Fungsi Utama Management POAC [Pengertian dan Contohnya]

Posted on

Pernahkah kalian semua disini mendengar apa itu yang disebut dengan POAC ? Atau mungkin ini baru pertama kalinya bagi kalian untuk mendengar kata POAC ini ? Bagi kalian yang merupakan anak manajemen atau orang yang sedang belajar serta menguasai bidang manajemen pasti sudah tidak asing lagi dengan POAC bukan.

Namun bagi kalian para orang awam yang tentunya tidak memahami banyak materi tentang bidang manajemen pasti akan kebingungan jika ditanya mengenai apa itu POAC. POAC sendiri merupakan sebuah singkatan dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controling.

Dimana POAC ini adalah sebuah prinsip dasar di dalam bidang manajemen yang banyak dipakai dan digunakan oleh organisasi kecil maupun organisasi besar yang bertujuan untuk lebih mengembangkan dan mengelola organisasi tersebut.

Pengertian POAC

Sebenarnya ada juga beberapa konsep di dalam proses manajemen selain POAC, yaitu seperti PDCE (Plan, Do, Check, dan Evaluate) dan PDCA (Plan, Do, Check dan Action).

Tapi konsep POAC lebih banyak dan lebih sering digunakan serta diterapkan karena dirasa cocok dan sesuai untuk tiap tingkat manajemen. Bagi kalian yang belum tahu apa itu yang disebut dengan POAC, berikut akan saya berikan penjelasan singkat mengenai POAC ini.

1. Planning

@havi

Planning merupakan sebuah proses dimana seorang manager akan memutuskan tujuan, menetapkan aksi untuk mencapai tujuan yang akan dicapai, mengalokasikan tanggung jawab untuk menjalankan strategi tersebut kepada orang-orang tertentu, serta mengukur keberhasilan dengan membandingkan tujuan. Planning ini juga memiliki beberapa prinsip, yaitu diantaranya adalah seperti berikut ini :

♦ Prinsip Kontribusi

Tujuan perencanaan adalah untuk memastikan pencapaian efektif dan efisien tujuan organisasi, dalam kenyataannya, kriteria dasar untuk perumusan rencana untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Pencapaian tujuan selalu tergantung pada rencana dan jumlah kontribusi organisasi terhadap perencanaan.

Baca Juga :  Pengertian dan Ciri-Ciri Ideologi Sosialisme

♦ Prinsip Suara dan Konsisten Premising

Bangunan adalah asumsi mengenai kekuatan lingkungan seperti kondisi ekonomi dan pasar, sosial, politik, aspek hukum dan budaya, tindakan pesaing, dan lain-lain ini lazim selama periode pelaksanaan rencana.

Oleh karena itu, rencana yang dibuat atas dasar tempat sesuai, dan masa depan perusahaan tergantung pada tingkat kesehatan rencana yang mereka buat sehingga untuk menghadapi keadaan tempat.

2. Organizing

@thepioneerwoman

Organizing di dalam bahasa Indonesia disebut dengan pengorganisasian adalah sebuah proses yang berhubungan dengan bagaimana sebuah strategi dan taktik yang sudah dirumuskan dalam perencanaan desain yang ada di sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, serta bisa memastikan juga bahwa seluruh pihak yang ada di dalam organisasi tersebut bisa bekerja dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang ingin dicapai.

Atau dengan lebih gampangnya bisa dikatakan bahwa organizing ini adalah seluruh proses pengelompokan orang, alat, tugas, dan wewenang serta tanggung jawab dengan sedemikian rupa sehingga akan tercipta sebuah organisasi yang bisa digerakkan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bulat di dalam rangka pencapaian tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Prinsip yang ada di dalam Organizing ini yaitu adalah seperti berikut :

♦ Prinsip Spesialisasi

Berdasarkan prinsip spesialisasi, pekerjaan seluruh perhatian harus dibagi diantara bawahan atas dasar kualifikasi, kemampuan dan keterampilan. Ini adalah melalui pembagian kerja dapat dicapai yang menghasilkan organisasi yang efektif.

Pembagian kerja adalah pemecahan tugas kompleks menjadi komponen-komponennya sehingga setiap orang bertanggung jawab untuk beberapa aktivitas terbatas bukannya tugas secara keseluruhan.

Baca Juga :  Macam - Macam Metode Penelitian

♦ Prinsip Definisi Fungsional

Berdasarkan prinsip ini, semua fungsi dalam kekhawatiran harus benar dan jelas kepada manajer dan bawahan. Hal ini dapat dilakukan dengan jelas mendefinisikan tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang dan hubungan orang terhadap satu sama lain

♦ Prinsip Rentang Pengendalian atau Pengawasan

Menurut prinsip ini, rentang kendali adalah rentang pengawasan yang menggambarkan jumlah karyawan yang dapat ditangani dan dikontrol secara efektif oleh seorang manajer tunggal.

♦ Prinsip Kesatuan Perintah

Berdasarkan prinsip ini dikatakan bawa hubungan antara bawahan dan atasan adalah hubungan yang superior, dimana setiap bawahan akan bertanggung jawab kepada satu manager atau atasan.

3. Actuating

@lepank

Actuating merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk mengupayakan supaya semua anggota organisasi berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan tujuan organisasi.

Tujuan dari actuating adalah untuk menggerakkan orang supaya mau bekerja dengan penuh kesadaran dan bersama-sama untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien. Prinsip actuating yaitu adalah seperti berikut ini :

♦ Pelaksanaan dan Penugasan

Langkah lanjutan dari penetapan program kerja pengawasan adalah pelaksanaan pengawasan dalam bentuk pemberian tugas. Tujuan utama penugasan adalah untuk mencapai keseimbangan antara beberapa faktor seperti persyaratan dan kualifikasi personal, keseimbangan untuk pengembangan profesi, dan lain-lain.

♦ Pengawasan Pengelolaan Dana

Pengelolaan terhadap dana atau anggaran yang digunakan oleh organisasi penting dilakukan agar dana tidak disia-siakan.

♦ Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana Pengawasan

Pengawasan juga membutuhkan saran dan alat untuk melakukan pengawasan, misalnya teknologi yang digunakan untuk memantau kerja anggota organisasi atau pekerja.

♦ Dokumentasi Pengawasan

Hal ini diperlukan unutuk mendapatkan bukti yang nyata bila terjadi pelanggaran, kesalahan dalam melakukan aktivitas di dalam organisasi.

Baca Juga :  10 Rekomendasi Film Tentang Nabi [Penuh Hikmah]

4. Controlling

@assignmentpoint

Controlling atau pengawasan adalah suatu proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standar apa yang sedang dijalankan melalui suatu pelaksanaan. Yang mana akan dinilai dan dievaluasi apakah pelaksanaan tersebut perlu mendapatkan perbaikan dan apakah pelaksanaan tersebut sudah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

Fungsi pengawasan ini secara jelas diambil dari sebuah sudut pandang definisi yang sangat penting di dalam sebuah perusahaan. Hal ini bertujuan supaya dalam proses pelaksanaan ini bisa dijalankan sesuai dengan ketentuan dari rencana.

Selain itu juga agar bisa dilakukan tindakan perbaikan apabila terjadi penyimpangan. Yang mana hal ini semua bertujuan supaya pencapaian tujuan sesuai dengan rencana yang ada. Di dalam controlling atau pengawasan ini juga ada beberapa proses yang ada yang dilakukan dengan secara bertahap dan sistematis, yaitu seperti berikut ini :

  • Menentukan standar yang akan dipakai sebagai dasar pengendalian
  • Mengukur hasil dari pelaksanaan yang sudah dicapai
  • Membandingkan hasilnya dengan standar dan menentukan penyimpangan atau kesalahan jika ada
  • Melakukan perbaikan apabila terjadi penyimpangan atau kesalahan supaya pelaksanaan yang telah dijalankan bisa memiliki tujuan yang sama sesuai dengan yang telah direncanakan
  • Meninjau dan menganalisa ulang rencana yang sudah dibuat, apakah rencana tersebut relaistis atu tidak. Jika belum maka hal ini perlu dilakukan perbaikan.