahteraan, keamanan, dan ketentraman negara. Rakyat dapat tidur di tengah jalan, tidak usah takut akan pencuri dan penyamun atau akan terjadinya kejahatan lainnya. Rakyat hidup serba senang
Baca Juga :  Sejarah Kerajaan Mataram Kuno [Raja dan Peninggalan]

Kunjarakunja-desa dapat diartikan “ tanah dari pertapaan Kunjara “ yang diidentifikasikan sebagai tempat pertapaan Resi Agastya seorang maharesi Hindu yang dipuja di India selatan. Dalam epic Ramayana, diceritakan bahwa Rama, Sinta, dan Laksamana mengunjungi pertapaan Agastya di gunung Kunjara.

Lokasi Prasasti Canggal

@ipospedia

Bagi anda yang tertarik dengan wisata sejarah anda bisa melakukan perjalanan dengan tema menjelajahi sejarah. Salah satunya mengunjungi tempat dimana terdapat prasati canggal dipamerkan. Prasasti tertua yang ditemukan di pulau Jawa ini memang bukti sejarah berharga yang ditemukan di area candi Gunung Wukir.

Artikel Terkait : Sejarah Suku Tengger

Jika anda ingin mengetahui dimana keberadaan prasasti canggal. Prasasti tersebut kini disimpan dengan aman di Museum Nasional yang ada di ibu kota negara, Jakarta. Jika anda berkunjung ke situs candi Gunung Wukir anda juga dapat melihat terjemahan dari prasasti tersebut. Terjemahan prasasti tersebut dittulis dalam bahasa Indonesia, India dan Sansekerta.

Related posts: